"Assalamualaikum, Bunda," ucap Micha saat berada di depan rumahnya.
Micha membuka pintu itu dan masuk kedalam bersama dengan Roni di sampingnya.
"Bun," ucap Micha saat Bunda sedang berbicara dengan seseorang yang duduk membelakangi Micha.
Orang itu membalikkan badanya, menatap lekat manik mata Micha.
"Papah," teriak Micha lalu berlari memeluk Papahnya yang kini berada tepat di hadapannya.
Roni yang melihat itu hanya tersenyum senang.
Papah Micha membalas pelukan itu, sangat erat. Micha pun sama, Ia memeluk Papahnya dengan erat seakan Ia tidak mau kehilangan Papahnya lagi.
"Pah, papah jangan tinggalin Caca lagi," ucap Micha saat didalam pelukan Papahnya.
"Papah nggak bakalan ninggalin Caca lagi kok, Papah akan menetap di sini," ucap Papah Micha sambil mengelus punggung Micha.
"Pah, Caca seneng banget, Papah bakalan tinggal di sini lagi."
Bunda Micha berdiri dan menghampiri Papah dan juga Micha. "Ca, udah yuk duduk, nggak malu tu ada pacar juga," ucap Bunda Micha yang tentunya membuat Micha malu.
"Bunda," ucap Micha sambil tersenyum malu.
Papah Micha menghampiri Roni lalu membisikan beberapa kata. Micha dan Bundanya penasaran dengan apa yang Papahnya bisikan kepada Roni.
"Bun, bantu Papah beresin baju yuk," ucap Papah Micha lalu berjalan menuju kamar Bunda dan juga Papah Micha.
"Oh iya Ca, itu ada sesuatu buat Caca di meja," ucap Papahnya lalu masuk ke dalam kamarnya yang diikuti oleh Bunda Micha.
Micha mengajak Roni untuk ke ruang tamu, saat di jalan Ia menanyakan prihal apa yang tadi Papahnya bisikan kepada Roni.
"Tadi, Papah mu bilang kalau aku tu cowo yang paling beruntung karena telah mendapatkan seorang perempuan yang sangat begitu cantik, pintar, dan juga baik hati," ucap Roni sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Boong banget," ucap Micha lalu duduk di sofa yang menghadap ke arah televisi.
"Masa sih? Orang kenyataannya kamu memang begitu," ucap Roni saat duduk di sebelah Micha.
Micha membuka apa yang tadi Papahnya bilang. "Iya deh serah kamu aja."
Di sana ada sebuah foto keluarga Mellays. Lekap. Micha di sana terlihat masih ucul-uculnya.
Micha mengambil foto itu, menatapnya lekat sambil tersenyum. "Caca, dulu ngegemesin ya," ucap Roni yang melihat foto itu juga.
"Iya dongg, gimana sekarang? Makin gumuss kan?" tanya Micha sambil menampilkan wajahnya.
"Gemesan waktu kecil, pipinya itu loh kek bakpauu," ucap Roni lalu mengambil foto itu dari tangan Micha.
Micha cemberut. Ia memalingkan wajahnya kearah lain. Melipat kedua tangannya, lalu menekuk wajahnya.
"Yee jangan gitu dong, dah gede masa masih ngambekan sih," ucap Roni lalu membalikkan badannya Micha kembali menghadapnya.
Roni mencubit kedua pipi Micha. "Onii sakit dong," teriak Micha namun tentunya tidak sampai terdengar kedalam kamar Papah dan juga Bunda Micha.
"What Onii?" tanya Roni bingung.
Micha hanya menganggukan kepalanya. "Iya, Onii nama baru buat Roni, khusus Caca buatin buat Onii," ucap Micha sambil tertawa renyah.
Roni terlihat sedikit berfikir. "Mmm, okee Oni juga punya nama baru buat Caca," ucap Roni tidak mau kalah.
"Apa?" tanya Micha sambil mengerutkan alisnya.
"Capau," ucap Roni sambil menaik turunkan alisnya.
Micha heran, ntah dari mana Roni mendapatkan panggilan itu. "Capau? Apaan tu?"
"Caca Bakpauuu," ucap Roni lalu mencubit kedua pipi Micha lagi.
Micha baru saja akan merespon ucapan Roni namun terhenti saat ada yang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum." Molla dan Lolly berjalan beriringan menuju tempat Micha dan Roni dengan membawa sekantung pelastik supermarket.
"Waalaikumsalam, apaan tu Mol?" tanya Micha saat Molla meletakan kantung plastik itu di atas meja.
Lolly berdecak. "Ck, itu pesanan dari bapa Roni yang terhormat."
"Wehh makasih Ly, lo ter terr lah," ucap Roni yang diiringi tawa.
Micha menatap kearah Roni. "Oni titip apa?" tanya Micha kepada Roni.
"What? Oni?" tanya Lolly lalu tertawa terbahak-bahak.
"Oni? kuda poni?" tanya Molla mengira-ngira.
Roni tidak menjawab pertanyaan Micha, Ia mengambil kantung plastik itu dan mengeluarkan isinya. "Es krim?" tanya Micha heran.
Roni hanya menganggukan kepalanya lalu memberikan es krim dengan rasa favorit Micha.
"Enak nggak?" tanya Roni kepada Micha.
Micha hanya menganggukan kepalanya sambil memakan es krim yang Roni berikan.
"Aelah gue juga mau kali," ucap Lolly lalu mengambil alih kantung plastik itu.
Roni tidak menghiraukannya. Ia terus memandang Micha yang terlihat manis saat memakan es krim itu.
"Oh iya mana duitnya?" tanya Lolly yang sedang mamakan es krim.
"Ha? Oh iya ni," ucap Roni lalu memberikan uang sepuluh ribu.
"Apa-apaan ini? Harga es krim semuanya empat puluh ribu," ucap Lolly tidak terima.
🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦🍦
Jangan lupa tinggalkan jejak🤖
KAMU SEDANG MEMBACA
Micha [END]
Novela Juvenil[BHS 1] Story by @ekkavzyh ... Saat dua pertanyaan yang sama di waktu yang hampir bersamaan. Maka beri aku waktu untuk menjawabnya. ©Copyright 22 Juni 2020.
![Micha [END]](https://img.wattpad.com/cover/230242197-64-k783128.jpg)