70 : Askya

14.9K 1.1K 123
                                        

"Askya kamu baru sembuh, jangan aneh-aneh lagi!" ucap Nara saat melihat Askya tak menyentuh makanannya.

"Askya makan dikantor aja, Askya buru-buru," balas Askya berniat pergi namun Nara mencegahnya.

"Enggak! Enggak ada! Ayo makan cepat," ucap Nara dingin, dan Askya hanya bisa menurut karna ia tidak mau membuat Nara marah lagi.

Setelah selesai makan Askya langsung beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar, saat didepan pintu ia berpapasan dengan Nathan yang ingin mengunjunginya namun Askya terus jalan tanpa menyapa Nathan.

"Hei, kamu kenapa? Aku ada salah apa? Hm?" tanya Nathan mencekal tangan Askya yang ingin masuk kedalam mobil.

"Apaan sih? Aku sibuk!" ucap Askya melepaskan cekalan tangan Nathan, Nathan termenung saat Askya memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan Nathan yang masih termenung.

Askya melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata menuju kantor, saat sampai dikantor Askya lansung berjalan masuk kedalam kantor, banyak karyawannya yang menyapa dan Askya hanya mengangguk dengan senyun tipisnya.

Saat sampai diruangannya Askya melihat Carlos tengah duduk santai disofa yang ada diruangannya, Askya menaruh tasnya dimeja lalu berjalan kearah kursinya. Ia duduk dan menghela nafas saat berkas yang ia tanda tangani bukan berkurang malah menambah.

"Kenapa kau diam saja? Ada masalah dengan hyung mu?" tanya Carlos sambil memakan cemilan yang ada dimeja.

"Tidak apa-apa, kepalaku hanya pusing saja!" balas Askya sambil menandatangani bberkas-berkas yang ada dimejanya.

"Btw, bukannya kau 2 minggu lagi akan fitting baju pengantin? Lalu kenapa kau menjauh dari Nathan?" ucap Carlos menatap Askya heran.

"Ah, diamlah Carlos! Kepalaku sangat pusing mendengar suaramu yang sangat berisik itu," ucap Askya dingin, dan Carlos hanya bisa mengangguk sambil memakan cemilan yang ia pegang.

"Mau apa kau kemari? Bukannya kau tidak bekerja diperuaahaanku?" tanya Askya tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas.

"Sekertarismu cantik, apakah aku boleh mengenalnya?" balas Carlos, Askya terkekeh saat mendengar ucapan Carlos.

"Apakah kau menyukai Anaya? Besok bekerjalah disini, kau akan menjadi sekertaris keduaku!" balas Askya, Carlos melotot tak percaya saat mendengar ucapan Askya.

"Benarkah?! Oh astaga, jodohku sudah ada didepan mata! Aaa.." ucap Carlos senang, Askya mengangguk lalu melempar sebuah berkas kepada Carlos.

"Selesaikan berkas itu, kalau kurang tahu bisa minta bantuan Anaya!" ucap Askya menatap Carlos datar, Carlos mendelik saat Askya melepar dirinya dengan berkas.

"Katamu besok, mengapa sekarang aku disuruh mengerjakan berkas ini!?" tanya Carlos kesal.

"Dari pada kau hanya duduj diam disitu dan menghabiskan cemilanku!" balas Askya dingin dan Carlos hanya bisa pasrah lalu berjalan menuju ruangan Anaya.

Setelah Carlos pergi Askya langsung mengunci pintu ruangannya, karna ia sangat malas untuk mendengar ocehan Carlos. Askya kembali sibuk dengan berkasnya, namun ada saja gangguannya. Handphonenya berbunyi dan yang menelfon adalah Nathan.

"Ya, ada apa?"

"Aku ada didepan pintu ruanganmu, bukain dong!"

"Untuk apa kamu kekantorku? Disuruh mommy?"

"Bukain aja!"

Dengan malas Askya berjalan lalu membukakan pintu, dan ternyata Natha datang bersama Chiko dan Mala. Chiko langsung berlari kearah Askya sambil mengibas-ngibaskan ekornya.

She Is My Queen Askya [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang