FOLLOW DULU AKUN AUTHOR!!
WAJIB BERI VOTE DAN KOMEN
JANGAN JADI SILENT READERS
15+
- - - - -
❝ ketika salmon dan singa dijodohkan ❞
Masih menceritakan seorang bad boy and good girl yang bertemu secara tidak sengaja. Seseorang bernama Justin Atla...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah berpisah dengan gadisnya tepat di depan ruang OSIS, Justin terus berjalan memasuki kelasnya yang mulai ramai. Lelaki itu mendelikkan mata malas melihat Caylin yang sedang asik berbincang bersama beberapa teman perempuannya.
"Aldo," panggil Justin pada Aldo yang tengah dikerubungi oleh para gadis. Orang yang dipanggil pun mengalihkan sejenak perhatiannya.
"Apa?" mengerti dengan raut serius Justin, Aldo memilih meninggalkan gadis-gadisnya. "Bentar ya sayang," ujarnya membuat kumpulan gadis itu menahan jeritannya. Aldo memang tak kalah tampan, hartanya pun berlimpah. Itulah modal dia untuk menjadi seorang playboy.
"Gue ada tugas buat lo," Aldo mengangguk singkat. Justin mendekatkan telinganya untuk membisikkan sesuatu. Dirasa perkataan sahabatnya selesai, lelaki itu menganggukkan kepala pertanda ia mengerti.
"Yah, mau kemana?" terdengar jelas nada kecewa dari salah satu gadis yang sempat mengerumuninya beberapa saat lalu. Aldo berhenti sejenak tepat pada daun pintu.
"Ada bisnis zheyenk," jawab Aldo tak acuh kemudian kembali melanjutkan langkah. Lelaki itu bersenandung kecil, mendapat tugas seperti ini membuat hatinya senang. Bisa berurusan dengan lebih banyak gadis? Ouh menyenangkan sekali menurutnya.
Aldo menyatukan kedua alis. Target sudah di depan mata. Tinggal tunggu apa lagi?
Kurang lebih lima menit lamanya lelaki itu berdiri tepat di samping pintu toilet perempuan. Beberapa gadis yang berjalan melewatinya selalu mencuri-curi pandang pada si playboy Bhakti Budhi. Bagaimana tidak, lelaki itu terus mengedipkan sebelah matanya sambil bersender pada dinding. Kedua tangannya tersimpan rapi pada saku celana seragam yang melekat sempurna.
"Dorr!"
"Geblek! Kaget gue," kesal Liya begitu keluar dari kamar mandi dan mendapati wajah tampan lelaki ini. Tanpa basa-basi Aldo menarik pergelangan tangan gadis itu. Aldo mengunci pergerakan Liya dengan kedua lengan kekarnya. Lelaki itu menatap gadisnya lekat.
"Mulai sekarang jadi pacar gue, ya?"
Sempurna sudah mata Liya terbelalak. "A... Apaan sih lo?"
Aldo menampilkan smirk andalannya. Liya yang melihatnya sukses dibuat gugup setengah mati. Aldo mengunci bola mata keduanya. Jeritan-jeritan tertahan dari gadis yang kebetulan tengah berlalu lalang tidak dipedulikan oleh lelaki itu.
"A... Aldo..."
Cup
"KYAAA..."
"Anjir!"
"Kagak mau liat gue."
"Aldo pingin juga..."
"Maemunah tersakiti njir!"
Tanggapan-tanggapan yang tertangkap oleh pendengaran. Tanpa rasa malu tanpa basa-basi, Aldo mencium bibir ranum gadis yang kini menatapnya tidak percaya. Mereka beruntung karena tidak ada guru yang melihat.