Klik ⭐ dulu yukk..
⤵
Happy Reading ❤❤❤
⬇⬇⬇
Author
Pagi ini mentari terbit begitu cerah, disambut dengan hari pertama Hulya melanjutkan sekolahnya di Jakarta setelah pindah dari sekolah lamanya di Bandung.
Ia sudah terlihat rapi mengenakan seragam sekolahnya yang baru dengan rambut sebahunya yang dijepit atas ke belakang.
Ia juga terlihat sangat kegirangan untuk masuk ke sekolah barunya, karena bagi Hulya mencoba sesuatu yang baru itu bukanlah sebuah tantangan, melainkan kebahagiaan tersendiri baginya.
Hulya langsung menyapa kedua orangtuanya dengan kecupan selamat pagi.
"Nisha, tadinya Papa pikir kamu akan merubah penampilan ketika kita telah berada di Jakarta. Ternyata belum," ujar Papanya asyik memotong roti setelah melihat penampilan Hulya
"Merubah penampilan kayak gimana maksudnya Pa?? Emang kayakginih Nisha kurang cantik ya Pa? Atau kurang rapi??" balas Nisha seraya memperhatikan penampilannya kembali dari atas kebawah
"Maksud Papa, anak gadis Papa akan sangat terlihat cantik dan rapi jika dia mau berhijab." jelas Wira penuh harap menatap putrinya
"Pa, Nisha kan masih kecil. Dan baru juga beranjak ke usia remajanya. Jadi biarin ajalah Pa, sampai Nisha benar-benar siap untuk berhijab!" potong Hana
"Ya kan sayang?" lanjutnya sambil mengelus kepala Hulya, yang dibalas anggukan senyum olehnya.
Sedangkan Wira yang mencoba memahami keinginan putrinya saat ini, kembali melanjutkan sarapannya.
Fahri
Setelah selesai sarapan, aku langsung menuju motor red ninjaku yang telah menunggu untuk diajak berpetualang hari ini.
Disaat aku berada didepan gerbang, aku tertarik melihat sesuatu, yaitu seorang gadis mungil yang terlihat mengenakan sepeda sunky nya berwarna pink.
"Kenapa dia malah mengenakan sepeda? Itu mobilnya ada 2. Anehh" bathinku
Refleks aku memajukan motorku memenuhi setengah jalanan komplek disaat dia mengayuh sepeda kearahku.
"Hey.. Kok kamu berangkatnya naik sepeda? Kenapa nggak diantar sama mobil aja?" tanyaku cukup penasaran
"Memangnya kenapa Kak? Apa ada UU dikomplek ini kalau pergi sekolah nggak boleh naik sepeda??" balasnya.
Lagi-lagi membuatku kehilangan kata-kata :v
"Minggir, aku mau lewat. Atau aku aduin Kakak sama Tante Prita. Mau??" yahh, malah ngancam aku.
Terpaksa dehh, aku mundur. Udah bawa-bawa bunda soalnya :v
Dia mulai mengayuh kembali sepedanya, perlahan menjauh dariku. Aku kembali mengarahkan motorku kedepan menuju keluar komplek sambil mengiringinya pelan-pelan.
Yaahh meskipun dia cuek, tapi aku tertarik melihatnya. Hihiii
Hulya
Hari pertamaku sekolah di Jakarta cukup melelahkan. Aku mengenal banyak teman baru disana.
Setelah selesai shalat dan makan siang, aku langsung menuju taman disamping kolam renang dengan membawa sebuah Al-Qur'an berwarna pink, yang berukuran sedang.
Aku mulai membukanya dan membalik setiap helai menuju kajian ayat terakhir kali aku membacanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sinar Cinta Hulya
Romance"Hulya, menikahlah denganku!! Lengkapi ibadahku menuju Jannah-Nya!! Dan kita tidak akan pernah terpisah seperti bulan, bintang, dan langit. Aku mencintaimu seperti ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang tak akan habis berkisah. Aku mencintaimu seperti butir...
