11. What This Love?

865 59 22
                                        

Mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca yang menyukai IB. Mungkin, ini adalah part terakhir yang dipublish.

Kenapa terakhir?  Dikarenakan, tepat pada hari kemarin, 2-juni-2020, tepatnya selasa malam pada pukul 23:05 Author dari I'am Broken, dilarikan ke rumah sakit. Saya sebagai saudara dari beliau, mohon minta doa yang seiklas-iklasnya.

Semuanya mungkin sudah kehendak Tuhan. Jadi, mohon maaf kepada pembaca sekalian yang sudah jatuh cinta pada cerita ini. Pada saat itu, untuk terakhir kalinya sebelum masuk UGD, author bilang:

"Bilang pada semua reader ku, kalo apa yang ditulis di atas itu boong. Aing sehat wae euy."

Haha. haiyukk.

Happy Reading.

"Jatuh itu gak ada yang enak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jatuh itu gak ada yang enak. Sekali pun itu jatuh hati." -Raven Revandra Sagara.

-oOo-

Sebuah perasaan tak bisa ditebak. Muncul tiba-tiba, pergi tanpa diduga.  Datang sesukanya seolah raja dan pergi seenaknya bagai putri.

Seperti kebiasaannya, Revan selalu menaikkan kakinya ke atas meja. Revan memejamkan matanya, mendongak, menikmati suara-suara bising di kelasnya itu.

Drtt ... drtt ....

Suara dering telepon itu mengalihkan perhatiannya. Revan membuka mata, kemudian melihat ke arah sumber suara, Zay yang sedang mengangkat telepon dari seseorang.

"Siapa Zay?" tanya Langit, penasaran.

"Cewek gue," jawab Zay.

"Loudspeaker," suruh Revan.

Zay mengacungkan jempol, kemudian mengangkat teleponnya. Terdengar suara menghubungkan dari panggilan free-call tersebut. Dia melirik Revan dan Langit ketika suara seseorang dari sana memanggilnya.

"Sayang aku mau ngomong."

"Pake bahasa apa? Indonesia apa jepang?" tanya Zay.

"Yamate Kudasai."

Zay melebarkan kedua bola matanya, Revan kesulitan untuk menelan ludahnya, sedangkan Langit menjatuhkan rahangnya. Suara perempuan di telepon itu ... seperti— maaf, tapi sebut saja artis Jav.

"Mesum lo, Zay," celetuk Langit.

Tak menghiraukan ucapan Langit, Zay kembali berbicara pada kekashnya, "Ada apaan?"

I'am BrokenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang