"nothing"
...
"Raf, baru pulang?" Tanya mama.
Gue ngangguk. "Iya ma, maaf ya pulang telat" jawab gue. Sebelumnya gue juga udah nelfon mama tentang kejadian Ica dan bu Ranti juga Jun. Sepulang dari rumah sakit, gue langsung anterin Adel pulang, seharusnya setelah itu gue pulang, tapi gue gak tega liat Adel yang udah lesu gitu mau buat tugas untuk ospek besok. Ya alhasil gue yang bantuin dia buat tugas dan dia yang molor.
"Iya sayang mama ngerti kok, kamu pulang telat juga gak apa sayang" kata mama lagi. Gue berjalan ke arah mama yang duduk di sofa dan perlahan gue peluk mama dari samping sambil ngusel-ngusel kepala gue di lengannya mama. "Capek banget ya? Udah berapa jam tadi Adel nenangin kamu nangis?" Tanya mama.
Sejujurnya gue malu tadi nangis depannya Adel, tapi ya biarin deh yang penting Adel gak ilfeel sama gue tadi, malah dia yang nenangin gue tadi, wkwk.
"Aaa mama jangan bahas itu dong"
"Anak mama yang satu ini manjanya gak ilang-ilang ya! Sana mandi! Bau keringet!" Usir mama, gue langsung ngacir ke kamar dan mandi.
...
Di tempat yang berbeda, Adel mengerjapkan matanya berkali-kali lalu melihat langit-langit kamarnya. Kok gue bisa di kamar sih? Perasaan tadi masih buat tugas sama Rafka. Lalu Adel bergegas turun.
"Bundaaa bundaaa!" Teriak Adel dari tangga.
"Hush! Kamu malah teriak-teriak!" Bentak bundanya. Nyali Adel menciut, tapi ia masih saja turun dan menghampiri bunda.
"Bundaa, kenapa Adel di kamar?" Tanyanya dengan wajah polosnya.
"Ya dibawa lah ke kamar, kata Rafka tadi kamu ketiduran waktu buat tugas makanya bunda suruh Rafka bawa kamu ke kamar" jawab bunda.
"Ohh gitu.. terus Rafka mana bun?" Tanyanya lagi.
Bunda memasang wajah datar. "Ya udah pulanglah Adel, masa iya dia nunggu kamu yang tidurnya lama, kalo nunggu mah Rafka juga bisa sambil bikin dagangan"
"Ih bunda mah!"
Adel kembali ke kamarnya karena panggilan ayahnya. "Del, ada yang nelfon tuh, suara nada dering kamu jelek banget" kata ayahnya.
Lalu Adel menuju ke kamarnya. Ia langsung tertawa mendengar suara nada dering yang khusus ia gunakan saat mendapat telfon dari Rafka. Lagu milik cita-citata aku meriang itu terus berbunyi.
"Lama banget sih angkatnya"
"Yee orang aku habis dari bawah, lagian kamu nelfon ngedadak banget"
"Lah? Masa iya sebelum nelfon kamu aku harus buat syukuran dulu gitu?"
"Iii bukan gitu dodol! Kamu kenapa nelfon?!"
"Eh? Emang salah nelfon pacar sendiri? Kalo salah ya udah aku tutup dul-"
"Eeehhh jangan! Gak peka banget sih!"
"Hehehe engga kok aku bercanda. Kamu belum mandi ya?"
"Belum, hihi"
"Dih, pantes bau nya sampe sini! Anak perempuan kok jam segini belum mandi! Jorok"
"..."
"Lah kok diem? Ngambek? Ya udah ngambek aja, padahal tadi aku udah buatin tugas kamu sampe selesai lho"
"Yang bener? Ck, paling boongan!"
"Eh iya bener, liat aja ntar sebelum kamu tidur"
"Ck, iya iya, aku mau mandi dulu"
"Ya udah, mandinya jangan kelamaan, tidurnya juga jangan kemaleman, besok pagi terlambat tau rasa kamu! Besok aku jemput pagi-pagi, kita sarapan buburnya mang Ipin ya, jangan lupa cek tugasnya"
"Iya Rafka Dinata sayangku!! Goodnight!"
"Goodnight too baby"
Baper kan gue jadinya! - Adel.
...
Keesokan paginya, Rafka menjemput Adel pagi-pagi dan pergi ke pedagang kaki lima yang buka jam-jam sepagi ini, siapa lagi kalo bukan mang Ipin, langganan bubur mamanya Rafka.
"Dua mang, kayak biasa"
Setelah mereka selesai sarapan, akhirnya mereka pergi ke kampus untuk melanjutkan kegiatan ospek mereka.
"Ikutin ospek yang baik, jangan cuci mata, jangan ngelawan kalo dibilangin, awas aja kamu bandel" pesan Rafka. Adel hanya mengangguk.
"Kamu juga sama, jangan jelalatan matanya!" Bentak Adel.
"Buat apa sih mataku jelalatan kalo udah punya kamu?"
"Iihh pagi-pagi bikin gue baper aja lo! Jadi kangen kan sama bebeb gue!" Teriak Bagas. "Rindu berat gue sama Navya"
"Yang berat bukan rindu Ba, tapi dosa lo" kata Jun yang sudah nampak ceria.
"Udah-udah, malah berantem nih pasangan gay, kuy masuk!" Ajak Adel.
Rafka yang melihatnya dari gedung pemisah mereka hanya tersenyum. Bagaimana bisa ia akan mencari gadis lain sedangkan Adel sesempurna itu bagi Rafka.
Duk
"Eh maaf kak! Maaf" kata seorang maba perempuan.
"Gue bukan kating, gue maba juga" jawab Rafka dingin, ia kembali ke mode maung jika tidak bersama Adel dan para sahabatnya.
"Kenalin, gue Mila! Lo siapa?"
"Rafka" setelah menjawab itu Rafka langsung berjalan ke gedung tempat ospeknya meninggalkan perempuan itu yang masih tersenyum melihat Rafka.
"Gue gebet, keren nih" monolog Mila.
🌻🌻🌻
Vote 🙃
KAMU SEDANG MEMBACA
PEKA
Novela JuvenilBuah mangga buah manggis Adel pacaran yuk! 🎐🎐 Love journey pt.2 .... Started : 27 Januari 2019 🌻 🌻 🌻
