Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

L I M A

296 36 0
                                        

Renjun berjalan kearah perpustakaan berniat untuk mengembalikan buku yang telah dipinjamnya. Dia meraih kenop pintu dan berusaha membukanya.

"Loh, dikunci? " gumamnya, akhirnya dia kembali pergi.

Dia pergi dengan rasa kebingungan, tumben sekali pintu perpustakaannya di kunci. Tak menyerah, Renjun pergi menemui Pak Tarno untuk memintanya membuka pintu perpustakaan.

"Masa sih den pintunya di kunci. " ujarnya sambil sibuk memilih kunci
"Yakali pak saya boong. " jawabnya

Pak Tarno berusaha membuka pintunya dan benar kata Renjun pintunya dikunci.

"Iya juga yaa den, siapa yang ngunci pintunya coba. " gerutunya sambil berusaha membuka kunci pintunya.
"Nahh makasih pak. " ucap Renjun sebelum Pak Tarno pergi.

Renjun memasuki perpustakaan dia kembali terkejut karema lampu perpustakaan mati, dia berusaha meraih stop kontak beberapa kali dia tekan lampunya tetap tidak menyala.

"Hiks... Hikss.. " Renjun tersentak mendengar suara tangisan, dia merogoh sakunya dan menyalakan senter lewat ponselnya dan pergi mencari asal suara.

Dia menemukan sebuah suara yang asalnya dari bawah meja dengan perlahan Renjun mendekati meja tersebut dan duduk berlutut untuk melihat kebawah dan benar saja dia melihat seorang perempuan yang sedang menunduk sambil memeluk kedua lututnya.

"Hei!! " ujarnya dengan menyentuh salah satu tangan wanita itu.

Wanita tersebut menenggakan kepalanya. Echa... Batin Renjun. Echa nampak senang melihat wajah Renjun, dia meraih tangan Renjun untuk keluar dari bawah meja dan seketika Echa memeluk tubuh Renun dan kembali menangis.

"Gue takut... Gue takut disini. " ujar Echa, tangan Renjun dengan ragu mengelus kepala Echa membantu untuk menenangkannya.
"Suttt... " bisik Renjun lembut membuat Echa tak lagi menangis.

Renjun membawa Echa ke ruangan UKS karena kondisi Echa yang sangat pucat tak memungkinkannya untuk kembali ke kelas.

"Apa dia punya semacam trauma sama ruangan gelap? " tanya Tio penjaga UKS pada Renjun.
"Ah.. I-iya."
"Dia terus mengatakan aku takut disana, aku takut disana. Biar guue yang bilang ke gurunya kalo dia di UKS. Lain kali kalo punya pacar jagain. " ujar Tio sambil menepuk bahu Renjun dan meninggalkannya pergi.

Tak ambil pusing dengan perkataan penjaga UKS tadi Renjun beralih menemui Echa, Renjun menapaki Echa sudah melepas jaket yang dia sempat berikan padanya. Karena tak tahu harus apa akhirnya Renjun memilih pergi.

Tak lama kemudian Chenle datang dengan grasak-grusuk mencari Echa.

"Ca!! Echa!! Lo gapapa? "
"Chenle, gue gapapa kok. "
"Syukur deh. "
"Renjun? "
"Dia, dia balik ke kelas. "

Echa sedikit sedih mendengar bahwa Renjun sudah pergi padahal dia belum sempat mengatakan terimakasih kepadanya.

Sesuai janji Chenle akan mampir ke panti asuhan Pelangi bersama Echa diluar rencana Chenle juga mengajak Renjun untuk pergi bersama. Entah kenapa situasi mendadak dingin di sepanjang perjalan menuju panti.

"Kak Echaa, Kak Chenle... " sapa Cici dan Rio berlarian dan memeluk Echa dan Chenle.
"Ini siapa kak? " tanya Rio sambil menunjuk Renjun. Chenle menyenggol sikut Renjun memberi kode untuk Renjun memperkenalkan dirinya.
"Renjun. " ucapnya singkat, terlihat kekecewaan dari raut wajah Rio.

"Kak Renjun ganteng, pasti pacarnya Kak Echa. Iyakan.. " kini giliran Cici yang membuat Echa dan Renjun terdiam dengan ulah centilnya.
"Bukan Cici, Kak Renjun itu temennya Kak Echa. " jawab Echa
"Kalo bukan pacarnya Kak Echa, yaudah pacarnya Cici aja. Yukk ka masuk... " ujar Cici sambil menarik tangan Renjun dan Renjun hanya bisa pasrah.

Renjun sempat berkenalan dengan Bu Sekar, beliau menyarankan untuk Echa membawa teman-temannya dan anak panti untuk bermain di taman dan membuat pesat BBQ bersama.

"Aduhh gue gak ngerti lagi cara manggang dagingnya. " gumam Echa yang pasrah dihadapan panggagan dagingnya.

Tanpa basa-basi Renjun datang dan mengambil alih panggangan tersebut, dengan telaten Renjun menaburkan rempah-rempah diatas daging yang akan mereka bakar.

"Lo serahin aja sama Renjun, gue yakin makanan dia gak akan mengecewakan. " imbuh Chenle

Sementara Renjun sibuk membakar dagingnya, Echa dan Chenle bermain bersama anak panti tawa mereka terdengar sangat menyenangkan. Sesekali Renjun melirik mereka yang tengah asik bermain kejar-kejaran.

"Nak Renjun ini teman sekelasnya Echa? " tanya Bu Sekar yang entah datang dari mana
"Bukan, Bu. "
"Ibu itu sangat menyayangi Echa, dia adalah anak ceria dan baik. Hanya dia satu-satunya anak Ibu yang tidak mau diadopsi oleh keluarga lain, kau tahu apa di katakannya? Echa bilang kalo Echa mau terus sama-sama, sama Ibu sampai kapanpun. " perkataan Bu Sekar membuat Renjun terdiam karena dia pun tidak tahu harus menanggapinya seperti apa.

Pesta BBQ pun dimulai Echa, Renjun, Chenle dan penghuni panti membentuk sebuah lingkaran dengan piring di hadapan mereka masing-masing.

"Daging!! Daging!! Daging!! " ucap anak panti antusia begitu Bu Sekar membagi rata daging hasil panggangan Renjun kesetiap piring.

Merekapun mulai mencicipi dagingnya.
"Mmm enak banget, Cici suka. Kak Renjun selain ganteng jago masak juga. Cici jadi nambah suka deh.. " ujar Cici genit membuat Bu Sekar dan yang lainnya tertawa dengan tingkah genit bayi kecil satu ini. Renjun yang awalnya terdiam juga ikut tersenyum mendengar perkataan Cici.

"Senyuman Kak Renjun juga manis banget, Cici suka deh.. " mendengar hal itu membuat Chenle dan Echa melirik kearah Renjun dan benar saja Renjun tengah tersenyum.

Echa dan Chenle terkejut menyaksikan hal tersebut. Renjun yang tersadar akhirnya berusaha kembali bersikap normal.

































"senyuman pertama yang kulihat dari wajahnya, nyatanya senyumannya tak sedingin sikapnya. "












~TBC

Cold! || Huang RenjunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang