Cinta bukan untuk di miliki

632 53 0
                                        

Suara ketikan yang di timbulkan oleh keyboard yang di tekan bersahutan dengan suara jarum jam, dengan lincah tangan putih itu menari, menciptakan irama abstrak yang nyaring.

Mata nya fokus hanya tertuju pada layar komputer di hadapannya, sebuah kaca mata bertengger di hidung nya. Sinar matahari yang cukup terik di siang ini tidak mengusik nya sedikit pun.

Sesekali gadis itu meneguk kopi yang selalu tersedia di atas meja kerjanya. Gadis? Tentu saja dia seorang gadis karena belum menikah.

Drrrrttt.. drrrrttt

Dering ponsel mengagetkan lana, hingga ia menahan nafas beberapa detik lalu menghembuskan nya sambil mengelus dada. Tangan nya terhulur mengambil benda pipih tersebut, dahinya mengernyit melihat nama yang tertera di layar, namun tak lama kemudian ia menggeser tombol hijau lantas menempelkan nya di telinga kanan.

"Halo"

"......."

"Hah iya aku ke sana sekarang"

Lana memutuskan sambungan telepon nya lalu bergegas keluar ruangan.

*****

Rista melambaikan tangan, tatkala melihat Lana keluar dari lift, senyuman manis nan sumringah terpahat indah di bibir mungil nya.

Lana pun membalas senyuman itu, tapi kemudian perhatian nya teralihkan pada bungkusan di tangan Rista.

"Hai lama ga nunggu nya?" Tanya Lana kepada kedua orang di hadapan nya.

"Ga juga ko" balas Rista ringan.

"Engga apa nya, kita nunggu Lo sampe mau lumutan" saut Novi yang langsung mendapat cubitan di perut dari Rista.

"Udah, Novi jangan di dengerin yang, kan emang mulutnya ga ada saringan nya kalo ngomong"

"Belain terussssss, gue aja di nistain" sungut Novi, yang langsung dapat cubitan lagi bahkan cubitan sekarang lebih keras dari sebelumnya.

Lana hanya terkekeh melihat tingkah dua gadis di hadapannya yang dari dulu ga pernah berubah, padahal mereka sudah bukan anak kecil lagi.
Lana sedikit di buat tersipu saat ada beberapa orang di ruangan itu melirik ke arah mereka, karena kegaduhan yang di timbulkan oleh Rista dan Novi.

"Kalian udah makan siang belum?"

Rista dan Novi yang sedang bertikai pun terjeda seketika.

"Sudah" jawab mereka berdua dengan kompak, mereka berdua berpandangan lalu saling cekikikan, merasa lucu dengan tingkah mereka sendiri.

"Tadi kami pergi nyari nasi tutug oncom" jelas Rista tanpa di minta.

"Good, apa kalian mau mampir ke ruangan ku dulu" tawar Lana.

"Sure baby, ayo nov" Rista menyeret Novi menuju lift dengan semangat, Lana hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kekasih nya, namun walau begitu Lana mengikuti rista masuk ke dalam lift.

Di dalam lift tidak ada siapapun kecuali mereka bertiga, Lana menekan tombol no.6 Rista yang awalnya mengamit tangan Novi kini berpindah bergelayut manja pada tangan kanan Lana, membuat Novi yang berada di sebelah rista memutar matanya malas.

"Dasar bucin" ketus Novi.

"Yey ngiri bilang Lo" rista yang tak terima menyanggahnya sambil menjulurkan lidah.

"Najis"

"Sudah kalian bukan anak kecil lagi" Lana yang mulai jengah pun menegur keduanya, yang di tegur pun langsung diam.

Pintu lift terbuka Lana pun keluar di susul Novi dan Rista yang mengekor di belakangnya. Suasana kantor tidak begitu ramai siang hari ini, karena ini sudah masuk jadwal makan siang hanya ada beberapa karyawan yang masih berada di ruangan itu.

TomboyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang