• epilogue [ 1 / ... ] •

30.4K 2.3K 799
                                        





















;

Dua tahun berlalu dan semuanya masih tampak sama. Taehyung masih tetap seorang profesor seni dengan kecakapan luar biasa juga masih suami yang bertanggung jawab dengan segala perlakuannya yang dewasa, manis, dan kelewat romantis.

Jungkook juga begitu, masih tetap pemain futsal dan drummer favorit Profesor Kim dan juga jagoan di angkatannya. Setahun belakangan ini juga ikut keanggotaan tinju di kotanya. Tentu dengan dukungan penuh dari si suami sebagai hadiah sebab sudah memasuki tahun terakhirnya berkuliah.

Sejauh ini mereka sudah sangat berhasil, bahkan Jungkook sudah punya pemasukan sendiri dengan menjadi penulis artikel terkenal di forum besar dan sesekali menjadi asisten suaminya saat mengajar ataupun saat menjadi pembicara besar di suatu seminar nasional.

Jungkook sudah bisa membelikan Mama dan Ibu tas bermerk dan juga seperangkat alat golf untuk Ayah. Sudah bisa membelikan keperluan sekolah untuk adik iparnya atau membelikan pakaian yang lucu untuk anak pertama Jimin dan Yoongi yang sudah berusia hampir satu tahun dan sudah pandai merangkak. Ia juga sudah bisa membelikan rumah kaca untuk makam Haru dan juga membelikan beberapa setel jas kerja agar bisa dipakai suaminya saat mengisi seminar internasional yang diadakan di kantor kedutaan.

Bangga rasanya melakukan satu persatu impian kecilnya di usia dua puluh dua. Menyelesaikan studinya tepat waktu dan tinggal menghitung hari menuju wisudanya.

Omong-omong Jungkook sedang mengalami kram perut dua hari ini. Kandungannya sudah menginjak usia dua puluh tujuh minggu sekarang. Pergerakan bayinya sungguh solid dan aktif. Sering membuatnya terjaga sepanjang malam sebab kadang Jungkook juga khawatir soal apa yang terjadi hingga anaknya benar-benar tak bisa sedikit tenang seharian. Apa karena ia kurang berolahraga mengingat ia sudah rehat dari seluruh kegiatannya sejak tiga bulan lalu atau adakah gangguan lain yang mampu memicu keaktifan bayinya yang rasanya seperti berlebihan sekali untuk seukuran janin berusia enam bulan.

Jimin yang sudah pro soal bayi hanya tertawa menemaninya begadang (Jimin juga harus mengurus gadis kecilnya yang kadang juga tak bisa terlelap karena lapar atau sebagainya di tengah malam). Katanya itu normal, normal sekali dan malah bagus kalau pergerakan bayinya sangat aktif. Setidaknya itu cerminan bahwa anak yang dikandungnya betulan menyerap DNA-nya dengan baik.

Bukan maksud Jungkook tak mau membangunkan suaminya jika terjaga seperti itu. Hanya saja Hyungnya benar-benar jadi oknum sibuk, ditambah yang mengalami morning sickness dan juga mengidam diantara mereka berdua adalah Taehyung. Terpujilah Taehyung dan seberapa besar sayangnya kepada Jungkook hingga sakitnya ia bawa sendiri semua.

Untungnya morning sickness yang dialami Taehyung lumayan tau waktu. Sebab Taehyung hanya mual saat sedang mencumbu Jungkook dan saat orang tua mereka tahu soal ini—tentu Taehyung jadi bahan olokan untuk waktu yang cukup lama.

Satu keluarga juga tahu kalau Taehyung itu nafsu dan sayangnya kepada Jungkook benar-benar seimbang sama besar. Tidak di rumah Mama Jeon tidak juga di rumah Ayah Ibu Kim, yang mereka lakukan saat malam selalu bersenggama dan membuat orang tuanya harus mendengar Jungkook terisak dan mendesah diiringi decitan ranjang yang cukup keras.

Jadi sewaktu tau bahwa mereka berdua jadi tidak bisa tidur bersama saat kehamilan masih dalam trimester pertama, rasanya kasihan juga. Jungkook tidak berhenti berdoa setiap hari sembari mengusap kandungannya berharap Taehyung tak terlalu mual lagi saat dekat-dekat dengannya, karena sungguh—Jungkook juga ingin bermanja-manja selagi kandungannya belum seberapa besar. Ditambah bacaan aneh-aneh Jungkook selama hamil juga masih tetap sama. Info soal betapa bagusnya efek bercinta ketika mengandung juga jadi salah satu yang ingin dicobanya.

amante | taekookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang