Setelah operasi kemarin Askya dinyatakan koma, karna peluru itu nyaris mengenai jantung Askya. Raysa hanya bisa menangis merutuki kebodohannya yang terlalu mempercayai Venus.
Dugaan Marsel kemarin benar, bahwa Venus masih hidup dan sekarang Venus ada dimarkas yang tentunya disiksa habis habisan oleh Nara dan juga para sahabat Askya.
Sahabat Ariel juga dirawat diRS karna Venus menyiksa mereka secara sadis, bahkan Rio sempat trauma dengan hal yang menimpa dirinya. Karna Askya dinyatakan koma Nara yang mengambil alih untuk sementara urusan markas.
"Kak hikss.. Maafin Asya! Kak bangun, jangan tidur terus! Hikss... Maafin Asya kak!," Raysa terus dan terus menyalahkan dirinya padahal Nara sudah menenangkannya, agar tak menyalahkan dirinya sendiri.
Yang ada diruangan ini hanyalah Raysa dan Nara, karna untuk masuk kedalam dibatasi oleh dokter agar tak mengganggu pasien. Sementara sahabat Askya yang lain disuruh sekolah oleh Chaca dan Laurent, awalnya mereka menolak namun mereka diancam oleh Naurind.
"Sayang, kamu nggk bosen tidur terus? Ingat pesan uncle brama, kamu harus menjaga Raysa! Sayang ayo bangun, maafin mommy yang sering buat kamu kesel dan lari dari mansion!," ucap Nara berusaha sekuat tenaga untuk tak mengeluarkan air mata.
"Raysa kamu pulang dulu, istirahat! Dari kemarin kamu nemenin Askya. Mama nggk mau kamu sakit," ucap Nara mengelus pucuk kepala Raysa.
"Nggk ma, Asya mau temanin kak Kya! Asya nggk perduli kalau Asya sakit," ucap Raysa menolak ucapan Nara, Nara menghela nafas sudah berulang kali ia membujuk Raysa untuk pulang namun dirinya tidak mau.
"Asya, dengerin mama! Mama yang akan jaga Askya, kamu pulang dulu istirahat. Nanti kesini lagi," ucap Nara yang berhasil membujuk Raysa, Nara menyuruh Marsel mengantarakan Raysa pulang.
Fyi: kalian pasti bingung, bukannya mereka ada diCanada? Ko disuruh sekolah? Setelah insiden itu Askya memang dibawa keRS yang ada diCanada, namun saat dinyatakan koma dia dilarikan keindonesi.
Nara menggenggam tangan putri bungsunya itu, Nara tahu apa yang dirasakan oleh putrinya ini karna ia juga pernah mengalami koma yang berkepanjangan. Prediksi dokter tak menentu, mereka tidak bis mengirakan berapa lama Askya akan koma. Karna peluru itu juga mengandung racun yang sudah menyebar kesebagian jantungnya.
Tapi untung saja dokter dengan sigap mengeluarkan peluru itu dan berhasil membersihkan racun yang menyebar, namun tetap saja dokter tidak bisa memprediksikan kapan Askya akan sadar.
***
Nassya dkk, Renhart dkk, dan Nathan dkk saat ini sedang berada diroftoop mereka sama sekali tak berminat untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Karna tanpa Askya hidup mereka seperti berubah 180 derajat.
Dan hari ini dikelas MIPA 1 dikabarkan ada siswi baru, bahkan banyak yang mengatakan siswi tsb sangat cantik. Namun dari pandangan Nassya dkk yang sudah melihat, siswi tsb sangat mirip seperti jalang.
"Kenapa selalu Askya yang terluka bang, Asky, bang Arlan, bang Arken selalu terjamin keamanannya! Namun Askya dia selalu mendapatkan beban yang begitu berat, kalau aja kita nggk nyususl dia mungkin dia nggk bakal sekesel itu!," ucap Asky yang menatap kosong kearah depan, Askya sudah seperti separuh hidupnya. Saat Askya sakit Asky seperti kehilangan org yang ia sayangi.
"Kamu nggk bilang kaya gitu Princess, kita berempat terjamin keamanannya! Bahkan tanpa sepengetahuan kita mommy selalu mengawasi kita!," ucap Arlan memeluk tubuh mungil adiknya itu, semuanya hanya bisa diam mengingat sosok Askya yang begitu menjaga ketat mereka semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasy*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)