63 : Askya

13.5K 1K 35
                                        

"Ayo lebih dekat, Nathan peluk pinggang Askya lalu cium dia!" ucap fhotografer, yang tak lain adalah Marvin. Nathan melakukan apa yang diarahkan oleh Marvin.

"Mereka sangat serasi, sama seperti kita saat muda dulu!" ucap Arkan memeluk pinggang Nara, Nara hanya diam tak membalas ucapan Arkan.

Askya hanya diam saat mendengar arahan dari Marvin, karna ia masih belum percaya jika akan menikah dengan Nathan. Karna yang awalnya setuju setelah lulus kuliah ini malah 4 bulan lagi.

"Hey sayang! Fokus dari tadi Uncle Marvin ngarahin kamu lho," ucap Nathan dan membuat Askya tersadar dari lamunannya.

"E-h iyaa, maaf maaf uncle!" ucap Askya menatap Marvin yang sepertinya sudah lelah berbicara karna Askya tak mendengarkannya.

"Sudah, uncle capek! Kya dari tadi enggak fokus," ucap Marvin menyenderkan kepalanya dikursi, sedangkan Askya hanya bisa terdiam, karna pikurannya tak hanya disitu sedari tadi handphonenya berbunyi namun Nara menyitanya.

Askya berjalan kearah Nara yang tengan menatap kearah dirinya dengan tatapan heran karna Askya menjulurkan tangannya.

"Apa?" tanya Nara, Askya mendengus lalu mengambil dengan kasar handphonenya yang ada ditangan Nara.

"Hey, sudah mommy bilang! Kamu tidak boleh menggunakan handphone hingga sesi pemotretan selesau," ucap Nara berusaha mengambil handphone milik putrinya, namun dengan cepat Askya menghindar.

Ia melihat banyak sekali panggilan telfon dari Anaya, dan ia langsung menelfon ke Anaya.

"Ada apa Nay?"

"Gawat Miss, ada seseorang yang mengangku bahwa Ask's company sudah berpindah tangan!"

"Kamu ikuti saja permainan mereka, hingga pada saatnya saya yang turun tangan! Kamu sudah diberi tahu oleh Xandra kan?"

"Sudah Miss, Sudah! Tapi mereka semena mena Miss, saya takut terjadi hal yang tak diinginkan,"

"Saya kontrol dari jauh, kamu jangan khawatir!"

"B-baik Miss!"

Askya tersenyum miring saat Liora dan Imanuel sudah memulai permainan terlebih dahulu, setelah itu Askya memberikan ponselnya kepada Nara dan langsung menghampiri Marvin dan Nathan yang tengah berbincang.

"Uncle bisa dimulai lagi? Kya janji bakalan fokus," ucap Askya menatap Marvin, dan Marvin menatap kearah Askya dengan tatapan heran.

"Sesi pemotretannya sudah selesai, coba kamu lihat! Baguskan?" ucap Marvin menunjukkan hasil foto-foto tadi.

"O-oh sudah selesai! Ah,iyaa bagus uncle!" ucap Askya gugup, setelah itu ia berjalan kearah Nara yang tengah bersantai dipelukkan Arkan.

"Kenapa mom enggak bilang kalau sudah selesai! Handphone kya?" ucap Askya menatap Nara kesal, Nara hanya terkekeh lalu memberikan ponsel milik Askya.

"Sebenarnya apa rencanamu Kya? Mom dengan perusahaanmu berpindah tangan," ucap Nara menatap anak bungsunya itu, Askya mengangguk sambil meretas CCTV yang ada diruangannya.
Dan Askya melihat Imanuel sedang melakukan kekerasan kepada Sergio, Askya mengepalkan tangannya marah dan ia langsung pergi dari sana.

***

"Tante maafin Askya, gara-gara rencana ini om Sergio jadi lebam lebam!" ucap Askya menatap tak enak kepada Aleya yang tengah mengobati Sergio.

"Enggak apa-apa nak, om malah seneng bantuin kamu," ucap Sergio dengan senyum manis dari bibirnya, dan ucapan Sergio dibenarkan oleh Aleya.

She Is My Queen Askya [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang