Vote!
Jika ada niatan untuk memencet bintang di bawah pojok paling kiri Silahkan,
***
Perlahan Kakinya melangkah, matanya sibuk menelusuri beberapa ruangan, membuka pintu dengan pelan kemudian masuk ke ruangan tersebut, ia mendengus pelan
Bagaimana mungkin Kim Hanbin membiarkan beberapa ruangan di kosongkan,?
ia keluar dan melanjutkan kegiatan menelusuri seluruh seluk beluk rumah ini yang katanya hadiah pernikahan dari Kim Hanbin, itu berati rumah mereka berdua
rumah yang lumayan luas hanya untuk berpenghuni dua orang, dirinya dan Kim Hanbin,
ia membaringkan tubuhnya di sofa besar di tengah ruangan, sofa yang terasa lembut di kulitnya
Jennie teringat, sampai lupa belum membalas pesan dari kekasihnya, puluhan pesan kemarin masih terabaikan, Jennie merasa bersalah karena belum membalas satupun pesan dari Taehyung,
"bahkan aku belum sempat membalas pesan Taehyung, gara- gara sibuk berdebat dengan Suami Sialan!"
Ia mengechek pesan,
raut mukanya berubah pucat, karena hari ini Taehyung tidak mengirimnya pesan, entahlah mungkin ia marah, yang pasti Jennie belum bisa menemuinya, dikarenakan masih sibuk dengan urusan rumah tangganya yang masih belum seujung kuku,
memikirkan Kim Hanbin saja membuatnya pening, dan hal apa lagi yang akan terjadi hari ini? perdebatan apa lagi yang sedang Kim Hanbin siapkan untuknya
tangannya sibuk mencari kontak Taehyung di ponselnya, berniat meneleponnya meminta maaf
masih menunggu panggilan di angkat, Jennie melangkah ke halaman belakang sambil melanjutkan sesi mengecheknya yang sempat tertunda
dengan panggilan di ponselnya untuk ke lima kalinya, ia mencoba menelpon Taehyung,
Taehyung sama sekali tidak berniat mengangkat panggilannya
Jennie mengacak rambutnya frustasi,
merasa sial dinikahi secara licik oleh Kim Hanbin, dan sekarang ia di campakan oleh kekasihnya
Sangat sempurna bukan?
"Well aku sampai lupa kemana Suami gilaku pergi? sudah mau siang seperti ini masih belum menemuiku?"
Ponselnya bergetar Jennie mengernyit,
"Rossie, ada apa?" Tanyanya langsung
" aku sedang merasa kesepian, jadi aku menelpon mu, aku ingin bercerita, kau sibuk tidak? tentu tidak kan?"
Jennie berjalan di pinggiran kolam renang yang lumayan luas "Yahh, beginilah hidupku Rossie, di bilang sibuk tidak terlalu, tapi aku sedang melakukan sesuatu,"
"Ahh,, maafkan aku Jennie, kenapa aku malah berkepikiran untuk meneleponmu, aku akan menelepon Somi, tentu saja kau sibuk bercinta dengan suaminu, haha maaf Jane aku tutup"
"Sebentar Rossie apa yang kau bicarakan!? Aku berkeliling di rumah baruku! bercinta apanya jorok sekali perkataanmu!"
"Rumah baru?"
"Kim Hanbin bilang ini hadian pernikahan, tapi sampai sekarang berengsek itu belum juga memperlihatkan batang hidungnya dari tadi pagi! aku sangat kesal"
"Begitu ya. sudah rindu saja baru berjam jam berpisah, bagaimana? malam pengantinmu? ahh aku sangat penasaran, tidak bisa jika berbicara lewat tlpon, aku ingin mendengarkan secara langsung aku sangat penasaran bagaimana rasanya Kim Jennie bercinta dengan Kim Hanbin, pasti sangat menyenangkan, apakah kau berteriak kenikmatan?!"
"Kau Gila!?" teriaknya mematikan sambungan telpon tidak bisa dilanjutkan, otak Rossie agak sengklek dalam membahas hal hal berbau seperti ini,
ngomong- ngomong, bercinta apanya setelah semalam Kim Hanbin bersusah payah menggodanya, Jennie yang kehabisan akal menghadapi ke mesuman Kim Hanbin terpaksa harus melawannya secara sadis, menendang kejantanan Kim Hanbin sampai pingsan Walaupun ia sendiri panik setengah mati
tersadar Jennie tertegun,
Wahh
ternyata halaman belakang rumah ini sangat istimewa, di sambut dengan suasana hijau di belakang rumah, wewangian khas dedaunan ia rasakan di hidungnya sangat menyegarkan, di tengah- tengah ada dua buah kursi panjang berhadapan, di tengahnya bangku sama panjang, cocok untuk mengumpul bercerita
Makhluk di dalam perut Jennie berbunyi, ia mengusapnya,
Sial! bahkan sampai sekarang pun aku belum mengisi perutku dengan benar! suami macam apa membiarkan Isterinya kelaparan seperti ini!
kembali masuk ke dalam rumah berjalan menuju dapur, mencari apa saja yang bisa mengisi perutnya
Jennie teringat dengan perkataan Kim Hanbin kemarin
Aku akan menjadi suami yang baik untukmu
Jennie tersenyum kecut memikirkannya
Ck! Suami baik apanya? pikirkan saja dirimu dengan benar,,
Ia membuka kulkas kemudian menutupnya kembali lalu membuka lemari yang lain
masih belum menemukan yang ia cari,
"Hanbin memang berengsek!!tidak ada yang bisa di makan disini, memang beniat membuatku menderita! yatuhann,, aku sangat lapar" meraih air minum, kemudian meneguknya secara kasar,
"Ada apa Jennie, kenapa uring uringan?" Jennie terjengkat kaget, dengan kehadiran Hanbin tiba- tiba,
"Astaga!"
Hanbin tersenyum meletakan beberapa kantung kresek belanjaan bahan makanan,
Hanbin menghampiri Jennie, lalu mengecup bahunya
"Maaf membuatmu kelaparan, tapi aku sudah banyak membeli makanan untukmu, aku meletakannya di meja, cepat makan aku tidak mau isteriku mati kelaparan!"
menurut,
Jennie menghampiri meja makan membuka beberapa bungkus makanan,"Han,, kau pikir di rumah ini kita tinggal satu kampung?! kenapa banyak sekali? penghamburan saja"
Hanbin yang sedang meletakan bahan makanan mendongkak, "makan saja yang ada," kembali sibuk dengan urusannya,
setelah selesai menata banyak bahan makanan ia bangkit dari jongkoknya menemukan Jennie yang sedang makan begitu lahap Hanbin tersenyum
"Bagaimana rumahnya?" tanya Hanbin duduk di sebelah Jennie
"bagus, tapi aku belum berkeliling ke lantai atas aku terlalu lapar
-tapi, bayak ruangan di kosongkan?"
"aku belum sempat membeli barang- barang, besok kurencanakan"
Jennie berhenti mengunyah menatap hanbin tajam "Kau darimana saja?"
"dari Rumah sakit,"
Jennie mengernyit
"Rumah Sakit? kau sakit?"
"Tentu saja, aku habis membenarkan Kejantananku yang kau tendang semalam!"
Jennie terbatuk!
Hanbin terkehkeh pelan, menggelengkan kepala, beranjak dari kursi
"Mau kemana lagi?! kau sengaja membiarkanku sendirian di rumah sebesar ini?! tidak tahu rasanya sangat membosankan" ujar Jennie sinis
Hanbin tertawa lagi "Aku mau mandi! Kenapa? mau ikut? kita mandi berdua, dan melakukan hal- hal yang menyenangkan bagaimana?"
dan direspon dengan delikan tajam dari Jennie
***
mohon dimaklum, jika ada kata/penulisan yang salah
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is A Sengklek! (Jenbin)
Fanfiction"Dasar Suami Sengklek!" Seseorang yang dulu Aku Cintai dia pergi meninggalkanku, bertahun lamanya tanpa kabar, membuatku ragu aku terlalu lelah menunggunya tanpa kepastian yang jelas, Kemudian kerinduanku berubah menjadi kebencian setelah seseorang...
