"Gue udah didepan Cafenya."
"Iya gue keluar bentar."
Tut.
"Gue duluan ya," pamit Visha kearah Floren dan Ara.
"Padahal masih banyak loh Sha yang harus kita gibah sampai tuntas hari ini."
Floren mengangguk mengiyakan ucapan Ara, "Ntaran aja lah Sha baliknya, gak asik banget lo."
"Gue harus balik sekarang, gue mau ikut Argev, ini kesempatan gue kan biar bisa deket sama dia." Visha menahan senyumnya, "Dah ah, gue duluan ya, btw udah gue bayar semua tadi, bye guys." Visha bergegas keluar dari Cafe tersebut.
Ia celingak-celinguk mencari keberadaan mobil Argev, sampai akhirnya ia menemukannya, ia langsung masuk kedalam mobil tersebut.
"Hy Gev."
"Hmm, udah selesai?"
"Iya sudah."
"Kita kerumah Om gue dulu ya."
"Iya Gev."
***
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum." Argev mengetuk pintu rumah mewah yang dikunjunginya sembari mengucapkan salam.
"Kok gak ada sahutan Gev? Apa gak ada orang?" tanya Visha.
Argev mengangkat kedua bahunya, "Mana gue tau, gue kan disini gak didalam."
"Iya iya."
Tok...tok...tok...
"Assalamualaikum..."
Ceklekkk...
"Waalaikumsallam, eh Argev ternyata, maaf ya tante lama buka pintunya, soalnya Cici rewel banget," ucap seorang wanita paruh baya, ia menggendong seorang gadis kecil, kedua mata gadis kecil itu tampak sembab, sepertinya ia habis menangis.
Argev tersenyum kecil, "Iya Tan gak papa."
"Ayok masuk dulu, eh ini istri kamu Gev?" tanya Widya, Tante Argev, sembari menatap kearah Visha.
Visha tersenyum kearah Widya.
"Iya Tan," jawab Argev.
"Hai Tante, saya Visha." Visha mencium punggung tangan kanan Widya.
"Maaf ya hari itu Tante gak datang ke acara nikahan kalian, Tante masih di London pas itu."
"Iya Tan gak papa."
"Yok masuk, duh kok jadi ngobrol didepan pintu hahaha."
Widya mengajak Argev dan Visha untuk masuk kedalam rumahnya.
Argev dan Visha duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Visha tampak sangat canggung, karena ini pertama kalinya ia berkunjung kerumah Tante dan Om Argev.
"Om Billy mana Tan?" tanya Argev.
"Om kamu tadi ke Rumah temannya, tapi katanya sebentar doang kok."
Argev mengangguk pelan, "Iya gak papa Tan, Argev nunggu aja sampai Om Billy datang."
Widya tersenyum tipis, "Cici sama Kakaknya dulu ya, Mama mau buatin Kak Argev sama Kak Visha minum."
"Nda au." Cici malah menenggelamkan wajahnya di dada Widya.
"Biar Visha aja Tante yang buat minum," ucap Visha sembari tersenyum.
"Eh jangan dong, kan kamu tamu, Tante aja yang buatin. Gev, ambil Cici dulu."
Dengan senang hati Argev mengambil alih Cici, ia menggendong gadis kecil itu, "Kenapa hmm? Abis nangis?"
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY
Jugendliteratur[ᴄᴏᴍᴘʟᴇᴛᴇᴅ] "Jika saja aku benar-benar berpikir sebelum bertindak, pasti penyesalan itu tidak akan terjadi." - Cavish Asteria. [Start : 3 Juni 2020] [Finish : 3 Juli 2020] Cover by @Lidya_NH
