12

1.3K 164 2
                                        

Pagi ini Hana berangkat sekolah sendirian, udah biasa sendiri. Saat sampai di gerbang, Hana melihat Ryujin yang baru datang, ia pun langsung menghampiri Ryujin.

"Pagi Jin."

"pagi juga."

Mereka berdua berjalan ke kelas bersama, dan saat dikoridor ada orang yang menabrak Hana, orang itu jatuh. Dan orang itu ternyata Heejin.

Heejin bangun lalu bicara kepada Hana dengan nada tidak santainya. "Heh! jalan pakai mata dong, gimana sih!"

"Bego! Dimana-mana kalau jalan itu pakai kaki lihat pakai mata, bego kok dipelihara." Hana tak kalah sewot.

"Apa katamu!?"

"Bego kok dipelihara!" Hana teriak di depan wajah Heejin dan itu mengalihkan perhatian orang yang ada di koridor.

"Apa masih kurang jelas? Perlu pakai speaker nggak biar tambah jelas? Cantik-cantik kok budeg."

"Udah nabrak orang, minta maaf kek tapi ini malah nyolot udah gitu salah lagi, budeg juga."

"Hahaha, teruskan Han." Ryujin memberi semangat.

"Awas ya!"

"Awas apaan lagi?"

"Lihat aja nanti, aku nggak bakalan diam aja"

"udahlah, ayo pergi Jin. Nggak ada gunanya ngomong sama orang bego."

Hana dan Ryujin pergi dari koridor dan meninggalkan Heejin yang masih jadi pusat perhatian orang-orang di koridor.

Sampai dikelas, Hana langsung duduk di bangkunya. Ia berbincang-bincang dengan Ryujin.

Tak lama kemudian Renjun datang bersama Saeron. Hana belum baikan dengan Renjun, Ia cukup merasa lelah dengan semua ini.

"Pagi Hana." sapa Saeron.

"Pagi."

"kenapa Han? Kok gak semangat gitu?"

"Cuma lelah aja."

"Oh yaudah."

Udah, gitu doang emang.










Istirahat ini Hana tidak langsung pergi ke kantin, ia ke toilet dulu udah kebelet. Hana masuk ke dalam toilet dan tak lama kemudian keluar dengan perasaan lega.

Hana membasuh wajahnya sambil ngaca bentar di cermin yang ada ditoilet.

Namun ia mendengar suara gaduh dari dalam toilet, Hana pun penasaran dan menempelkan telinganya dipintu toilet dan berharap bisa mendengar sesuatu.

Tiba-tiba Hana mendengar suara orang yang minta tolong, ia semakin penasaran. Ia mencoba membuka pintu itu namun tidak bisa.

"Sial! Dikunci."

Hana mencoba mendobrak pintu itu, namun tidak berhasil. Ia terus mencoba hingga beberapa kali, dan akhirnya pintu toilet terbuka. Hana bingung, mengapa ia melakukan ini? Biasanya ia tidak peduli dengan sekitarnya.

Hana masuk ke toilet dan terkejut, ternyata itu Saeron yang sedang dibully oleh Heejin, Koeun dan Lami.

Hana melihat Saeron yang ketakutan dengan penampilan yang acak acakan. Hana juga lihat tangan Saeron berdarah, ia melihat Koeun memegang cutter dan mencoba melukai Saeron lagi. Hana segera merebut cutter itu dari Koeun.

"Wah, pahlawannya udah dateng nih."

"Mau kamu apa?" tanya Hana ke Koeun.

"Aku mau kalian berdua jauhin Renjun, kalau nggak, aku akan kasih lebih dari ini."

Yours | Huang RenjunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang