BAB 34♡. Yuk, jawab dulu pertanyaannya.
Tipe cowo kalian kayak gimana, nih? Atau yang membuat kalian tertarik terhadap cowo itu karena apa?
Now Playing : Yura Yunita ft. Glenn Fredly - Cinta dan Rahasia
***
"Matematika memang rumit. Tapi, ada satu hal yang lebih rumit lagi. Yaitu, mencoba memahami perasaan perempuan."
***
"Gue udah nembak Carren,"
Nadhira yang sedang meminum airnya langsung menyemburkan isinya kembali ke luar. Jangan salahkan dirinya, salahkan saja Ryan yang berkata seperti itu tiba-tiba.
Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tidak ada sapaan maupun basa basi terlebih dahulu, Ryan langsung berkata to-the-point.
"Lo serius? Ngga ada basa-basi dulu gitu?" Nadhira meletakkan kembali botol minumnya di meja.
Ryan menggeleng. "Ngga, emang perlu?"
Plak!
Nadhira menepuk keningnya pelan. "Perlu lah! Lo napa ngga kasih tau gue dulu, bambang. Gue, kan, bisa bantuin lo."
"Kelamaan, ntar keburu Carren udah jadian sama yang lain." ucap Ryan. Ryan kemudian mendudukan dirinya di bangku depan Nadhira.
Tring!
"Ponsel lo bunyi, tuh."
Mendengar ucapan Nadhira, Ryan segera mengecek notifikasi pada ponselnya. Tapi hasilnya nihil, tidak ada satupun pesan yang masuk.
"Ngga ada. Ponsel lo kali,"
Kini, giliran Nadhira yang mengecek ponselnya. Dan benar saja! Ada satu notifikasi yang berasal dari Carren.
"Oh, dari Carren. Lo mau tau ngga apaan?" tanya Nadhira yang diangguki oleh Ryan.
Nadhira pun mendudukan dirinya dan mulai membuka isi pesan yang dikirim dari Carren.
Carren : Nadhira! Gue jadian sama Tristan.
Krik krik
Tidak ada ucapan apapun yang keluar dari mulut Ryan maupun Nadhira. Mereka masih sama-sama mematung.
"Kayaknya ucapan lo benar, deh. Sabar ya." Nadhira menepuk pundak Ryan pelan.
"Gue baru pertama kali nembak cewe, Nad. Masa udah kena tolak aja?" Ryan memasang raut wajah sedih.
Nadhira menjadi prihatin. "Sabar ya. Mungkin jodoh lo bukan Carren. Tunggu aja."
"Kenapa perasaan cewe susah ditebak, sih? Kalau gini, Matematika lebih gampang! Sesusah apapun tetap bisa dapat jalan keluarnya. Lah ini? Gimana dapatnya." ujar Ryan frustrasi.
***
Alvino memperhatikan soal Matematika yang telah diberikan oleh Pak Budi dengan serius. Kantong matanya sudah mulai menghitam dan menebal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Not My Type [✔]
Teen FictionRival Lomba. Itulah yang dapat menggambarkan hubungan Alvino dan Carren. Sebagai rival lomba, tentu saja mereka sering beradu mulut. Tiada hari tanpa mereka berdua saling beradu mulut, yang membuat suasana kelas 11 IPA 2 selalu ribut. Jika kalian...
![Not My Type [✔]](https://img.wattpad.com/cover/218623939-64-k425521.jpg)