Bab 17 : Kembali Seperti Dulu

918 203 67
                                        

Jangan lupa tinggalkan jejak sebelum membaca yaa❤!
Selamat membaca

Now Playing : Fiersa Besari - April

***

"Siklus percintaan dimulai dari orang asing menjadi teman lalu berakhir dengan pacaran. Setelah itu, bersikap seperti orang asing lagi."

***

Nessa baru saja turun dari mobil yang  mengantarnya. Biasanya, ia akan berangkat sekolah dengan Danny tapi karena perkelahian kecil kemarin jadilah mereka seperti ini.

Saat berjalan, ia mendengar banyak yang bergosip. Awalnya, ia tak mau terlalu memusingkannya tetapi ketika mendengar namanya disebut, ia pun mulai menajamkan telinganya.

"Gue denger-denger ya, Danny sama pacarnya kemarin berantem di parkiran sekolah! Kayaknya sih sekarang udah putus." Ucap salah satu dari mereka. Kedua teman lainnya yang mendengar langsung merasa penasaran.

"Bener juga! Tuh coba lihat, Nessa ngga berangkat sama Danny." Kini, mereka mulai menunjuk-nunjuk pada arah Nessa.

Tidak mau mendengarkan terlalu banyak, lebih tepatnya ia sedang tidak mood untuk membahas hal itu, Nessa pun segera berlalu pergi dan menuju kelasnya.

Sesampainya di kelas, bukannya makin sepi dan tenang, malahan teman-teman kelasnya ikutan bergosip tentang dirinya dan Danny. Akhirnya, Nessa pun memutuskan untuk pergi ke taman yang ada di rooftop.

"Hey asisten!"

Saat sedang bersantai sejenak sambil menikmati semilir angin, ada yang memanggil Nessa.

Nessa mengarahkan pandangannya ke arah suara, dalam hatinya, ia masih menyimpan harapan kecil. Namun, saat mengetahui siapa yang memanggilnya, ia pun langsung memutar bolanya malas dan mengembalikan posisinya seperti semula.

"Hih asisten sombong banget! Ga suka!" Samuel menghentakkan kakinya di tanah, bersikap seperti anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan permen oleh mamanya.

Karena tak kunjung digubris, Samuel berinisiatif untuk mendekat dan menjahili Nessa. "Toel, toel. Di sini ada Samuel."

Lengan Nessa sudah di tekan-tekan oleh telunjuk milik Samuel. "Paan sih lo kak?" Akhirnya, Nessa pun menggubrisnya.

Samuel bernapas lega, "Nah gitu dong, baru asisten gue. Masa asisten kerjanya nanti lemah-lemah,"

"Gajelas banget lo."

"Gue ngga jelas biar lo senyum sedikit. Ngga usah dengarin omongan mereka, Nes. Masih ada gue kok yang selalu ada di sisi lo." ucap Samuel dengan tulus.

Samuel sudah mengetahui semuanya, perkelahian antara Nessa dan Danny kemarin dengan sangat cepat tersebar. Bahkan kini, hampir satu sekolah sudah mendengar dan mengetahuinya. Tidak ada yang tahu siapa dalang dibaliknya.

Mendengar perkataan Samuel, sudut bibir Nessa pun terangkat sedikit ke atas. Hanya sedikit, jika orang melihatnya dari jauh maka mereka mungkin akan berkata jika Nessa tidak menunjukkan senyumnya.

"Nah gitu dong, senyum lagi. Gue taunya lo anak yang cerewet jadi kalau lo kayak tadi, hmm bukan lo banget." jawab Samuel sambil mencubit pipi Nessa yang membuat pemiliknya mengeluh kesakitan.

"Udah dong kak, lepas ih! Sakit ini." Nessa berusaha untuk melepaskan cubitan dari Samuel, tapi tenaga Samuel jauh lebih besar daripada miliknya. Ia pun hanya bisa pasrah.

Sementara itu, Danny yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara mereka berdua dari balik pintu hanya merasa kesal dan kecewa.

"Gue kira lo masih butuhin gue, Nes. Ternyata gue salah."

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang