Bab 31 : Lima Puluh Hari

732 104 79
                                        

Yuk dijawab dulu sebelum baca💚

Lebih milih...

Di rumah/Keluar?

IPA/IPS?

Olahraga/Seni?

Sudah, deh. Selamat membaca❤

Now Playing : NCT DREAM - Ridin'

***

"Apakah kalian percaya dengan perkataan cinta hadir karena terbiasa?"

***

"Morning, Carren."

Tristan mendudukkan dirinya pada kursi di depan Carren. Kebetulan, Tristan satu kelas dengan Carren. Yang membuat hubungan mereka semakin dekat.

"Morning too, Tristan."

Saat ini, Carren sedang menyalin catatan dari Mery, teman satu kelasnya. Kemarin, Carren tidak sempat menyatatnya karena dipanggil ke ruang guru.

"Here you go," Tristan menyodorkan sejumlah permen yang sudah dimasukkan dalam satu plastik bening. Tristan juga menaruh sebuah sticky notes berwarna pink di dalamnya.

Carren menerimanya dengan riang. "Wow, apa ini?"

"Aku mutusin buat ngadain challenge lima puluh hari," ucap Tristan.

"Maksudnya?"

"Jadi, selama lima puluh hari, aku bakal kasih kamu kayak gini. Tapi, ngga selalu permen. Intinya, makanan, deh." jelas Tristan.

Paham akan maksud Tristan, Carren menganggukan kepalanya. "Oke, gue ngerti. Tapi, buat apa?"

Tristan mencubit pipi Carren secara pelan, "Biar kamu ngga sedih terus. Oh iya, kamu tadi ngelakuin kesalahan."

Carren membulatkan kedua bola matanya. Gawat! Ia baru saja melakukan kesalahan fatal. Seharusnya subjek yang ia gunakan bukan "gue", melainkan "aku".

"Sorry, ngga sengaja. Beneran, deh! Jangan kurangi permen gue, ya?" Carren teringat akan puppy eyes yang Nadhira gunakan dulu untuk membujuknya. Walaupun dulu ia tidak suka, tetapi sekarang. Dengan terpaksa, ia melakukannya.

Melihat puppy eyes yang ditunjukkan oleh Carren, membuat Tristan berpura-pura membuang mukanya. "No! It's still a mistake."

"Ih! Serius, cuman bercanda. Come on, Tristan." Bahkan, Carren kini sudah menarik pelan seragam milik Tristan.

"Ngga! Kamu tetap salah. Permennya besok, aku kurangi satu." Tristan pun berlalu pergi, meninggalkan Carren yang sudah menghentakkan kakinya.

"Ish, ngga di Indonesia, ngga di Singapura. Sama aja ngeselin semuanya!"

"Carren, aku masih bisa dengar ya," ucap Tristan dari belakang.

Carren mengukir senyum awkward pada Tristan, "Just kidding."

"Kurangi dua!"

Not My Type [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang