Kini Micha pulang bersama Miyyami, Lolly, Molla, Marvel, Mikael, Sasya, Roni, Trollfien, teman-teman sekelasnya, dan juga teman-temannya yang bergabung di The Secret.
The Secret adalah suatu komunitas dimana kumpulan orang-orang berprestasi di setiap sekolah yang ada di provinsi tempat tinggal Micha. Micha? Dia di sana sebagai ketuanya.
Makanya tidak heran saat teman-temannya di The Secret memanggilnya sebagi orang penting. Why? Karena Michalah yang mendirikan komunitas ini.
Satu persatu teman Micha di The Secret pun izin untuk pulang. Kini hanya tinggal tersisa Roni, Miyyami, Trollfien, Molla, Marvel, Lolly, Mikael, dan Sasya yang menemani Micha di rumahnya. Micha berungtung mempunyai teman seperti mereka.
"Ca, udah jangan nangis lagi," ucap Sasya sahabat Micha sewaktu smp.
Walaupun sekarang Micha dan Sasya sudah tidak satu sekolah lagi, tapi itu bukan berarti persahabatan mereka hancur atau lenyap ditelan waktu.
Kerena mereka bersahabat dari hati ke hati buka dari waktu ke waktu!
Apapun itu kalau sudah menyangkut hati, pasti akan selalu teringat. Apalagi doi.
"Sya, Bunda Sya," ucap Micha sambil memeluk Sasya.
Miyyami yang berada di sebelah Micha pun langsung mengelus belakang punggung Micha menyalurkan energi tenang kepadanya.
Roni yang melihat Micha begitu rapuh pun tidak kuasa melihatnya. Ia kini telah sedikit mengeluarkan air matanya namun Ia hapus cepat-cepat.
Dalam kondisi seperti ini Ia harus menguatkan Micha bukan malah ikut tenggelam dalam larut kesedihan.
Ia harus kembali membuat Micha menjadi Micha yang dulu, periang! Tidak ada tangisan kembali, kalau pun ada Ia ingin tangisan yang keluar dari matanya Micha adalah tangisan tawa!
Marvel yang melihat itu pun sama hancurnya seperti Roni, walaupun Marvel belum terlalu dekat dengan Micha tetapi Dia sudah terlalu cinta kepadanya.
Mikael? Apalagi dia, dia sudah menganggap Bunda Micha sebagai Bundanya. Bahkan saat Ia dalam proses pdkt pun Bunda Micha membantunya dan mensuportnya. Ia merasakan apa yang Micha rasakan tapi apa boleh buat Ia pun sama, Ia tidak boleh terlihat rapuh saat ini!
Molla dan Lolly? Mereka sama, masih belum menerima kenyataan ini. Semua terlalu tiba-tiba.
"Caca jangan terlalu sedih, Bunda nggak suka kan liat Caca sedih," ucap Papah Micha yang baru datang ke ruang tamu itu.
"Iya Ca, jangan kecewain Bunda, Bunda nggak suka Caca yang kek gini," ucap Miyyami terus mendorong Micha agar Ia kembali kuat.
Molla dan Lolly hanya ikut menganggukkan kepalanya.
"Kamu harus kuat Ca," ucap Marvel yang sedari tadi diam.
"Senyum Ca, Bunda suka kalau liat Caca tersenyum," ucap Mikael yang membuat tangis Micha semakin mereda.
"Ca kita di sini buat kamu, kita akan selalu ada buat kamu, selalu!" ucap Roni Lalu tersenyum.
Micha kini Ia tidak lagi menangis. Apa yang teman-temannya itu ucapkan benar, Bunda nggak suka Micha yang seperti ini. Bunda suka liat Micha tersenyum bukan menangis.
Micha menutup mata sejenak lalu mengucapkan beberapa kata di dalam hatinya. "Bun, Caca nggak bakalan nangis lagi. Caca janji Caca akan selalu tersenyum, apapun itu masalahnya. Caca bakalan lewati semuanya dengan tersenyum."
Micha pun membuka matanya lalu Ia menghapus air matanya dengan kedua tangannya. Ia pun tersenyum. Pertama Ia melihat Papahnya yang tersenyum kepadanya. Kedua Ia melihat kearah Roni, Ia pun sama tersenyum. Dan selanjutnya Ia melihat kearah Mikael, Marvel, Trollfien, Molla, Lolly, Miyyami dan yang terakhir Sasya.
Mereka semua tersenyum melihat Micha yang kini bisa tersenyum kembali. "Aaa jadi sayang kalian semua," ucap Micha lalu memeluk Sasya dan Miyyami yang berada di dekatnya. Molla dan Lolly pun menghampiri Micha. Mereka berpelukan di sana.
"Caca jangan bikin baper lagi," ucap Mikael bercanda.
"Iya Ca, awas aja sampe bikin aku makin cinta," ucap Marvel yang membuat semua orang yang ada di sana tertawa kecuali Roni! Ia malah menampilkan wajah cemberutnya.
"Dih, ngambek si Roni," ucap Lolly yang kebetulan melihat kearah Roni.
Mereka yang ada di sana pun hanya tertawa mendengar ejekan Lolly.
"Aaa seneng deh bisa liat Caca yang kek gini lagi," ucap Sasya semakin mempererat pelukannya.
Micha pun tersenyum. "Aaa sayang deh punya temen kek kalian."
"Eh eh Sya jangan kenceng-kenceng peluknya, Caca susah napasnya nii," ucap Micha lalu Ia pun tertawa saat Sasya melepaskan pelukannya.
"Tapi boong," ucap Micha lalu mengancungkan kedua jarinya sambil tertawa.
"Aaaa Caca jahat," ucap Sasya beracting seperti Ia merajuk kepada Micha.
"Yahh, sini-sinii aku peyukk," ucap Micha lalu memeluk Sasya.
Mereka yang ada di sana pun tertawa melihat tingkah laku Micha. Terutama Roni, Ia senang sekali bisa melihat kembali Micha tersenyum.
[ T A M A T ]
Akhirnya setelah melalui masa-masa panjang, Micha pun selesai, yeay!!! Chukaaeee!!
Dan terima kasih kepada ekkavzyh selaku author Micha yang sudah berhasil menyelesaikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Micha [END]
Fiksi Remaja[BHS 1] Story by @ekkavzyh ... Saat dua pertanyaan yang sama di waktu yang hampir bersamaan. Maka beri aku waktu untuk menjawabnya. ©Copyright 22 Juni 2020.
![Micha [END]](https://img.wattpad.com/cover/230242197-64-k783128.jpg)