"Kamu mau kemana lagi Kya? Munggu depan kamu sudah menikah, masih mau keluyuran aja?" ucap Amira yang memperhatikan Askya, yang sudah rapi dengan pakaian kantornya.
"Aku sudah tahu itu Grandma, aku sedang ada urusan dikantor! Aku pamit, Assalamualaikum!" ucap Askya lalu berjalan keluar mansion, namun langkahnya terhenti saat didepan pintu ada Maya dan Nathan.
Nathan menghampiri Askya lalu mencium kedua pipi Asky, Askya tak menolak ia malah tersenyum kepada Nathan. "Mau kekantor?" tanya Nathan,dan Askya mengangguk.
"Aku ikut ya?" ucap Nathan menatap Askya, Askya hanya mengangguk lalu berjalan keluar, Askya memasuki mobilnya ia tidak ingin satu mobil dengan Nathan.
Askya melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, ia tak memperdulikan sumpah serapah para pengendara lain yang kesal karna ulahnya. Tak membutuhkan waktu lama Askya dan Nathan sudah sampai di Ask's Company, namun mereka menatap heran karna didepan resepsionis para karyawan berkumpul.
"Ada apa? Mengapa ramai sekali Ky?" tanya Nathan yang merasa bingung menatap keramaian didepan meja resepsionis.
"Aku juga tidak tahu, ayo kita dekati!" ucap Askya menarik tangan Nathan, para karyawan yang melihat Askya datang langsung membukakan jalan.
Askya membulatkan matanya saat Anaya tak sadarkan diri didepan meja resepsionis, dan sang resepsionis yang berantakkan.
"Kenapa kalian diam saja? Hah! Bawa Anaya kerumah sakit, CEPAT!" perintah Askya kepada beberapa lelaki yang masih muda, dengan takut mereka mengangguk lalu membawa Anaya ke Rumah sakit.
"Kenapa bisa seperti ini? Dan dimana Syifa?" tanya Askya kepada salah satu karyawan wanitanya.
"Syifa izin 2 bulan Miss, karna sebentar lagi dia lahiran! Dan dia pengganti Syifa," balas karyawan tsb, Askya mengangguk lalu menatap resepsionis baru tsb dari atas hingga bawah.
"Maurellia Ananda, mengapa kau mengganggu Anaya?" ucap Askya menatap gadis yang ia perkirakan masih berumur 19 tahun.
"Maafkan saya Miss, saya tadi reflek!" balas Maurellia sok polos, padahal Askya tahu bahwa Maurellia sangat membenci Anaya.
"Jika sekertaris saya kenapa-kenapa dirimu dan keluargamu yang akan saya jadikan makanan hewan hewan saya!" ucap Askya lalu berjalan menuju ruangannya, Nathan hanya mengikuti Askya dan ia menyamakan langkahnya lalu merangkul Askya.
"Kamu kejam sekali, memangnya dia ada masalah apa dengan Anaya?" tanya Nathan sambil memainkan rambut panjang Askya.
"Kepada karyawan yang kurang ajar itu harus kejam! Dia saudara tiri Anaya, bisa dibilang ia selalu iri dengan Anaya," balas Askya lalu membuka pintu ruangannya.
"Oh gitu, Oh Astaga! Banyak sekali berkasnya, apa kamu enggak capek?" ucap Nathan yang terkejut saat melihat banyak sekali tumpukkan berkas dimeja Askya.
"Yaa begitulah, makin hari bukannya berkurang malah terus bertambah!" balas Askya lalu duduk dikursinya, Nathan duduk diatas meja Nathan menghadap kearah Askya lalu dengan sepontan ia mencium bibir Askya.
Askya melotot saat merasakan benda kenyal yang menempel dibibirnya, Nathan terkekeh saat melihat wajah Askya ia melepaskan ciumannya lalu mengacak-acak rambut Askya.
"Gemes banget sih pacar aku!" ucap Nathan dengan kekehannya.
"Iss! Apaan sih, main cium-cium aja!" ucap Askya Kesal, Nathan tersenyum dan ia memilih turun dari meja dan berjalan kearah kulkas yang ada di ruangan Askya.
Nathan mengambil minuman dingin yang ada dikulkaa tsb, Nathan menghampiri Askya lalu menyodorkannya minuman dingin Askya dengan senang hati menerimanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasy*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)