Askya masih berada diruangannya bersama dengan Rizky adik dari Liora, Askya terkekeh saat melihat Liora sudah menyerah hanya karna mendengar ucapan adiknya yang tak ingin bertemu dengan dirinya.
"Apakah dirimu tak merindukan Liora?" tanya Askya menatap anak lelaki disampingnya ini, Rizky mendongak menatap Askya dengan tatapan polos.
"Sebenarnya iki kangen sama kak Iora, tapi mami Nessa enggak bolehin iki ketemu sama kak Iora," balas Rizky dengan wajah polosnya, Askya mengerti mengapa Vanessa tak mengijinkan Rizky bertemu dengan Liora karna Vanessa sangat menyayangi Rizky.
"Kalau kakak kamu meninggal kamu sedih enggak?" tanya Askya kepada Rizky, ia hanya ingin tahu bagaimana reaksi anak ini dan Rizky malah tersenyum kearah Askya.
"Aku seneng, karna kak Iora gak bakal buat dosa lagi!" balas Rizky dengan wajah polosnya.Deabak! Gue baru lihat seorang adik yang senang saat kakaknya mati 'batin Askya', ia merasa kagum dengan ungkapan anak kecil ini.
Askya kembali memperhatikan Liora dari CCTV, ia melihat Liora masih menangis dan ia melihat Liora meringsut di pojok ruangan sambil menutup dua telinganya.Askya tersenyum miring lalu kembali bicara melalui microfon.
"Pulanglah, permainan kedua akan dilakukan esok hari! Aku harap dirimu tak menyerah nona, jika ingin bertahan, bertahanlah hingga aku mempertemukanmu dengan adik kesayanganmu ini!" ucap Askya melirik kearah Rizky yang terlihat tidak senang.
"Tapi, nanti setelah permainan ini selesai nona!" sambung Askya melihat kearah CCTV yang memperlihatkan Liora tampak terlihat putus asa lagi, namun ia bangkit dan segera pergi dari sana bersama teman-temannya.
Setelah Liora benar-benar pergi dari markas BR, Askya keluar sambil menggendong Rizky yang malas berjalan sendiri. Askya berjalan menuju ruangan Satya dan Angel saat sampai ia melihat Satya dan Angel tengah ditangani oleh dokter yang ada dimarkas.
"Lo enggak apa-apa kan kak?" tanya Askya mendekat kearah Angel yang terlihat sangat lemah, Angel tampak tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Gue enggak apa-apa kok, Satya lebih parah dari gue! Dari tadi dia dipukuli sama anak buahnya Liora, kelihatannya tangannya patah," ucap Angel menatap Satya yang meringis saat tangan kirinya dipegang oleh dokter, Askya menghampiri Satya lalu melihat tangan kiri Satya.
"Dok tangannya bang Satya kenapa ini?" tanya Askya menatap sang dokter.
"Tangan tuan Satya patah, dan untuk sementara jangan melakukan hal-hal yang berat untuk pemulihan!" ucap sang dokter, dan Askya mengangguk lalu menatap Rizky yang tengah duduk disamping Angel.
"Rizky ayo pulang, nanti mami nyariin kamu!" ucap Askya menggendong Rizky yang terlihat sudah mengantuk, Rizky hanya nurut saat digendong oleh Askya.
***
"Kenapa lama banget sih Ky? Gue 'kan khawatir sama Rizky!" ucap Vanessa dan langsung menggendong Rizky yang sudah tertidur.
"Yaa maaf, lo kira ngusir Liora dari markas mudah!? Perlu diancem dulu tuh bocah," balas Askya dan langsung berjalan menuju sofa dan duduk disamping Arkan.
Askya merebahkan kepalanya dipaha Arkan, Arkan yang melihat putri bungsunya sedang kelelahan hanya mengelus dengan lembut kepala Askya. Nathan mendekat kearah Askya lalu memijit-mijit kaki Askya, Askya membuka matanya dan menatap Nathan yang tengah memijitnya.
"Enggak usah dipijit Nath!" tolak Askya dengan cara halus, karna ia juga tahu bahwa Nathan juga kelelahan.
"Enggak apa-apa sayang, aku tahu kamu kelelahan!" balas Nathan dan tetap memijat kaki Askya, Askya hanya berdehem lalu memejamkan matanya karna ia sangat kelelahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasy*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)