# Bab 2. Dia

95.4K 9.3K 154
                                    

[بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم]

"Cinta dalam diam itu menyakitkan, iya serba tiba - tiba. Tiba - tiba dia nikah duluan misal."

_____

Zalfa hanya tiduran di kamarnya mengingat pembelajaran dimulai besok, hari ini dia hanya bersantai - santai di kamar, meskipun sempat diajak berkeliling pesantren tapi dia tetap dalam pendiriannya untuk tetap berdiam diri dikamar mungkin sedang uzlah untuk sementara waktu atau mungkin kasur adalah sohib karib Zalfa.

"Zalfa keluar yuk keliling pesantren, lihat pemandangan begitu!" Ajak Khalwa, sedari tadi hanya melihat Zalfa berguling-guling di kasur. Rasanya sumpek melihat itu.

"Memangnya aku siskamling, keliling gitu?" Jawab Zalfa melihat ke arah teman-temanya yang sudah berada dibambang pintu kamar asrama. Minta di kasih tahu ini orang. Khalwa mendenggus kesal.

"Ya enggak lah, iya mau ngajak aja, enggak bosen apa rebahan terus?" Kini Hana yang bersuara, kesal karena kelakuan Zalfa, yang malasnya tidak bisa diajak kompromi. Bagaikan menanam brokoli ditanah berpasir, susah.

"Enggak, kalau kalian mau keliling pesantren duluan enggak papa. Aku disini daja." Ucap Zalfa, mereka menghembuskan nafas lelahnya, lebih baik menyerah dari pada meladeni Zalfa.

"Ya udah kalau gitu Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam." jawab Zalfa. Zalfa kembali merebahkan diri sembari membaca buku yang dia bawa dari rumah, lembar mulai dia buka. Namun sayang kantuknya memang tiba - tiba datang.

"Asalamualaikum." Tidak lama terdengar sahutan salam dari luar, sepertinya teman -teman Zalfa yang baru kembali dari keliling pesantren, berkelana menjelajahi pesantren agar mengenal seluk beluk daerah pesantren. Cukup luas untuk pesantren Perempuan, sementara pondok asrama laki laki dipisah jauh.

"Kamu nyesel deh Za, enggak ikut keliling tadi." Ucap Hana, berharap Zalfa akan menyesal tidak ikut mereka tadi.

"Emangnya kenapa?" Tanya Zalfa mengambil posisi duduk dari rebahan sembari mengucek-ngucek matanya.

"Tadi tuh ada Gus ganteng tahu." ucap Ulfa bersemangat, mungkin Ulfa Cogan lovers, Ulfa juga menyukai apa apa yang berbau korea, film, Boyband, dan lain lain.

"Iya loh Za." Ucap Khalwa ikut memanas-manasi Zalfa. Namun sayang usaha mereka sia-sia Zalfa masih dengan ekspresi biasa biasa saja, tidak ada rasa ingin tahu atau istilah sekarangnya Kepo.

Presma Pesantren Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang