Echa dan Renjun menyepatkan untuk beristirahat sejenak. Karena saat itu matahari mulai bersinar dengan terik Echa mengikatkan rambutnya dan dia dibuat terkejut melihat Renjun yang tersedak air minumnya sendiri.
"Yaa ampun lo gapapa? " panik Echa sambil menepuk pelan pundak Renjun, Renjun menepis tangan Echa.
"Jangan sentuh gw! " peringat Renjun, tanpa berkata lagi Renjun bangkit dari duduknya dan kembali ke kerjaannya.
"Ishh dasar saiko, padahal tadi baik nya kek ibu beri ampe bikin gue kepikiran lah sekarang malah kek danur.. " gerutu Echa kesal
Sekitar setengah jam kemudian, Chenle datang dengan kotak makanan ditangannya.
"Makan time!!! " teriak Chenle kegirangan hingga membuat Renjun meringis.
Renjun, Chenle dan Echa mengambil posisi untuk menyantap nasi kotak yang dibawakan oleh Chenle. Merekapun mulai memakannya, ditengah-tengah Echa memperhatikan Renjun yang tak menyentuh sama sekali daging yang dihidangkan, padahal dagingnya enak banget pikir Echa.
"Lo diet ya? Kok dagingnya gak dimakan. " tanya Echa yang udah kepo maksimal, Renjun berhenti makan dan menatap wajah Echa.
"Bukan urursan lo. " culas Renjun yang mmebuat susana seketika hancur.
"Haa.. Haha udahan tuh yuu balik yuu.. " ujar Chenle yang berusaha mencairkan ketegangan antara Echa dan Renjun.
Disepanjang perjalanan Echa terus terdiam, apa dia salah menyakan hal tersebut? Pikirnya. Tapi setelah dipikirkan kembali perkataan Echa tak ada yang salah sama sekali, tapi kenapa Renjun harus semarah itu, aneh.
Langit mulai berwana orange, matahari siap tenggelap dan digantikan oleh cahaya dari sang rembulan.
"Huffttt... " Echa merogoh sakunya dan ditariknya sebuah benda dalam sakunya. "Astaga ini kan gelangnya Renjun, kenapa gue lupa ngembaliin sih? "
Echa berlari kembali menuju sekolah karena seingatnya Renjun dan teman-temannya masih sibuk menyusun barang-barang untuk stan kelasnya.
Echa menelusuri setiap sudut lapangan dan stan untuk mencari keberadaan Renjun dan akhirnya Echa menemukannya.
"Renjun!! " panggil Echa setelah berada dibelakang Renjun, tanpa menjawab Renjun hanya membalikkan badannya.
"Ini punya lo, waktu itu ketinggalan. " ujar Echa sambil menyodorkan gelang tersebut.
"Makasih. " ucap Renjun sambil menerima gelang tersebut dan langsung memakaikannya, Renjun terlihat kesusahan saat mengikat kedua talinya tanpa diduga Echa maju dan membantu mengikat kedua tali tersebut.
Jarak mereka sangat dekat bahkan hingga Renjun dapat mencium aroma sampo yang tertinggal di rambut Echa. Dari jauh Lia ternyata memperhatikan Echa dan Renjun dari awal Echa datang memberikan gelang tersebut hingga memakaikan nya pada tangan Renjun.
Lia terlihat mengeraskan dagunga karena kesal dengan apa yang dilihat oleh matanya ditambah lagi teman-temannya yang terus mengompori dirinya.
"Ngelunjak juga lama-lama dia. " culas Lisa.
"Nggak bisa di diemin nih Lia kita harus kasih pelajaran. "-Yeji
"Tapi apa kira-kira yang bikin dia kapok? "-Yeri
"Ahh!! Gimana kalo.... " bisik Lisa ketelingan Lia membuat Lia tersenyum sinis setelah mendengarnya.
"Ide bagus. " sinis Lia sambil menatap mengitimidasi kearah Echa dari jauh.
Keesokan harinya sekolah tampak lebih ramai karena pentas kreatif siswa hari ini semua kompak mengenakan kaos olahraga begitupun dengan Echa yang juga mengenakan kaos olahraga.
"Haii!! " sapa Echa ketika tiba di stan kelasnya, tapi tak ada satupun yang menjawab sapaan Echa mereka hanya mendelik membuat Echa merasa terintimidasi.
"Echa!! " panggil Lia dengan senyuman yang tak biasanya hingga membuat Echa pergi menghampirinya.
"Kenapa? " tanya Echa semringah karena tak biasanya Lia bersikap baik seperti ini.
"Gue boleh minta tolong gak? "
"Tolong apa? "
"Jadi gini stan disebrang sana pesen minuman ke stan kita terus Lisa gak bisa anterin karena dia lagi gaenak perut. Lo mau kan anterin? "
"Iya ca, pliss... " ujar Lisa yang memohon
Tak ada raut wajah curiga sama sekali pada diri Echa akhirnya dia mengiyakan permintaan tersebut.
"Yaudah sini gue yang anterin. " Echa menerima nampan berisikan 9 gelas cup minuman ditangan Lisa dan mulai melakukan tugasnya.
Echa mengambil jalan cepat dengan melewati lapangan, ditengah-tengah Yeji dan Yeri dengan sengaja menyenggol nampan yang dibawa Echa hingga minuman yang ada di cup nya tumpah ke tubuh Echa.
"Upss!! Sorry... Sengaja. Hahahah " Yeji dan Yeri mentertawakan Echa bersamaan hingga entah bagaimana caranya kini beberapa siswa mulai berdirian dihapan Echa ikut mentertawakan hal meraka anggap lelucon.
Dari arah kerumunan muncul Lia dan Lisa yang berjalan dengan bangga.
"Gaes kalian tau gak sih, kalo ternyata Echa itu dibuang sama nyokapnya ke panti asuhan. Kasian banget kann.. " ujar Lia dengan suara lantang.
"Dasar freak!! Sama nyokap nya aja dibuang. "-Yeji
"Hahaha... " semua mentertawakan
Echa terlihat sudah menangis sejak awal Lia membawa-bawa kehidupan pribadinya.
"Orang kek lo itu gak pantes ada diantara kita!! " ujar Lia sambil menyemburkan air tepat ke wajah Echa hingga terbatuk-batuk.
Echa meremas celanya dan bangkit mendekati Lia "Emang kenapa kalo gue anak panti? Salah!? " ujar Echa dengan emosi karena geram dengan tingkah Lia dan teman-temannya.
"Nantangin lo!! " Lia meremas baju yang dipakai Echa.
Ditengah-tengah perseteruan panas antara Echa dan Lia tiba-tiba muncul Renjun dari arah lain yang membuat semua orang disana terdiam sekaligus terkejut termasuk Lia.
"Re.. Renjun. "-Lia
"Bentar lagi guru dateng. " ucap Renjun dan langsung berbalik, merasa mereka masih terdiam Renjun kembali membalikkan badannya. "Gak akan bubar? " setelah itu barulah semua siswa yang berkumpul tadi akhirnya memisah diri.
•
•
•
•
•
•
"Aku ingin sekali terus didekatnya, karena bersamanya aku merasa aman."
~TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Cold! || Huang Renjun
Fanfikce[END] Seorang gadis yang menyangka bahwa seorang pria telah menyelamatkannya dari berbagai kemalangan yang sudah bagaikan makanan sehari-harinya. Namun dia salah, pria tersebut yang dikenal sebagai Jack Frost yang memiliki hati sedingin ES hanya mem...
