Dipagi hari Senin yang cerah, Visha sudah siap dengan seragam Sekolahnya. Sekarang, ia tinggal menunggu Naufal menjemputnya, ah iya, Visha masih tinggal di Apartement Naufal. Argev pun belum mengetahui keberadaan Visha, Visha menyuruh kedua sahabatnya tutup mulut.
Visha duduk di sofa ruang tamu sembari memainkan handphonenya, jujur ia sangat bosan jika menunggu seperti ini.
Ceklekkk...
Pintu Apartement terbuka, Visha menatap kearah orang yang membuka pintu tersebut.
"Udah siap kan? Ayok, nanti telat," ajak orang itu yang tak lain tak bukan adalah Naufal.
Visha mengangguk sekilas, "Ayok."
***
"Gue duluan ya Fal."
Naufal mengangguk sebagai jawaban. Visha pun keluar dari dalam mobil Naufal, ia berjalan menuju ke ruang kelasnya.
"Sekolah lo ternyata Sha," ucap Floren saat melihat Visha masuk kedalam ruang kelas.
"Gue kan rajin, gak pemales kayak kalian," sahut Visha, ia duduk di kursinya.
"Berangkat Sekolah bareng siapa?"
"Naufal."
"Tuhkan! Pasti ntar lama kelamaan lo suka sama dia!"
Visha mengheleng cepat, "Gak ih, gue sama dia itu cuman temen, gak lebih dan gak bakal lebih."
"Pasti Naufal masih berharap sama lo Sha."
"Gue gak peduli soal itu, itu kan hak dia," sahut Visha santai.
"Iya sih lo bener juga."
"Ra lo udah tugas kan? Mana gue mau liat?" tanya Floren kearah Ara.
Ara terdiam sejenak lalu ia mengangguk pelan, "Udah, nih." Ia mengeluarkan bukunya dari dalam tas lalu memberikannya kepada Floren.
Kedua bola mata Visha membulat sempurna, "Hah apaan itu." Visha merampas buku Ara yang dipegang oleh Floren.
"Gila banyak banget— enam halaman," ucapnya.
"Jam pertama dikumpul loh Sha," ujar Ara menakut-nakuti.
"Biarin aja, gue ada temen kok, Ren lo belum kan?" tanya Visha.
"Belum selesai, udah gue kerjain sih, tinggal dikit lagi, tadi malam gue minta pap tugasnya eh yang halaman terakhir blur, ya udah gue mau liat langsung aja sama Ara."
"Anjir lo nugas gak bilang-bilang, gue mau ngerjain dulu." Visha mengambil buku tulis dan pulpennya dari dalam tas, setelah itu ia mulai menulis kata demi kata.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..."
Visha terkejut mendengar salam dari guru yang masuk kedalam ruang kelas XII IPS 3.
"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh..."
"Selamat pagi semuanya."
"Pagi Bu..."
"Ren lo udah?" tanya Visha dengan suara pelan kearah Floren.
Floren menggeleng pelan, "Belum, dikit lagi, tapi gak papa gue kumpul aja ntar, biarin aja nilainya kurang."
Visha menggerutu kesal mendengar jawaban Floren, ia berdoa semoga ia mempunyai teman yang tidak mengerjakan tugas juga.
"Tugas minggu kemarin silahkan dikumpulkan."
"Mampus gue," gumam Visha.
Murid-murid XII IPS 3 pun mengumpulkan tugas mereka, setelah itu Bu Sulis, selaku guru sejarah, menghitung jumlah buku yang dikumpulkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY
Roman pour Adolescents[ᴄᴏᴍᴘʟᴇᴛᴇᴅ] "Jika saja aku benar-benar berpikir sebelum bertindak, pasti penyesalan itu tidak akan terjadi." - Cavish Asteria. [Start : 3 Juni 2020] [Finish : 3 Juli 2020] Cover by @Lidya_NH
