FOLLOW DULU AKUN AUTHOR!!
WAJIB BERI VOTE DAN KOMEN
JANGAN JADI SILENT READERS
15+
- - - - -
❝ ketika salmon dan singa dijodohkan ❞
Masih menceritakan seorang bad boy and good girl yang bertemu secara tidak sengaja. Seseorang bernama Justin Atla...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Melihatmu bahagia adalah kebahagiaan tersendiri untukku.
~Natcha Sheila Saputri~
----- Author POV
"Lo ngapain disini?" tanya seorang laki-laki yang baru saja keluar dari ruangan kamarnya. Rambut coklatnya masih berantakan, belum tertata rapi. Kedua matanya menyisakan bekas tetesan air mata semalam.
Justin menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal. Semalam, ia bermimpi aneh. Sangat aneh malah.
"Ngambil barang yang ketinggalan," jawab Natcha tak mengalihkan perhatiannya dari sebuah menu yang sedang ia masak. Justin mengernyitkan dahi bingung.
"Apa?" tanyanya. Natcha membalikkan badannya, kemudian mengangkat telapak tangan kirinya yang putih. Mata Justin tertuju pada jari manis Natcha yang terpasang sebuah cincin dengan hiasan berlian di tengahnya.
"M... Maksud lo apa?"
Natcha mematikan kompor dan menuangkan makanan yang telah di masaknya ke atas piring saji. Setelahnya, Natcha melangkahkan kaki mendekati sang tunangan yang baru setengah sadar dari tidurnya. Gadis itu melingkarkan kedua tangan pada leher Justin saat jarak antar keduanya tidak terlalu jauh.
"Lo gak mungkin lupa, kan?" tanyanya memastikan. Justin terdiam, berusaha mengingat apa yang dimaksud oleh gadisnya.
Jika tidak salah urutannya seperti ini. Semalam ia mabuk dan mengoceh tidak jelas. Kemudian ada Natcha yang mengatakan sesuatu, seperti...
Justin menutup mulutnya tidak percaya. Ia memandang gadis itu penuh harap. Justin semakin dibuat kaget ketika dengan santainya Natcha menganggukkan kepala.
"Iya. Gue cinta sama lo," ucapnya disertai senyuman manis yang menjadi candu tersendiri bagi lelaki itu. Tanpa basa-basi Justin memeluk tubuh gadis di depannya erat. Air mata menjadi saksi kebahagiaan yang dirasakan atas apa yang ia dengar pagi ini.
"Hiks... L... Lo... Gak bercanda, kan?" tanya Justin sedikit gugup masih dalam pelukan gadisnya. Natcha terkekeh sebelum akhirnya menggelengkan kepala. Mengerti dengan jawaban gadisnya, Justin semakin mempererat pelukannya. Sesekali lelaki itu mengecup tengkuk serta leher jenjang Natcha.
"Thanks Nat... Thanks," ujar Justin dengan nada yang sangat bahagia. Natcha melingkarkan tangannya untuk membalas pelukan hangat Justin. Gadis itu ikut tersenyum, melihat Justin bahagia adalah kebahagiaan tersendiri untuknya.
Secara tiba-tiba, Justin melepaskan pelukan yang menjadi awal di hari Sabtu ini. Lelaki itu menatap lekat pada gadisnya. Tangannya bergerak untuk menggenggam kedua tangan putih milik Natcha.
"Please, bilang kalau ini bukan mimpi."
"Hahaha... Lo lucu," ujar Natcha sambil mencubit gemas kedua pipi Justin. "Ini bukan mimpi, sayang," lanjutnya yang kembali memeluk tubuh kekar Justin. Pipi Justin sedikit merona kemerahan. Apa telinganya tak salah dengar?