17. Saling Menyakiti

186 99 43
                                        

Kini, aku benar-benar meyakini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kini, aku benar-benar meyakini. Hati ini memang hanya untukmu.

~Natcha Sheila Saputri~


-----
Prittt... Prittt...

Bunyi peluit terdengar nyaring memenuhi ruangan kelas XI IPA 3. Para penghuni yang tengah melaksanakan aktivitasnya masing-masing kompak menutup kedua telinga serta mendelikkan mata malas melihat orang itu.

"Hehehe... Ayo olahraga sayang-sayangku..." ajaknya riang sambil terus memperlihatkan deretan gigi putihnya.

"Sayang-sayang, pala lu peyang."

Orang itu mencebikkan bibirnya kesal. Sang pujaan hati dengan teganya berucap kasar seperti itu. "Ish Zarra mah, kasar ah."

"Heh, gue itu udah punya pacar. Kan lo juga tau sendiri."

Andi menarik nafas mengalah, "iya deh iya. Gue tunggu lo semua di lapangan lima menit," ucapnya santai kemudian melangkah menuju lapangan. Banyak yang mendengus dengan tingkah guru olahraga yang absurdnya gak ketulungan. Guru itu memang menganggap semua murid-muridnya sebagai teman. Jadi gaya bicaranya pun sangat santai.

Sekedar informasi, semua warga SMA Bhakti Budhi sudah mengenal baik dengan salah satu pengajar bernama lengkap Andi Aldian itu. Bisa dikatakan dialah yang mendapat gelar guru terfavorit bagi para siswa. Ramah, humoris dan juga baik. Selain itu wajah tampan rupawannya juga menjadi incaran bagi para siswi yang mengidap penyakit jomblo akut. Tapi sayang, Andi dikenal telah menyukai seseorang. Yup, Zarra. Gadis itu yang berhasil menarik perhatian sang guru tampan namun absurd.

"Gila emang si Andi. Ngasih waktu cuman lima menit, dikira ganti baju tuh gampang apa?!"

"Ngedumel mulu lo! Gak kasian apa sama kesayangan lo itu?" ejek Natcha yang diakhiri dengan kikikan kecil. Zarra memutar bola mata malas.

"Jing! Amit-amit gue dapetin om om," jawabnya sambil bergidik ngeri. Secara kompak kedua sahabatnya tertawa kecil melihat kekesalan gadis itu.

"Umm... Dia pengagum rahasia lo, ya Ra?" tuh kan mulai otaknya Caylin kambuh lagi. Zarra menoyor kepala sahabatnya pelan.

"Pengagum rahasia darimana?! Orang satu sekolah tau kalo dia suka sama gue. Anjing, Caylin," kesal Zarra kemudian pergi sambil menghentak-hentakkan kaki. Memang, gadis itu kurang menyukai jika ada yang membahas perasaan guru itu terhadapnya. Bukan apa-apa, ia hanya khawatir hubungannya bersama sang kekasih akan hancur karena hal itu.

"Hai. Baru mau ganti baju?" tanya seorang lelaki yang kini tengah berdiri di ambang pintu.

"Iya," jawab Zarra singkat. Vito menarik sebelah ujung bibirnya.

"Mau gue bantu?" tanyanya dengan suara serak yang sengaja dibuat-buat. Jangan heran! Ini adalah satu diantara banyaknya sifat menjengkelkan seorang Alvito Ramadhan, si mantan first most wanted. Mesum, tidak kenal takut, berandal, dan masih banyak lagi.

JUSTIN [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang