Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading
Yuri membuka matanya dengan perlahan, ia mencoba mendudukkan dirinya. Putih, hanya itu yang bisa Yuri tanggap dari penglihatannya.
"Apakah ini surga? " gumam Yuri menatap ruangan tersebut, "bukan, ini rumah sakit. "
Mata Yuri terus menatap sekeliling, ia melihat begitu banyak mesin mesin di sekitar kasurnya sebuah infusan menusuk di tangannya.
Clek
Terdengar suara pintu terbuka, Yuri menatap pintu itu. Seorang pria berdiri di balik pintu itu, seorang pria dengan gigi kelincinya. Itu Jeon Jungkook.
Yuri membulatkan matanya gembira, "Kook kau masih hidup? "
Jungkook membawa Yuri ke dalam dekapannya, Yuri terus menangis tetapi ini bukan tangisan kesedihan melainkan tangisan kebahagiaan.
"Terimakasih telah menyelamatkanku Kook. "
Jungkook terdiam bingung, ia tak mengerti dengan ucapan Yuri yang berterima kasih kepadanya.
Tiba tiba pintu terbuka kembali, menampilkan seorang pria tampan dengan pakaian dokternya dan seorang pria dengan pakaian yang kusut dan wajah yang begitu terlihat kelelahan serta kantung mata di bawah matanya.
"Apa apaan ini? " pekik seorang pria yang berpakaian kusut tersebut dengan nada kesal.
Yuri terdiam, sekujur tubuhnya merinding. Ia mengenali suara itu, suara seseorang yang akan membunuhnya.
Park Jimin.
Gadis itu memberanikan diri melihat ke asal suara, Yuri membulatkan matanya dugaanya benar itu Jimin dengan Taehyung yang memakai pakaian dokter.
"Dia yang memelukku terlebih dahulu! " Jungkook berjalan menjauhi ranjang Yuri dan mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang di sediakan.
"Kook jangan tinggalkan aku! Kook kenapa para monters ini ada di sini? " tanya Yuri dengan nada berisik dan sedikit menutup mulutnya agar Taehyung dan Jimin tak mendengarnya.