Renjun terbangun dark tidurnya karena mendengar suara keributan lantas dia mencari sumber suara tersebut.
"Sudah bangun nak? " tanya Bu Sekar kepada Renjun yang terlihat masih dialam mimpi
"Suara Cici kegedean ya? Maafin Cici ya kak gara-gara Cici kakak kebangun deh. "
Renjun tersenyum dan menyamakan tubuhnya dengan tinggi Cici "Gapapa kok cantik. " ujar Renjun sambil mengelus kepala Cici dengan lembut.
"Kak Renjun cuci muka dulu sana abis itu kita makan bareng. " ujar Anto yang berusua sekitar 12 tahun.
Tanpa menjawab Renjun bergegas menuju toilet dan belum sampai disana Renjun melihat Echa yang sedang menyiapkan makanan dengan dua orang anak perempuan penghuni panti juga.
Matanya dan Echa saling bertemu ketika Echa membalikkan badannya.
"Toilet dimana? " tanya Renjun
"Itu.. Depan lo.. "
"Oh.. " tanpa pikir panjang Renjun bergegas masuk toilet
"Bego banget si gue!! " gerutu Renjun di dalam toilet tanpa disadari suaranya terdengar hingga keluar. Echa yang mendengarnya hanya tertawa.
Hari ini Renjun dan Echa berangkat ke sekolah bersama, semua orang memperhatikan Echa yang duduk dibonceng Renjun. Echa terlihat cemas dia mengkhawatirkan apa yang belum tentu terjadi.
Setelah memarkirkan motornya Renjun mengetahui kegelisahan yang ada pada diri Echa.
"Jalan.. " titah Renjun dan Echa langsung menurutinya tanpa sepatah katapun.
Ketika sedang berjalan semua orang bergunjing tentang dirinya entah apa yang dibicarakannya yang jelas itu bukalah sebuah kebaikan karena dilihat dari raut wajah mereka yang sinis.
Tiba-tiba ada seorang siswa yang mendorong tubuh Echa hingga terdorong beberapa langkah.
"Heh Echa!! Bukannya gu- " siswi tersebut tak bisa melanjutkan perkataanya setelah menatap mata Renjun yang tak berekspresi.
"Jalan! " titah Renjun dengan suara pelan namun tegas.
Setelah beberapa saat akhirnya Echa tiba di depan kelasnya "Makasih ya.. Lah orangnya kemana? " heran Echa setelah berbalik dan tak menemukan Renjun.
Echa melamun kearah luar jendela sebebarnya bukan melamun lebih tepatnya sedang memperhatikan Renjun yang sedang bersender kursi taman sambil mendengarkan sesuatu di headphonenya. Saat sedang sibuk memperhatikan Renjun Echa dikejutkan dengan kehadiran Chenle dihapannya.
"Gak ke kantin? "
"Chenle!! Lo tuh ngagetin tau gak. " kesal Echa
"Ya.. Sorry.. Sorry gue kan gak tau kalo lo lagi ngelamun, lagian lamunin apaan sih? "
Echa menahan tubuh Chenle yang bangkit untuk melihat apa yang Echa liaht diluar sana. Namun dengan kecepatannya Echa berhasil mencegah Chenle dan mereka berakhir saling memandang satu sama lain.
Dari bawah sana Renjun melihat Chenle dan Echa yang sedang bertatapan dari balik jendela kelas, hanya melihat sekilas dan Renjun kembali ke kesibukan yang sebelumnya.
"Oh iya, guw bawa ini buat lo!! " ujar Chenle yang berusaha merubah situasi.
"Wahhh roti selai stoberi!! Susu stoberi juga!! Makasih yaa.. " seru Echa yang terlihat gembira melihat makanan favoritnya.
Chenle dan Echa kembali duduk, mereka duduk saling berhadapan, Echa sibuk memakan, makanananya sedangkan Chenle hanya memandanginya.
"Kayaknya dia beneran suka sama lo!" ucap pelan Chenle hingga Echa salah mendengar perkataannya yang Echa dengar adalah "Kayaknya gua beneran suka sama lo! "
"Hm?? " dehem Echa memastikan
"Enggak kok.. " senyuk Chenle sambil mengelap sisa roti disudut bibir Echa.
Sebelum jam istirahat berakhir Echa menyempatkan diri untuk pergi ketoilet disana dua berkaca pada cermim yang besar untuk meyakinkan bahwa ini bukaah mimpi. Echa terus teringat perkataan Chenle yang mengatakan bahwa dia menyukai dirinya, padahal Echa salah mendengar perkataan Chenle.
Semua orang disekolah sibuk mempersiapkan semua barang-barang yang akan dipakai untuk PKS besok, Echa melihat setiap orang yang sedang sibuk memasang tenda dan stand untuk kelas mereka masing-masing.
Saat sedang sibuk melihat-lihat Echa tak sengaja menabrak tubuh Chenle yang sedang memasang spanduk kelasnya.
"Ehh?? " kagetnya yang kemudian tersenyum ketika melihat bahwa yang menabraknya adalah Echa.
"Che.. Chenle.. So-ssorry yaa.. " entah kenapa mulut Echa terasa gemetar
"Lo kenapa? Lo sakit? " tanya Chenle sambil memeriksa kening Echa.
"Mmm baik-baik aja kok. " heran Chenle
"Sini deh ikut!! " lanjutnya membawa Echa kebelakang stand kelasnya, disana ada Renjun dengan perlatan lukisnya yang sedang melukis spanduk kosong. "Gue denger-denger lo jago ngelukis, lo disini yaa bantuin Renjun. Kasian di kelas gue cuman dia yang bisa ngelukis. "
"Ooke.. "
Awalnya Renjun sepat terhenti dan terkejut melihat Chenle yang membawa Echa kedahapannya namun hanya beberapa saat Renjun kembali fokus pada pekerjaannya.
Echa terlihat sedang berusaha mengaitkan pakaian pelindung ditubuhnya, Renjun melihat Echa yang kesusahan memakainya akhirnya Renjun menarik pinggang Echa dan memutarkan tubuhnya hingga membelakanginya dan kemudian mengaitkan benda tersebut.
"Makasih.. " ucap Echa pelan karena masih sedikit terkejut dengan perlakuan Renjun.
Entah kenapa sepanjang mereka melukis spanduk tersebut mata Echa tak bisa terfokus dia terus memandangi wajah Renjun dan kejadian ketika Renjun memakaikan baju pengaman padanya masih terbayang-bayang. Renjun berdehem, sepertinya dia tahu bahwa Echa sedang memperhatikannya.
"Tanpa aku sadari bahwa selama ini dia memperhatikanku dan melindungiku. Dari jauh... "
~TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Cold! || Huang Renjun
Hayran Kurgu[END] Seorang gadis yang menyangka bahwa seorang pria telah menyelamatkannya dari berbagai kemalangan yang sudah bagaikan makanan sehari-harinya. Namun dia salah, pria tersebut yang dikenal sebagai Jack Frost yang memiliki hati sedingin ES hanya mem...
