Malam ini adalah malam sabtu, Visha akan pergi ke pesta ulang tahun teman Sekolahnya, ia sudah siap mengenakan dress berwarna maroon, rambutnya dibirkan tergerai, memakai lipbalm dan bedak, ia juga memakai parfume miliknya.
Argev menatap tampilan Visha dari atas sampai bawah, "Mau kemana lo?" tanya Argev sembari menaikkan sebelah alisnya.
"Mau ke acara ulang tahun temen gue."
"Sama siapa?"
"Sendiri."
"Pakai mobil gue, tuh kuncinya diatas nakas."
Visha menggelengkan kepalanya, "Gak usah gue naik taksi aja."
Argev mengangguk mengiyakan, "Ya sudah terserah lo, hati-hati."
"Iya."
***
"Happy birthday Sil, wish you all the best ya," ucap Visha kearah temannya yang sedang berulang tahun itu.
"Thank you Sha, silahkan dinikmati hidangannya," sahut gadis bernama Silvi itu.
Visha tersenyum hangat, "Gue ke teman-teman gue dulu ya."
"Okey."
Visha pun berjalan menghampiri kedua temannya yang asyik mengobrol.
"Hay guys!" sapa Visha.
Floren dan Ara menatap kearah Visha lalu mereka tersenyum, "Lama banget lo, tadi lo kesini bareng siapa?" tanya Ara.
"Sendiri."
"Naik apa?"
"Taksi."
"Lah kenapa gak minta antar Argev?" tanya Ara.
"Dia sibuk, lagian mana mau dia nganterin gue." Visha terkekeh pelan, "Tadi gue disuruh sih pakai mobilnya, cuman gue gak mau."
"Yaelah tolol!" sahut Floren.
"Btw gue nginep dirumah Oma gue untuk beberapa hari ini, ortu gue belum pulang dan gue disuruh nginep dirumah Oma gue," curhat Floren, "Gak bisa malas-malasan deh gue," sambungnya.
"Dirumah gue juga lagi banyak keluarga gue yang datang, soalnya hari minggu ada acara keluarga. Gue disuruh-suruh mulu... apalagi Abang gue makin gak ada akhlak nyuruh-nyuruh gue." Ara ikut-ikutan curhat.
Visha tertawa pelan mendengar curhatan dari kedua temannya, "Kasian banget temen gue jadi babu."
"Lo dirumah ngapain aja Sha? Pasti lo malas-malasan kan?"
"Ya gitu deh, gue juga bosen gak ngapa-ngapain, tapi tiap gue mau ngapa-ngapain pasti dilarang sama Papa mertua gue, kakak ipar gue juga ngelarang, katanya gue gak boleh kecapekan," jelas Visha.
"Enak banget idup lo Sha, enak banget bisa males-malesan."
"Hamil juga lo sana, biar bisa malas-malasan," ujar Floren menyahuti ucapan Ara.
Ara menatap sinis Floren, "Gak ah gak mau, belum waktunya."
"Visha ae yang kecepetan," sambungnya.
Mereka pun mengobrol sampai akhirnya tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.00 atau jam 10 malam. Visha dan kedua temannya memutuskan untuk pulang, dan Floren mengantarkan Visha.
"Thanks ya Ren," ucap Visha sebelum keluar dari mobil Floren.
Floren mengangguk, "Yoi santai, gue pulang ya."
"Iya hati-hati Ren." Mobil Floren pun perlahan menghilang dari pandangan Visha, setelah itu Visha berjalan kearah rumahnya.
Tok...tok...tok...
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY
Teen Fiction[ᴄᴏᴍᴘʟᴇᴛᴇᴅ] "Jika saja aku benar-benar berpikir sebelum bertindak, pasti penyesalan itu tidak akan terjadi." - Cavish Asteria. [Start : 3 Juni 2020] [Finish : 3 Juli 2020] Cover by @Lidya_NH
