[ last — lil bit not safe for ied ]
;
Maka Taehyung tergelak seusai menatap Jungkook yang baru saja selesai klimaks di pangkuannya dan berhasil membasahi perutnya dengan cairannya yang begitu banyak pun berantakan ditambah masih ada bekas pelepasannya yang pertama tadi. Kali ini Jungkook sukses membuat pakaian yang masih membungkus kokoh tubuh suaminya nampak begitu kotor bercampur dengan bau keringat yang pekat membasahi tubuh keduanya sepanjang bersenggama.
Jungkook akhir-akhir ini selalu begini. Tidak mau beranjak tiap selesai berhubungan badan dengan dalih menyukai sensasi meledak dalam tubuhnya dan juga rasa penuh, ditambah lagi secara tiba-tiba anak satu itu melarang Taehyung untuk memakai pengaman dan membiarkannya untuk keluar di dalamnya.
Taehyung tidak mengerti, ia hanya menurut dan sekarang tengah sibuk membiarkan Jungkook menidurkan kepala pada pundaknya juga meninggikan selimut agar punggung kesayangannya satu ini tak kedinginan sebab hujan diluar sangat deras dan hawa berubah menjadi cukup dingin terlebih tubuhnya masih sedikit gemetaran akibat pelepasannya yang kedua.
"Ayo mandi dulu Sayang? Kalau yang di bagian belakang cantikku ini kering nanti membersihkannya agak sulit, kalau kulitmu timbul ruam suamimu harus bagaimana? Tempo hari kau menangis bilang perih kalau kering, ayo bangun dulu?"
Jungkook menggeleng masih dengan ujung matanya yang basah juga hidungnya yang memerah. Berhasil keluar dua kali membuat Jungkook pusing sendiri. Kepalanya pening, berdenyut dengan tempo tidak teratur juga bagian bawahnya yang masih terasa penuh dan meninggalkan banyak sensasi menyenangkan didalam sana.
Demi Tuhan, Jungkook tak pernah merasa kurang saat mereka dalam keadaan seperti ini. Sebab Hyungnya selalu bertingkah, berlaku, dan berucap begitu dewasa meski Jungkook tau bahwa ia juga selalu berusaha mengimbanginya agar dirinya tak merasa jauh, tapi tetap saja Jungkook selalu merasa kecil di sisi suaminya namun tidak ketika mereka sedang bercinta.
Taehyung mulanya memang selalu menuntunnya tiap berusaha belajar untuk mengatur sendiri bagaimana tubuhnya ingin mengejar euforia.
Tapi lama kelamaan Jungkook yang merasa sudah menjadi pro-player ini mulai berani berlaku sendiri. Memberi suaminya kepuasan dan juga puncak klimaks di dalam dirinya selalu terasa hebat bagi ketenangan dirinya. Hatinya menghangat tiap Taehyung memperdalam ciumannya manakala meletup juga meledak dalam tubuhnya.
Hingga rasanya tiap kali mereka harus berakhir, Jungkook selalu mendadak jadi setengah tidak rela. Sebab suaminya akan kembali mengurusnya seolah dirinya adalah bayi yang tak mampu melakukan apapun tanpa bantuan orang lain. Tapi di satu sisi Jungkook juga tak menolak sebab ia juga selalu menyukai atensi Taehyung yang diberikan tak berbatas kepadanya.
Perlakuan manis suaminya yang selalu tak absen memberinya banyak ciuman juga pagutan lembut selagi ikatan keduanya perlahan dilepas juga menangkup sisa cairan yang mengalir dari bagian bawah yang masih setengah terbuka setelah rasa kosong mendera hebat entitasnya, masih menjadi salah satu bagian paling hebat yang selalu membuat Jungkook semakin jatuh hati.
Terlalu payah menerima banyak sayang yang melebihi batas kadar yang seharusnya.
"Kau kenapa selalu merengut begini hm? Hyung hanya mau membersihkanmu?"
Jungkook menggeleng dan sedikit menyamankan dirinya untuk berbaring diatas handuk hangat yang sudah Taehyung siapkan. Dibawah pinggangnya diberi satu bantal penyangga agar tubuhnya lebih mudah saat dibersihkan dengan tisu basah terlebih dahulu sebelum dibawa ke kamar mandi untuk dimandikan dengan air hangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
amante | taekook
Fanfiction[ SUDAH TERBIT OLEH CHOKO PUBLISHER ] ▶start 221118 ▶boys x boys | don't like don't read❗❗ ©errezea - 2018
