Sangat rekomen baca chapter ini sambil mutar lagu yang ada di mulmed:)
Now Playing : Peachy! Ft. Mxmtoon - Falling For You
***
"Ekspektasiku yang terlalu tinggi atau memang benar aku ditakdirkan untuk selalu gagal?"
***
Ryan menyapu pandangannya menuju setiap objek di tribun penonton. Hasilnya nihil, ia tidak dapat menemukan Carren.
Dalam hati, ia masih berusaha untuk berpikir positif. "Ah, paling bentar lagi dia datang."
Waktu terus berjalan, hingga tidak terasa, pertandingan pun selesai. Sayangnya, karena Ryan sebagai kapten futsal tidak bermain dengan benar, maka poin mereka pun kalah telak.
SMA Malaka memenangkan pertandingan melawan SMA Harapan dengan poin 3-1.
"Lo mikirin apa sih, Yan? Perasaan lo ngga gini waktu latihan." celetuk Beno dari arah belakang.
Mendengar perkataan Beno, Ryan hanya menghela napas dan tidak berniat untuk membalasnya. Ia salah, ia berpikir sejak naik pangkat menjadi kapten dari tim futsal SMA Harapan, semuanya akan berubah.
Tapi, sepertinya itu hanya angan-angannya saja. Buktinya, sampai kini, ia masih mengalami kegagalan.
Pak Rona yang melihat raut wajah kecewa yang ditampilkan dari Ryan hanya tersenyum pahit. Jujur, ia berharap lebih dan sudah membayangkan piala yang akan dibawa pulang oleh SMA Harapan hari ini.
Pak Rona juga tidak menyangka akan performa yang Ryan tampilkan di pertandingan hari ini. Seratus delapan puluh derajat berbeda pada saat latihan.
"Nak," panggil Pak Rona yang sudah berdiri di samping Ryan.
Ryan menoleh pada pelatih futsalnya, "Maaf ya, Pak. Ryan ngga bisa bawa pulang piala hari ini."
Pak Rona tersenyum sejenak, lalu membalas perkataan Ryan. "Tidak apa, masih ada kesempatan selanjutnya."
"Terima kasih pak."
***
Alvino menjadi sangat bersemangat ketika mengerjakan tugas kelompok mereka sejak Carren membalas perkataannya.
Flashback on
"Ren, kalau lo milih gue dari dua pilihan itu. Jangan pergi ya? Sama gue aja hari ini."
Carren tidak langsung menjawab permintaan Alvino, tapi jika dipikir-pikir lagi, mengapa ia sekarang lebih mementingkan urusan yang tidak penting daripada nilainya?
Baiklah, kali ini ia juga harus mengalah demi Calvin.
"Oke,"
Flashback off
Semangat yang dipancarkan Alvino seperti semangat orang yang baru saja meminum kopi setelah menahan kantuk yang melanda.
Sampai-sampai, sudah dua jam berlalu, Alvino dan Carren tidak sering berinteraksi karena mereka berdua fokus dengan pekerjaannya. Alhasil, pekerjaan mereka pun sudah hampir selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not My Type [✔]
Novela JuvenilRival Lomba. Itulah yang dapat menggambarkan hubungan Alvino dan Carren. Sebagai rival lomba, tentu saja mereka sering beradu mulut. Tiada hari tanpa mereka berdua saling beradu mulut, yang membuat suasana kelas 11 IPA 2 selalu ribut. Jika kalian...
![Not My Type [✔]](https://img.wattpad.com/cover/218623939-64-k425521.jpg)