Kini Visha, Argev, Angel, dan Raka sedang makan malam bersama di ruang makan diiringi dengan obrolan ringan.
"Dosa lo Gev ngeduluin gue," ucap Angel.
Argev menatap saudara perempuannya itu dengan tatapan datar, "Bodo," sahutnya pelan.
Angel memutar kedua bola matanya malas, "Gimana Gev rasanya punya istri," ucap Angel menggoda adik lelakinya itu.
"Biasa aja," sahut Argev santai.
Angel menghela nafasnya, "Huh jadi pengen nikah juga."
"Sha, enak gak hamil?" Kali ini Angel bertanya kearah Visha.
Visha tersenyum canggung, "Emm gimana ya Kak, biasa aja sih."
"Kok kalian bedua sama-sama ngomong biasa aja sih," kesal Angel, ia memanyunkan bibirnya.
"Kamu gimana kuliahnya?" Raka bertanya kearah Angel.
"Biasa aja sih Pah..."
"Tuhkan biasa aja juga," sahut Raka.
"Kan emang biasa aja Pah," sahut Angel.
Raka mengangguk, "Hmm terserah kamu."
Argev meletakkan sendok dan garpu keatas piring, setelah itu ia meneguk segelas air yang sudah disediakan, tanpa berbicara sepatah kata pun ia langsung pergi dari ruang makan, sepertinya lelaki itu pergi ke kamar.
Visha menatap kepergian Argev dengan bingung. Angel pun menatap kearah Argev setelah itu ia beralih menatap kearah Visha, "Udah gak usah bingung gitu, dia emang begitu, cuek banget."
Visha tersenyum canggung, ia kembali memakan makanannya agar cepat selesai dan cepat kembali ke kamar.
"Bingung deh gue, Argev kan orangnya cuek gitu, kok bisa-bisanya dia ngehamilin anak orang," heran Angel.
"Adek kamu itu mabuk," jawab Raka.
Angel menaikkan sebelah alisnya, "Setau Angel, Argev gak suka mabuk-mabukan tuh, apa sekarang dia jadi anak nakal gitu?"
"Kayaknya sih ada yang jebak dia," ucap Raka.
"Uhuk...uhuk..." Visha tersedak setelah mendengar ucapan Raka.
"Kenapa Sha? Minum dulu." Angel menyodorkan segelas air kearah Visha.
Visha meminum air tersebut, "Emm gak papa kok hehe."
"Makanya jangan buru-buru," ucap Angel dibalas anggukan Visha.
"I-iya Kak, emm Visha udah selesai nih, Visha ke kamar duluan ya, ada tugas juga yang harus diselesaikan soalnya besok dikumpul," ucap Visha.
Angel dan Raka mengangguk bersamaan. Visha pun pergi menuju ke kamarnya— ralat, kamarnya dan Argev.
Ceklekkk...
Visha melihat kearah Argev yang duduk di meja belajar dan tampak sibuk berkutat dengan buku-buku pelajarannya.
"Argev rajin banget," batinnya memuji lelaki itu. Tanpa ia sadari, bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman kecil.
"Ngapain lo diem didepan pintu."
Visha tersentak kaget saat mendengar ucapan Argev, padahal Argev tak melihat kearahnya, namun mengapa lelaki tu bisa tau ia sedang berdiri didepan pintu.
"Eng-enggak papa." Visha menutup pintu kamar, setelah itu ia berjalan kearah kasur, ia memainkan handphonenya untuk menghilangkan rasa gabutnya.
Visha membuka grup line nya dengan kedua temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY
Fiksi Remaja[ᴄᴏᴍᴘʟᴇᴛᴇᴅ] "Jika saja aku benar-benar berpikir sebelum bertindak, pasti penyesalan itu tidak akan terjadi." - Cavish Asteria. [Start : 3 Juni 2020] [Finish : 3 Juli 2020] Cover by @Lidya_NH
