Bab 24 : Camping I

754 152 101
                                        

Part Camping dibagi menjadi dua, karena isinya panjang dan sedikit berbeda pembahasannya.

Jadi, selamat membaca❤

Now Playing : fromis_9 - FUN

***

"Untuk membuktikan apakah teman kita sejati atau tidak, bisa dengan membuktikannya melalui camping atau naik gunung."

***

Tak terasa, hari Kamis telah tiba. Yang menjadi hari penantian bagi kelas 11, karena mereka akan mengikuti camping.

Dan hal tak terduga terjadi pada Nadhira, bisa-bisanya mobil yang dibawa oleh papanya tiba-tiba mogok. Yang membuatnya harus berlari dari arah luar sekolah menuju lapangan. Karena, Bu Seira menginstruksikan jika murid-murid kelas 11 harus datang paling telat pukul 06.50. Dan sekarang sudah pukul 06.51.

Nadhira bersyukur karena masih melihat kerumunan yang ramai, yang menandakan mereka belum berangkat dan meninggalkannya.

"Bu, maaf saya telat! Huh, huh, huh." Nadhira berusaha menetralkan detak jantungnya dan napasnya yang memburu.

"Tidak apa-apa. Segera masuk ke dalam barisan! Kita akan segera masuk ke dalam bus."

Setelah memeriksa perlengkapan dan jumlah murid-murid kelas 11, Bu Seira kembali menginstruksikan mereka untuk masuk dan duduk di tempat sesuai nomor absen.

"Nadhira! Kita sama-sama ya duduknya." ucap Ririn dan segera duduk di sebelah Nadhira.

"Bukannya samping gue, Nanda?"

"Nanda ngga datang jadi langsung loncat ke abjad R." canda Ririn.

Nadhira melayangkan tatapan curiga, "Masa? Jauh bener."

"Hehe, sebenarnya gue yang minta tukar sih. Habisnya, masa gue harus duduk sama Rey? Ngga banget!"

"Iya deh." Nadhira pasrah dan hanya mengikuti kemauan Ririn.

Nadhira memutuskan untuk menghilangkan kebosanannya dengan menyantap snack yang ia bawa. Padahal, ia baru masuk ke dalam bus selama sepuluh menit.

"Lama banget sih jalannya? Nungguin apalagi kita?" Ini bukan Nadhira, tetapi Ririn yang mengomel.

Tadi, Bu Seira menyuruh mereka cepat datang dan masuk ke dalam bus. Tapi, sekarang? Malah guru-guru yang lama. Andai, kata-kata "guru selalu benar" dapat dihapuskan.

Nadhira menyodorkan snacknya pada Ririn yang disambut dengan riang. Sangat berbeda dengan sebelumnya. "Aw! Makasih, Nadhira. Love you."

"Geli, lo!"

"Suka hati gue. Tapi beneran deh, kita nunggu apalagi? Eh bentar, itu kursi Alvino sama Carren kok kosong ya?" Ririn menunjuk pada kursi yang terletak di depan bus.

Nadhira yang penasaran pun mengikuti arah pandang Ririn, kursi itu benar-benar kosong. Carren memang sudah pasti tidak ikut, tapi Alvino?

"Alvino! Kamu ngapain masih di situ? Cepat masuk!" teriak Bu Seira dengan suara lantang membuat seisi bus ikut melihat ke arah Alvino.

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang