20. Loving Him

301 33 16
                                        

Vote!
Jika ada niatan untuk memencet bintang di bawah pojok paling kiri Silahkan dengan senang hati melanjutkan story inih

***

tidak akan pernah ada yang tahu bagaimana bahagianya Hanbin saat ini, hatinya berbunga- bunga ketika merasakan Jennie mengecup seluruh wajahnya mengecup lehernya terutama kecupan manjanya di dagu, Hanbin membiarkannya menikmati bagian atas tubuhnya,
ohh yatuhan,, Jennie sangat manja dan menggemaskan ia merasa bermimpi saat ini dari saat Jennie terbangun dari tidurnya yang ia kira Jennie menangis karena merasakan kesakitan, antara khawatir dan takut, takutnyaa Jennie memaki menyumpah serapah karena Hanbin dengan beraninya memeluk dan membawa ke ranjangnya tapi salah justru Jennie menatapnya penuh kebahagiaan

teringat tadi siang
Hanbin begitu khawatir dan ketakutan ketika masuk kedalam rumahnya matanya langsung melihat Jennie menuruni tangga dengan koper besar di tangannya membuat nafasnya memburu lebih cepat

Apa dia akan pergi? apa dia akan menyerah dan pergi dari sisiku?
berbagai Pertanyaan muncul memutar di kepalanya membuat dia ketakuktan tapi dia terkesiap dengan cekatan berlari menghampiri dan menangkap kepala Jennie, yang terpeleset akibat timpuan koper besar pada kaki sebelah kanannya membuatnya oleng dan terjatuh

Bibir manisnya pucat seluruh tubuhnya panas membuat Hanbin kebingungan harus berbuat apa, karena selama ini dia tidak pernah berhadapan dan mengurus orang sakit
jadi dia berusaha berbuat lembut dan membawa Jennie kekamarnya membaringkannya dan tertidur di ranjangnya ia mendekapnya dengan nyaman memeluk tubuh mungil wanitanya,
ia gugup setengah mati, akhirnya ia bisa memeluk wanita kasar dan pembangkang ini rasanya ia ingin memeluknya lebih kencang namun ia urungkan ia tidak mau membuat tulang wanitanya patah hanya karena pelukan

"Hei,," panggil Jennie memeluknya dari belakang ia menompangkan dagunya di bahu sebelah kiri Hanbin

Hanbin tersenyum kembali, senyumannya sampai ke ulu hatinya saking bahagianya dia,
sebenarnya ada banyak pertanyaan muncul di kepalanya untuk Jennie namun ia menimangnya kembali dan ia urungkan, yang menurutnya pertanyaannya tidak terlalu penting dan ia takut karena pertanyaannya Jennie kembali berubah

pertanyaan apa yang terjadi selama kepergiannya sehingga membuat Jennie berubah drastis lebih manis dan bertingkah manja menggemaskan sangat berbeda dengan Jennie dua minggu yang lalu yang murka menatapnya benci, ia sangat penasaran apa sebenarnya terjadi yang membuat Jennie seperti ini

Ohh Please,, Hanbin sangat bahagia saat ini

"Honey? Suamiku?" tanya Jennie mengecup pipi Hanbin menyadarkannya dari lamunan panjangnya

"Ya Sayang." Hanbin menoleh sebentar sebelum kembali fokus pada laptop di atas pahanya,
Pagi yang selalu ia impikan terbangun mendapati Jennie dengan maha cantiknya menyambutnya
seperti sekarang ini, bangun tidur ia mendapatkan perlakukan manis dengan pelukan hangat di atas ranjang, dagu Jennie bergerak manja di bahunya

"Hei Hanbin,, apa yang kau lamunkan sehingga panggilanku kau abaikan, dan kenapa kau mengetik huruf tidak beraturan seperti itu? kau melamun apa? katakan padaku"

Hanbin tersadar ia angkat tangannya dari keyboard di laptop tanpa sadar jarinya mengetik huruf tidak beraturan membuatnya tertawa kecil

"aku melamunkanmu Jane," ia menusap lengan Jennie yang menyilang di dadanya

Hanbin melihat Jennie tersenyum cerah
"Cium aku," titah Jennie tanpa bantahan

Hanbin mendekatkan bibirnya kepipi Jennie mengecupnya mesra
melihat Jennie tersenyum ia bahagia

"hem no, no, bukan di pipi, maksudku dibibir baby morning kiss,," Jennie bergelayut manja di lehernya sengaja terus memainkan gairahnya, tidak tahu Hanbin sangat ingin mendekapnya menciumnya membabi buta melahap bibir itu tanpa ampun, tapi ia berusaha menahan semuanya ini belum saatnya

My Husband Is A Sengklek! (Jenbin)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang