Bab 19 : PDKT

865 182 59
                                        

Jangan lupa tinggalkan jejak sebelum membaca yaa❤.
Selamat membaca!

Now Playing : Maroon 5 - Memories

***

"Siapin hati lo ya, karena setelah ini gue yang bakal mendapatkannya."

***

Gladys tersenyum lebar ketika melihat motor milik Danny sudah mulai masuk ke dalam pekarangan sekolah.

Ia pun melangkah kakinya mendekat pada Danny, tak lupa dengan bekal yang sudah siap di tangannya. Ia sudah tahu jika Danny tak akan pernah makan sarapan sebelum pergi ke sekolah.

"Pagi kak!"

Gladys menyapa Danny, tak lupa dengan senyuman lebar yang ia tunjukan.

Danny hanya melirik sebentar, "Pagi."

Kemudian, Danny melangkahkan kakinya menuju kelas. Gladys tetap mengikuti di belakangnya.

"Ada urusan apa?" Danny heran mengapa adik kelasnya ini mengikuti dirinya.

Gladys langsung mendekatkan dirinya pada Danny. Semakin dekat, sampai Danny menutup matanya.

Gladys tersenyum jahil melihat reaksi kakak kelasnya itu, tangannya kemudian ia arahkan di atas kepala Danny. "Nih kak, ada daun jatuh. Kakak ngapain tutup mata gitu? Kakak kira aku bakal cium yaa."

Sial, ia dijahili oleh adik kelas yang satu ini.

"Ngga sih. Ge-er banget lo." balas Danny sebal dan melanjutkan jalannya.

Gladys tetap mengikutinya, kini ia sudah berada di samping Danny. Orang-orang yang melihat pasti akan berpikir jika mereka berdua datang ke sekolah bersama-sama.

"Nih, kak." Gladys menyodorkan bekal yang ia bawa kepada Danny.

"Buat gue?"

"Iya, ambil aja kak. Ngga ada racun, kok."

Awalnya, Danny tidak berniat untuk mengambilnya tapi ketika ia melihat ada kehadiran Nessa di kerumunan banyaknya siswa-siswi, ia langsung mengambilnya.

"Makasih, lo perhatian banget sama gue." ucap Danny sambil menekankan kata "perhatian" supaya Nessa dapat mendengarnya juga.

Setelah itu, Gladys pun berlalu pergi dengan senyum kemenangan yang ia tampilkan.

Nessa tidak sanggup lagi untuk berjalan, kakinya seketika terasa lemas. Mungkin, ia dapat pingsan jika tidak ada yang menahan badannya.

Samuel menahan badan Nessa supaya tidak terjatuh, kemudian ia mengarahkan pandangannya ke arah depan. Untuk kesekian kalinya, Danny lah yang menjadi penyebab dari kesedihan Nessa.

Tanpa aba-aba, ia langsung maju dan melayangkan tinju pada tulang pipi  Danny. "Bangsat! Ngga usah sakitin perasaan cewe lo terus."

Danny merasakan darah keluar dari ujung bibirnya. Ia mengelap darahnya sebentar lalu menatap sinis Samuel.

"Emang urusan lo sama dia apa?"

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang