Hening.
Arum terkejut mendengar ucapan Dokter, begitupun dengan Visha, ia tak menyangka kejadian malam itu akan berakibat seperti ini.
Arum menatap kearah Visha setelah itu ia kembali menatap kearah Dokter, "Masa sih Dok? Dokter salah kali! Mana mungkin anak saya hamil."
"Menurut hasil pemeriksaan saya anak Ibu memang dinyatakan positif hamil, untuk lebih detailnya silahkan cek ke dokter kandungan."
***
Hening. Kali ini didalam mobil tak ada yang memulai obrolan, Arum fokus menyetir, sementara Visha hanya menatap jalan raya.
"Ada yang mau dijelaskan kepada Bunda?," ucap Arum dengan nada datar, akhirnya ia memulai obrolan.
Visha menunduk takut, "Maafin Visha Bun."
"Jadi kamu sudah pernah melakukannya?."
"Sekali lagi maafin Visha Bun."
"Siapa yang ngelakuin itu kepada kamu?."
Visha terdiam, ia tak berani menjawab pertanyaan Arum.
"Bilang ke Bunda! Siapa yang ngelakuin itu ke kamu Visha!," bentaknya.
"Apa jangan-jangan... Naufal?!," tebak Arum.
Visha menggeleng cepat, "Lain Bun, bukan Naufal."
"Terus siapa? Cowok yang deket sama kamu kan cuman Naufal, apa kamu cuman mau ngebelain Naufal didepan Bunda?."
Visha menggigit bibir bawahnya, sepertinya masalah ini akan semakin rumit, Bundanya pasti mengira yang melakukan ini semua kepadanya adalah Naufal, dan pastinya Ayahnya akan berpikiran hal yang sama seperti Bundanya.
"Bukan Naufal Bun—"
"Nanti kita ke rumah Naufal."
"Bun, kan Visha udah bilang, bukan—"
"Diam!."
Visha menghela nafasnya, ia memilih untuk diam tak membuka mulut, sampai akhirnya mereka pun tiba dirumah.
Ceklekkk...
Arum membuka pintu rumah, tampaklah Chandra yang duduk di sofa, ia terlihat sangat asik membaca koran.
"Duduk," ujar Arum menyuruh Visha duduk.
Visha menurut saja, ia duduk di sofa.
Chandra menaruh korannya diatas meja, ia mengkerutkan keningnya, "Kenapa? Kok kalian pulangnya cepet?."
"Tuh anak kamu." Arum duduk disebelah Chandra.
"Kenapa?."
"Hamil."
"Hah? Ngelawak?," tanya Chandra bingung.
Arum memutar kedua bola matanya jengah, "Serius! Tuh anak kamu hamil."
Chandra beralih menatap kearah Visha, "Bener itu Sha?."
Visha mengangguk lemah, "Iya Yah, maaf."
Chandra menggelengkan kepalanya, "Wah ini pasti Ayah di prank, iya kan? Kalian kerja sama kan?," ujar Chandra tak percaya.
"Kok gak percaya sih," kesal Arum.
"Ya iyalah, masa tiba-tiba hamil, jelas Ayah gak percaya."
"Ayah, Visha beneran hamil, ini bukan prank," ucap Visha serius, ia memberanikan diri untuk menatap Ayahnya.
Chandra terdiam mendengar ucapan Visha, Visha berbicara dengan sangat serius, dan itu membuatnya percaya.
"Siapa yang ngehamilin kamu?!," bentak Chandra.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY
Teen Fiction[ᴄᴏᴍᴘʟᴇᴛᴇᴅ] "Jika saja aku benar-benar berpikir sebelum bertindak, pasti penyesalan itu tidak akan terjadi." - Cavish Asteria. [Start : 3 Juni 2020] [Finish : 3 Juli 2020] Cover by @Lidya_NH
