65 : Askya

14.3K 1K 86
                                        

"Pa, papa kok mabuk lagi! Papa 'kan sudah janji sama Lio enggak bakal mabuk lagi," ucap Liora yang baru saja memasuki rumahnya, ia menatap kecewa kearah Imanuel.

"Kamu diam saja Lio, nikmati uang ini!" ucap Imanuel sempoyongan, Liora memilih memasuki kamarnya dan menyiapkan mentalnya untuk menghadapi Miss Kya.

Liora duduk ditepi ranjang sambil menatap sekeliling dengan perasaan was-was, dan setelah itu ia memilih untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi Liora langsung keluar dari kamar mandi dan saat keluar ia melihat diranjangnya ada seseorang mengenakan hoodie berwarna hitam.

Liora yang panik langsung mengambil pisau lipat diatas meja dan menodongkannya kepada orang itu, orang itu tampak terkekeh saat melihat wajah panii Liora.

"Selamat malam nona, bagaimana istirahatnya? Apakah tenang? Dipermainan ini aku berhasih membunuh papa kesayanganmu nona, itu akibat karna dia sudah semena-mena dengan karyawan 'ku!" ucap orang itu, yang pasti kalian bisa tebak siapa orang yang mengenakkan hoodie hitam ini.

"Enggak! Enggak mungkin, PAPA!" ucap Liora tak percaya dan ia langsung berlari menuju lantai vawah, dan benar saja Imanuel sudah tak bernyawa dengan darah yang masih mengalir dari kepala dan tangannya.

Liora menangis melihat papanya yang sudah kaku tak bernyawa, Liora mengguncang tubuh Imanuel berharap papanya bangun kembali namun itu hanya sia-sia karna Imanuel sudah tak bernyawa.

"Permainan belum usai nona, tunggulah waktu kematianmu!" ucap orang tsb lalu dengan santai keluar dari rumah itu, namun tiba-tiba Liora melempar pisau lipat yang dengan sigap ditangkap oleh orang tsb.

"Jika kau tak bisa menggunakan pisau, maka jangan bermain pisau dengan senior nona!" ucap orang tsb lalu melempar pisau itu kearah perut Liora, yang menyebabkan darah segar mengalir  dengan deras.

***

"Aku denger-denger Liora masuk rumah sakit, itu bukan ulah kamu 'kan sayang?" tanya Nathan menatap Askya yang baru saja duduk disofa, Askya yang dengar pertanyaan Nathan langsung menatap kekasihnya itu malas.

"Memang kenapa kalau ulah aku? Kamu mau bantuin dia? Percuma papanya juga udah mati, tinggal dia tunggu waktu ketemu tuhan aja!" balas Askya Malas, Nathan yang mendengar balasan dari Askya malah mendelik.

"Lah kok ngamok!?" ucap Nathan menatap Askya kesal, Askya hanya menghedikkan bahu acuh lalu mengambil leptopnya.

"Kalian ini enggak bisa apa sehari aja enggak kelahi?" tanya Laurind menatap kedua kekasih yang tiada hari tanpa berdebat, sementara Nathan ia hanya menghedikkan bahu acuh lalu lanjut bermain game.

Askya datang sambil menggendong kedua ponakkan kembarnya, kalian masih ingat bukan dengan kedua anak kembar Naurin? Yaa, mereka yang digendong oleh Askya.

"Rasya, Sasya kalian main dulu sama kak Qella ya!" ucap Askya menurunkan kedua bocah itu, Rasya dan Sasya hanya mengangguk dengan polos lalu berjalan kearah Qella yang tengah duduk disamping mamanya.

Setelah Rasya dan Sasya berjalan kearah Qella, Askya duduk disamping Nathan lalu membuka leptopnya dan ia berniat meretas CCTV yang ada dirumah Liora.

Ia melihat dari CCTV Liora tengah menangis sambil memeluk mayat papanya, tak ada satupun tetangga yang datang untuk melayat atau membantu memakamkan jenazah Imanuel karna semua tetangga sudah tahu sikap buruk dari Imanuel.

Saat sedang menperhatikan rekaman CCTV tiba-tiba handphone Askya berbunyi namun Nathan yang menerima telfonnya, karna handphonenya dipegang oleh Nathan.

She Is My Queen Askya [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang