🥀 || 22

9.1K 486 12
                                        

ayanaflrncia

P
Temen Visha?

Sudah 20 menit Argev menunggu balasan dari pemilik akun tersebut, namun dm nya tak juga dibalas, bahkan di read saja tidak.

clairadista

P
Temen Visha?

Kurang lebih 5 menit kemudian handphonenya berbunyi, sebuah notifikasi dm dari pemilik akun clairadista.

clairadista

Iya
Lo lakinya Visha ya?

Ya
Visha lagi dirumah lo?

Hah? Enggak tuh, memangnya kenapa?

Oh, gak, gak papa
Thanks

Visha gak dirumah?
Dimana dia?

Gue gak tau makanya gue nanya sama lo

Coba tanya Floren deh, mungkin dia sama Floren

Ya, dm gue belum dibalas.

Kok bisa sih lo gak tau Visha pergi kemana?
Dia gak bilang gitu sama lo?

Gak, gue mau cari Visha dulu.

Argev mematikan handphonenya, ia harus mencari Visha sampai ketemu, harus!

***

"Kok mati sih," gumam Visha saat menyadari handphonenya mati, tak bisa nyala, "Kayaknya abis deh batrainya," gumamnya pelan.

"Kenapa?" tanya Naufal tanpa menatap Visha, ia fokus menyetir.

"Hp gue mati," sahut Visha.

"Lo mau ngehubungin seseorang? Pakai handphone gue aja."

"Gak kok Fal, gue gak mau ngehubungin siapa-siapa hehe."

***

Keesokan harinya, jam 7 pagi Argev sudah terbangun dari tidurnya. Hari ini adalah hari minggu, ia memutuskan untuk mencari Visha lagi hari ini.

"Gimana? Udah tau keberadaan Visha dimana?" tanya Raka saat melihay Argev menuruni anak tangga.

"Belum Pah, hari ini Argev mau cari lagi."

"Sarapan dulu gih sana."

"Kak Angel mana?"

"Kerumah temennya."

"Pagi banget."

Raka mengangkat kedua bahunya acuh.

"Pacaran itu, udah pasti," ucap Argev.

"Ya biarin aja sih, kamu sirik amat sama Kakak kamu itu."

"Argev gak sirik." Argev berlalu dari hadapan Papanya, ia pergi menuju kearah ruang makan.

Raka berjalan menghampiri Argev, "Sebaiknya kamu temui orang tua Visha, kamu jelaskan kepada mereka sedetail-detailnya, kalau perlu kamu bawa buku diary Visha sebagai bukti."

"Argev emang mau bilang sama orang tua Visha, tapi Argev takut Pah."

"Takut kenapa?" tanya Raka sembari menaikkan sebelah alisnya.

"Argev takut orang tua Visha malah marah sama Visha."

"Itu resiko sih, kamu aja marah kan sama Visha? Lebih tepatnya kecewa."

EPIPHANYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang