Bab 16 : Orang Ketiga

1K 202 65
                                        

Sebelum membaca, jangan lupa tinggalkan jejaknya dulu ya❤. Selamat membaca!

Now Playing : Mawar De Jongh - Lebih Dari Egoku

***

"Masalah dalam hubungan itu wajar. Yang ngga wajar itu kalau lo lebih milih untuk ninggalin karena rasa bosan."

***

Samuel segera berlari dan menghampiri Nessa ketika bel istirahat dibunyikan. Tentu saja, ia tidak lupa dengan perkataannya tempo hari lalu. Bukan, lebih tepatnya minggu lalu.

"Hai, Nessa." Sapanya saat ia sudah duduk di hadapan Nessa.

Nessa yang sadar akan kehadiran Samuel, kakak kelasnya, langsung mendenguskan napasnya kasar. Padahal, ia kira kakak kelasnya itu sudah melupakan perkataan konyol yang ia lontarkan minggu lalu. Namun kenyataannya, ia masih mengingatnya.

"Ya."

"Aduh lo kok cuek gitu, sih? Lo ngga lupa kan kalau asisten itu harus bersikap baik dan sopan dengan atasannya." jelas Samuel pada Nessa.

"Emangnya gue asisten lo?" tanya Nessa dengan kasar.

"Eh, gue ngga bilang lo asisten gue, sih. Tapi kalau lo beneran mau, ya ngga papa."

Nessa melirik Samuel dengan tatapan tajam, "Gue ngga pernah mau ya! Tarik ucapan lo di minggu lalu, nggak mau tau!"

Samuel hanya tersenyum, "Gue bakal tarik ucapan gue, tapi dengan satu syarat. Lo harus berada di sekitar gue selama satu minggu, karena lo harus bantuin gue kapanpun gue mau."

"Ngga mau. Pokoknya. Gue. Nolak." Nessa menekankan setiap kata yang ia ucapkan.

"Padahal niat gue baik, mau bantuin lo dapatin album limited edition itu. Tapi ngga jadi lah."

Nessa bingung, darimana Samuel mengetahui hal itu?

Memang benar, beberapa hari lalu, Nessa menceritakan pada Danny jika dia sangat menginginkan album itu. Pembeliannya dibuka minggu depan, tapi karena banyak yang menginginkan album itu, maka penjual hanya menyediakan 100 album untuk 100 pembeli pertama.

Jadi, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus berebutan untuk mendapatkan album tersebut.

"Memangnya lo bisa bantuin dengan apa? Sogok? Atau pakai orang dalam?" Nessa sangat meragukan Samuel, ia tidak yakin jika kakak kelasnya itu dapat membantu dirinya.

Ah, paling-paling itu hanya omong kosongnya saja. Para lelaki di zaman sekarang sudah sangat lihai dalam modus seperti ini.

"Lo raguin gue?"

Nessa menganggukkan kepalanya. "Sangat!"

Samuel yang melihatnya pun tersenyum, "Ngapain gue perlu susah-susah dapatin albumnya kalau yang jual kakak gue."

"APA?!"

Nessa terkejut, sangat terkejut. Mengapa ia baru tahu hal ini setelah sekian lama? Sepertinya mulai saat ini, ia harus mendekati dan berperilaku baik pada Samuel. Untuk keperluan pribadinya.

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang