Part 09

40 18 1
                                        

Jadi? Benar yang Runa bilang? Roni perhatian kepada Micha? Ini masih tidak mungkin, mana bisa si Roni itu khawatir kepada Micha. Atau sebenarnya Roni sedang mengerjai Micha?

Micha terus saja berfikir tentang itu, Ia tidak akan pernah sanggup untuk menghadapi kenyataan yang sedang Ia hadapi kali ini.

Mungkin akan ada banyak hati yang terpatahkan selanjutnya.

Menjadi seseorang yang mengakibatkan orang lain sakit karenanya pasti akan membuatnya merasa bersalah. Mungkin Micha kali ini benar-benar merasakan hal itu.

"Weyy, kalian tu ngobrol atau teriak sih? kedengeran sampe keluar tau." Runa berjalan menghampiri Micha dan Roni.

Runa yang baru saja datang pun, terlihat bingung melihat Roni yang ada disana. "Lo, ngapain disini? Ini kan masih waktunya KBM."

Roni berdecak lalu menatap malas kearah Runa. "Ck, emang gue nggak boleh ada disini?"

"Emangnya lo disini lagi ngapain? Minta obat? Sakit?" Runa melihat Roni dari bawah sampai atas. Namun, Ia tidak mendapatkan hal-hal aneh dari Roni.

Roni yang mendapatkan ide untuk menjawab pertanyaan Runa pun tiba-tiba memegang kepalanya. "Aduh kepala gue."

Micha yang melihat Roni berpura-pura pun sedikit menahan tawanya.

"Aduh Ron, dikepala lo ada ...." Runa bertingkah seakan ada sesuatu yang menjijikan di atas kepala Roni.

"Ada apa dikepala gue?" tanya Roni sambil menutup mukanya.

Micha pun ikut menakut-nakuti Roni. "Dikepala lo ada kecoa Ron."

Roni pun langsung keluar dari ruangan UKS sambil berlari ketakutan. Micha dan Runa yang ada disana, ketawa melihat tingkah Roni yang ternyata dia takut dengan kecoa.

Setelah tertawa melihat Roni yang sudah tidak ada lagi di UKS pun menghampiri Micha dan memberikan sesuatu yang dari tadi Ia pegang.

"Nih."

Micha bingung dengan barang yang Runa berikan kepadanya. "Dari siapa?"

"Oh iya, nih suratnya," ucap Runa sambil mengambil surat yang Ia selipkan di bukunya.

Micha pun membuka surat yang dilipat itu, tanpa menanyakan kembali dari siapa surat dan coklat yang Ia terima.

Setelah membuka surat dan membacanya, Micha kini mengetahui dari siapa surat dan coklat yang Ia terima itu.

"Run, lo ketemu sama orang yang ngasih ini dimana?" tanya Micha lalu berdiri.

Runa pun yang lagi mencatat sesuatu di buku kecil itu pun melirik kearah Micha. "Di deket kelas lo."

"Oh okee," Micha langsung berjalan menuju pintu yang masih terbuka itu.

"Eh lo mau kemana?" tanya Runa yang melihat Micha berjalan keluar.

Micha pun berhenti berjalan tepat di pintu. "Gue mau ke kelas."

Runa hanya menganggukkan kepalanya, lalu berdiri dan berjalan menuju pintu yang kini Micha sudah berlari tidak tau kemana.

Saat diperjalanan, Micha terus membaca ulang surat itu. Aneh. Sebenarnya apa isi surat yang Micha terima? Sampai Micha membaca berulang kali surat itu.

Micha kini sampai di tempat dimana Ia akan menemui orang yang memberikannya surat dan coklat itu.

Tidak terlalu banyak orang yang ada dimana Micha berada. Hanya ada beberapa murid yang masih berada dilapangan basket saat ini.

Micha duduk di salah salah satu kursi yang ada disana sambil menunggu orang yang akan Ia temui.

Tidak lama setelah Micha duduk, ada seseorang yang menghampirinya dari arah belakang.

Micha belum mengetahui bahwa orang yang Ia tunggu sudah berada tepat dibelakangnya. Orang itu menutup mata Micha dengan kedua tangannya dari belakang. "Af, ini lo kan?"

"Kok lo tau," tanya orang yang baru saja Micha panggil Af.

"Tau lah, siapa coba yang nggak tau sama orang yang ngeselin kayak lo," ucap Micha lalu tertawa.

"Btw lo ngapain nyuruh gue kesini?" tanya Micha lalu berdiri menghadap kearah orang itu.

Orang itu pun sedikit gugup untuk bilang tujuannya menyuruh Micha ke lapangan basket. "Jadi gini, gue waktu itu mutusin lo gara-gara gue pindah ikut orang tua dan sekarang gue udah mutusin buat balik lagi kesini."

"Ya terus?" tanya Micha setelah orang itu berhenti bicara.

"Sekarang gue masih suka sama lo dan gue mau lo jadi pacar gue lagi. Mau kan?" tanya orang itu sambil menggenggam kedua tangan Micha.

Micha sedikit bingung mau bilang apa, karena saat ini Micha sudah tidak punya rasa apa pun untuk orang itu yang ternyata dia adalah mantannya Micha.

"Gue ...."

🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫🍫

Hallo🔥🔥Apa kabar gengs?
Ada yang pernah ngerasain hal yang sama seperti Caca? 🗣🗣

Micha [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang