Sebelum baca, jawab dulu yuk😗.
Kalian pribadi lebih suka baca genre fanfiction atau teenfiction?
Selamat membaca❤.
Now Playing : Melanie Martinez - Play Date
***
"Satu persatu teman akan pergi meninggalkan kita demi mewujudkan cita-cita dan mimpinya. Dan saat itu tiba, kita hanya dapat tersenyum dan menerimanya."
***
"Carren, kamu sudah minta izin sama papamu, kan?" tanya Bu Asri sesaat mereka sudah sampai di tempat tunggu.
Carren tiba-tiba teringat ketika ia meminta izin pada papanya.
Flashback beberapa hari lalu
"Pa," ujar Carren pelan pada papanya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Ada apa, Nak?" Benny, papa Carren, sedang mengurus berkas-berkas yang Carren tidak tahu apa.
Carren berjalan pelan dan duduk di samping papanya. "Sebelumnya, papa jangan marah ya?"
Benny melepaskan kacamatanya dan menatap Carren. "Memangnya ada apa? Kalau kamu ngga ada salah, buat apa papa marah?"
"Iya, sih. Tapi Carren mau minta izin aja, sih, sama papa."
"Minta izin apa? Lomba Fisika lagi? Tentu saja, boleh sayang."
Carren menggigit bibir bawahnya pelan, ia selalu melakukannya saat ia sedang dilanda kegugupan. "Bukan lomba, pa. Sebenarnya Carren mau berpartisipasi cuman berangkatnya beberapa hari lagi."
Benny mengernyitkan keningnya, ia tidak paham maksud anaknya. "Maksudmu berangkat apa?"
"Carren diterima dalam program pertukaran pelajar, pa. Tapi masalahnya ke Singapura. Papa izinin ngga?" Carren mengucapkannya dengan cepat. "Pasti ngga. Yaudah deh, Carren masuk ke kamar dulu." Lanjut Carren sambil berlalu.
Tapi, Benny menahan tangan Carren. Lalu, ia menyuruh Carren untuk kembali duduk. "Kenapa kamu takut papa ngga izinin? Medali kamu kan sudah pas 20. Jadi, terpaksa papa izinkan kamu untuk berbuat apapun."
"Eh, serius pa? Carren kira masih 19." Carren mulai menjatuhkan pandangannya pada lemari yang dikhususkan untuk menyimpan medali dan piala yang ia dapatkan. Ternyata, benar-benar sudah 20. Kini, impiannya tinggal satu langkah!
"Ya gitu intinya. Jadi, papa harus tanda tangan di mana?"
Carren menyodorkan kertas pada Benny dengan semangat. "Di sini pa!"
Benny pun mulai menanda tangani kertas itu, kemudian ia menyerahkan balik pada Carren. "Sebenarnya, papa ngga mau maksa kamu kayak gini. Cuman, papa takut aja jika kamu malas belajar, bakalan kayak Calvin yang sampai dikeluarkan dari sekolah."
Carren merasa terkejut, ternyata pikiran buruknya pada sang papa salah. Ia kira papanya sengaja memaksanya belajar untuk memenuhi keinginannya. "Makasih banyak ya, pa. Udah jagain Carren pas mereka pergi. Carren janji bakalan ingat kebaikan papa!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Not My Type [✔]
Teen FictionRival Lomba. Itulah yang dapat menggambarkan hubungan Alvino dan Carren. Sebagai rival lomba, tentu saja mereka sering beradu mulut. Tiada hari tanpa mereka berdua saling beradu mulut, yang membuat suasana kelas 11 IPA 2 selalu ribut. Jika kalian...
![Not My Type [✔]](https://img.wattpad.com/cover/218623939-64-k425521.jpg)