بسم الله الرحمن الرحيم
Jika mengingat dosa kita bisa bermukhasabah. Fokus mengubah apa yang bisa kita ubah.
__________
Zafran berlari ke ndalem, dia baru teringat meminta tolong Mbak Khodimah untuk menjaga Zalfa. Namun, setelah setelah menemui beberapa Khodimah mereka tidak bisa karena mengurusi acara pengajian besok. Harus gimana ini? Masa Zalfa sendirian di rumah sakit nggak ada yang jagain, pikir Zafran.
Zafran terduduk di ruang tamu, berfikir sejenak, apa yang harus ia lakukan. Tapi kenapa juga ia sebegitu khawatirnya toh di rumah sakit ada perawat dan dokter pastinya.
"Zaf, kenapa?" Sahut Aisyah sepupu Zafran, terlihat keluar dari arah dapur.
"Lagi bingung." Jawab Zafran.
"Bingung kenapa?" Tanya Aisyah.
"Iya bingung saja!"
"Ih kenapa jadi muter-muter begini?" Kesal Aisyah, Zafran tidak menjawab secara pasti.
"Kamu mau enggak tolongin aku?" Tanya Zafran pada Aisyah.
"Tolong apa Zaf?"
"Tolong jaga temen aku yang di rumah sakit?" Pinta Zafran.
"Oh Santri itu, yang diceritain Umi." Jawab Aisyah, mungkin ia sudah tahu tentang Zalfa dari Umi Halimah. Zafran hanya mengangguk.
"Oke siap, kamu nggak ikut?" Tanya Aisyah.
"Nggak, lagi mau ngurusin buat besok." Aisyah hanya manggut-manggut merespons ucapan Zafran.
"Aku izin dulu sama, Abi, Umiku ya."
"Iya terima kasih, Syah." Aisyah segera menemui Abinya yang sedang ngobrol dengan Abah Addullah. Bisa tenang juga akhirnya Zafran, ada yang bersedia menjaga Zalfa, Zafran tidak tahu kenapa Ia bisa sekhawatirnya ini dengan Zalfa. Ia tidak ambil pusing, kemudian masuk ke kamarnya untuk mutholaah kitab yang akan diajar nanti kepada para santri. Tidak terasa adzan isya kembali berkumandang, Zafran segera berwudhu, pergi jamaah di masjid pesantren.
Disisi lain Zalfa sendirian di ruang rawatnya. Sepi sekali malam ini, rasanya ingin kembali ke pondok, rindu dengan suasananya. Tiga hari rasanya bosan sekali. Dari pada bengong tidak ada kerjaan Zalfa memutuskan untuk mengulas hafalan Al Quran yang hanya sedikit itu. Tidak sadar hanyut dalam ayat-ayat ini, sampai air mata ini mengalir begitu saja, yang ia rasakan ketika membaca Al-Qur'an adalah ketenangan hati, berasa tentram dan nyaman.
Lama ia melantunkan ayat-ayat suci, tiba-tiba pintu kamar rawat Zalfa diketuk Zalfa segera menghentikan kegiatannku.
"Asalamualaikum." Ucap Salam dari luar, lalu pintu terbuka menampakan Aisyah yang berada di sana.
"Waalaikumussalam."
"Zalfa ya." Tanya Aisyah.
"Iya Mbak, Mbaknya siapa ya?" Zalfa masih bingung siapa wanita tersebut.
"Aku Aisyah, sepupunya Zafran!" Jawab Aisyah mengulurkan tangan ke arah Zalfa. Sedangkan Zalfa tersenyum menerima jabatan tangan Aisyah
"Maaf Mbak, jadi ngrepotin!" Ucap Zalfa merasa tidak enak dan sungkan lagi-lagi Ia banyak merepotkan orang.
"Enggak apa-apa. Aku sama Zafran itu udah kaya Kakak adik, maklum saudara sepersusuan Zafran." Jelas Aisyah.
"Oh."
Keduanya mulai berbincang. Banyak yang Zalfa obrolkan dengan Aisyah, dia sangat ramah dan perhatian, mereka banyak bercerita tentang kegiatan Aisyah, masa kecil Zafran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Presma Pesantren
General FictionGus dan Santri. Kisah klasik sering kali ditemukan. Tak lain dengan Zalfa gadis 19 tahun yang punya kegaguman dengan Zafran. Tidak lain ialah anak pemilik pondok pesantren yang ia tempat, dan lagi? Dia seorang Presiden Mahasiswa di kampusnya. Dia la...
