23. Secret Admirer

570 36 4
                                        

"Kamu yang membuatku percaya bahwa tidak semua laki-laki itu sama, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu yang membuatku percaya bahwa tidak semua laki-laki itu sama, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu."

-oOo-

Isi hati manusia sering kali berubah. Jadi, jangan terlalu mengistimewakan sesuatu, jika tidak mau rasa sakit karena kecewamu juga terlalu berlebihan.

Di balkon kamar, sosok gadis cantik dengan rambut sepunggung sedang duduk di atas sebuah sofa yang begitu empuk. Gadis itu melamun, menatap langit malam yang masih meneteskan beberapa rintik hujan. Dan saat itu, langit seolah merasa ikut bersedih bersama perasaannya yang hancur.

Beberapa kali Oliv menghubungi kekasihnya, tapi tidak ada balasan sedikit pun. Hari itu, Oliv merasa kehilangan dua sosok laki-laki yang dia anggap berharga. Revan menghilang, dan Septian kini menyatakan benci kepadanya. Hingga tak terasa, air mata Oliv menetes mengingat hal itu.

Oliv mendongak, menatap rembulan yang sedang purnama malam itu. "Kamu selalu bilang kalo aku ini bulannya kamu. Tapi ... kenapa sekarang kamu benci aku?"

Menekuk kedua lututnya di atas sofa, kemudian Oliv memeluk kedua kakinya itu. Dia menempelkan dagu di atas lutut, kemudian menatap kosong ke depannya.

Malam itu, Oliv mengenang semua kejadian bersama Septian yang telah mereka lewati bersama. Malam itu, Oliv benar-benar merindukan sosok Septian yang dulu, yang dia kenal sebagai Septian yang selalu menyayanginya dan perhatian kepadanya. Dan malam itu, disaksikan oleh bulan dan bintang, Oliv benar-benar patah hati atas berubahnya sikap Septian.

"Papa ... kenapa gak ada laki-laki yang mirip kayak papa, yang gak akan nyakitin aku, yang selalu sayang aku, yang gak pernah benci aku meski aku buat salah. Papa ... Oliv kangen papa ...," lirihnya dengan air mata yang semakin bercucuran.

Setelah beberapa saat menangis, Oliv mengusap air matanya dengan ibu jari. Kemudian, gadis berpakaian baju tidur itu bangkit. Saat hendak masuk ke dalam kamarnya, tanpa sengaja Oliv melihat ke arah depan rumah.

"Mama?" Mata Oliv membulat, tidak sengaja melihat sosok wanita yang menatapnya dari dalam mobil, di depan gerbang rumahnya.

Oliv menggelengkan kepalanya, menggosok kedua matanya, kemudian kembali melihat apa yang ada di depan gerbang sana. Alhasil, Oliv tidak menemukan apa pun selain jalanan kosong.

"Aku juga kangen mama," lirihnya sembari tersenyum dan menganggap yang dilihatnya tadi hanya halusinasi.

Tanpa Oliv ketahui, ibu kandungnya itu benar-benar ada melihatnya, memastikan bahwa kondisinya baik-baik saja. Dan saat Oliv kembali melihat ke arahnya, mobil yang dinaiki Salsa langsung maju begitu saja.

I'am BrokenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang