03 : Askya

42.1K 2.5K 50
                                        

Siang ini askya sedang berada Di markas, ia sedang berlatih pistol bersama dengan Erick. Sedari tadi askya hanya diam memperhatikan apa yang diarahkan oleh erick.

"Queen, kenapa? Ada masalah?," tanya erick, karna ia heran dengan sikap askya yang berubah.

"Ahh..tidak apa apa, aku pulang dulu," balas askya dan pergi meninggalkan area berlatih, saat askya berjalan banyak sekali anggota yang hormat kepadanya.

Askya berjalan menuju basment dan ia berjalan menuju mobilnya berada, ia menaiki mobilnya lalu menjalankannya dengan kecepatan diatas rata rata.

Dua puluh menit kemudian askya sudah sampai dimansion, dan ia langsung memasuki mansion. Saat masuk ia melihat pemandangan yang menurutnya itu sangat menyebalkan.

Bagaimana tidak disana ada Jessika bersama para sahabatnya, mommy, dan juga sahabat mommynya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, askya langsung masuk dan berjalan kearah tangga. Saat ingin menaiki tangga askya terkilir dan semua orang yang ada disana panik menghampiri askya.

"Queen, kamu gak papa kan? Apa yang luka sini mom obatin," ucap nara kepada askya.

"Mom mau tau dimana yang sakit? Nih hati kya sakit!," balas askya dengan nada dingin, semua orang yang ada disana terkejut dengan sikap askya.

"Dek sini abang bantu," tawar arken.

"Tidak perlu, Erick bantu aku kekamar," pinta askya kepada erick, dan memang Erick kya tugaskan untuk mengawal dirinya.

Dan dengan gesit erick membantu askya, namun askya tak bisa berjalan dan erick langsung menggendong askya.

Erick membawa askya kekamar, milik askya yang bernuansa dark dan hitam tersebut.

"Queen tak apa apa?," tanya erick.

"Aku tak apa apa, kau bisa kembali kemarkas saat aku perlu bantuan mu akan aku hubungi," balas askya.

"Baik Queen," balas erick dan langsung pergi keluar kamar askya.

Setelah erick keluar askya langsung bangkit dari rebahannya, emang terasa sakit dan nyeri dikakinya. Namun ia tak perduli.

Askya berjalan menuju balkon kamar miliknya, dan ia mendudukan dirinya di kursi ayunan yang ada dibalkon.

Askya menatap senja yang begitu indah baginya, namun hanya sementara. Saat sedang memperhatikan senja yang akan menghilang askya mendengar pintu kamarnya dibuka oleh seseorang.

Askya melirik siapa yang datang ternyata sahabat, mommy, daddy, and sahabat mommynya. Askya hanya menghela nafas lalu menyenderkan kepalanya.

Asky menghampiri askya, lalu duduk didepan askya. Asky menggenggam tangan askya yang terasa dingin.

"Kyaa, gua tau lu cemburu! Gua itu kembaran lo jadi gua tau apa yang lo rasakan," ucap asky kepada askya, namun askya tidak merespon sama sekali.

"Kya, mom minta maaf! Mom cuma mau lihat reaksi kamu aja," ucap nara berusaha memberi ketenangan bagi anaknya.

"Kya tau," balas askya singkat, lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pembatas balkon.

"Hmm, kya gatau apakah kedepannya akan seperti ini atau bertolak belakang," ucap askya.

"Apa maksud kamu nak?," tanya Arkan kepada askya.

"Kya jelaskan pun kalian tak akan percaya," balas askya, dan ia berbalik lalu berjalan menuju kamar mandi.

Semua orang hanya menatap askya dengan tatapan heran, karna akhir akhir ini askya begitu aneh.

"Nar, lo beneran mau dia jadi penerus lo?," tanya claudia kepada nara.

"Gua yakin, dia tau semua tentang musuh! Dia anak yang spesial," balas nara.

"Mom, dah tua juga bahasanya masig gaol banget," cibir asky.

"Terserah mommy lah princess," balas nara, setelah itu semuanya langsung keluar dari kamar askya.

'Apa gua bisa?, tapi firasat gua bilang kalo yang dialami mom bakal gua alami juga,' batin askya dari dalam kamar mandi.

TBC.

Hai hai gan, gimana suka gak? Maaf klo dikit karna author jga lagi daring, pasti klean jua sama kan.

Ya udah jangan lupa divote, komen, and follow akun author yaaa.

See you.

Next time!

She Is My Queen Askya [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang