. [بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم]
"Aku hanya ingin beda."
______
"Hati-hati Bang nanti suka loh!" Ucap Zahra adik dari Zafran yang baru saja keluar dari dapur, membawakan teh hangat, untuk Abah dan Umi. Ia meletakan dua cangkir teh dihadapan Abah dan Umi.
"Apaan si?" Sahut Zafran. Cinta yang tertinggi itu bagaimana kita Mahabbah kepada Allah.
"Bisa kali Bang, kalau cintakan bisa datang kapan saja. Quote of the day." Ucapnya kembali menggoda Zafran, Zafran hanya berdecak kesal dengan kelakuan adiknya itu.
"Baru masuk SMA saja udah kenal cinta- cintaan pelajari dulu sin cos tan." Zahra hanya tersenyum mengejek, kalau tidak di depan Abah Umi mungkin Zafrab sudah memberi adiknya pelajaran. Sin cos tan pastinya.
"Itu Bah, Zahra udah main cinta-cintaan." Ledek Zafran mengadu kepada Abahnya, membuat Zahra berdecak kesal.
"Abang mah sukannya ngadu." kata Zahra dengan wajah masamnya. Sungguh tidak lucu sekali.
"Enggak lah, Abang enggak suka ngadu, dosa ngadu ayam."
"Sudah dah sudah! Ribut saja kalian." Tegur Umi melerai keributan Kakak beradik itu.
Mereka masih lanjut berbincang satu sama lain, sedikit humor dan nasehat - nasehat keluarga. Kedua Kakak Zafran sudah menikah, mereka beberapa hari menginap di mertua masing-masing.
"Aku ke kamar dulu, Abah, Umi." Ucap Zafran pamit kepada mereka dan beranjak dari sofa.
"Zahra juga ya Bah, Umi." Timpal Zahra juga mengikuti Kakaknya itu.
"Ya udah kalian istirahat dulu." Jawab Umi, mereka pergi ke kamar masing-masing. Kamar mereka di lantai dua. Zafran merangkul pundak adiknya itu.
"Dek, satupun orang enggak boleh nyakitin kamu kecuali aku, Bang Alif sama Bang Adnan."
Zahra berdecak kesal. "Ckck sama saja itu mah, mainya kroyokan."
Cetak...
"Abang Zafran ih." Zahra hanya mendenggus kasar. Melihat Zafran yang masuk ke kamarnya. Setelah tanpa penyesalan menjitak jidatnya. Sabar!
🍁
🍁🍁🍁Kegiatan sangat melelahkan untuk hari pertama ini. Zalfa dan lainya sudah di dalam kamar untuk beristirahat, menjadi seorang mahasiswa mungkin ini hal yang baru buat zalfa, karena dia sudah dipondokan sedari lulus SD sehingga dia mudah menyesuaikan dengan keadaan di pesantrennya sekarang. Pencarian passion di dunia perkuliahan.
Seperti biasa Zalfa bangun di sepertiga malam nya untuk solat tahajud, dan biasa setelah dzikir dan berdoa ia melanjutkan dengan membaca Al-Qur'an. Tidak berselang lama, adzan subuh sudah berkumandang
"Bangun Mbak ... Ayo-ayo bangun para calon istri soleha!" Teriak Zalfa, selaku keamanan kamar, sehingga ia harus bangun terlebih dahulu membangunkan yang lain.
"Bangun kenapa! Pada mimpi apa ini orang?" Ucap Zalfa teriak, beberapa teman sudah bangun, tidak dengan Hana dan Ulfa. Ia berdecak kesal, kemudian mendekat meniup belakang telinga Hana.
"Berisik Za." Ucap Hana menutup kupingnya dengan bantal.
"Ya hana na, ya hana na."
"Pelan kenapa banguninnya!" ucap Hana makin terusik.
"Suara lo melebihi suara toa, Za." ucap Ulfa, juga tidak kalah kesal. Padahal suara Zalfa biasa saja menurutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Presma Pesantren
General FictionGus dan Santri. Kisah klasik sering kali ditemukan. Tak lain dengan Zalfa gadis 19 tahun yang punya kegaguman dengan Zafran. Tidak lain ialah anak pemilik pondok pesantren yang ia tempat, dan lagi? Dia seorang Presiden Mahasiswa di kampusnya. Dia la...