"Masih marah? Hm?," sedari tadi nathan terus membujuk askya agar tak marah, ia sudah kehabisan akal untuk membujuk kekasihnya ini.
Askya sama sekali tak menggubris ucapan nathan, ia lebih memilih memantau perusahaannya yang dikabarkan menggeser kedudukan perusahaan Volmerst.
Saat sedang fokus fokusnya tiba tiba nara datang menghampiri askya, askya yang melihat nara beejalan tergesa gesa menyerengitkan dahinya menatap heran.
"Askya kamu sudah lihat berita bisnis?," tanya nara, askya mengangguk karna ia memang sudah berita itu namun tak terlalu jelas.
"Iyaa sudah mom, kenapa?," tanya askya yang masih fokus kepada leptopnya.
"Ck, kau ini terlalu santai! Sekarang banyak para pebisnis yang mengincar dirimu, dan ingin menjatuhkan Ask's Company!," ucap nara yang geram dengan sikap santai anaknya, askya mendengus sebal menatap nara.
"Aku tahu itu mom, lagian mereka juga belum mengetahui identitasku! Terus sekarang aku harus gimana?," ucap askya menatap nara yang juga menatap dirinya.
"Iyaa mereka belum mengetahui identitasmu, tapi ada salah satu karyawan mu yang membocorkannya! Sekarang kembali kemansion, tak ada bantahan," ucap nara tak terbantahkan, askya sudah mengetahui nara akan berbicara ini dan ia hanya bisa mengangguk.
Askya menyuruh bodyguardnya untuk membawa barang barang termasuk lemari novel miliknya, askya berjalan keluar aprt meninggalkan nathan yang sedang berteriak teriak memanggil namanya.
Askya berjalan kearah mobilnya lalu melajukannya menuju mansion keluarga leorand, sementara nara sudah duluan kekantor karna ada sedikit masalah dikantor.
Sekitar sepuluh menit kemudian askya sudah sampai dimansion, suasana mansion seperti sepi namun didalam sudah seperti pasar malam karna ulah alvian yang absrud.
Saat askya memasuki mansion ia mendengus saat melihat para aunty, uncle, sepupu, dan sahabatnya sangat ribut didalam, askya hanya diam menyenderkan tubuhnya dipintu.
Lily yang melihat kehadiran askya langsung mengcode para sahabatnya untuk berhenti dan menyuruh mereka berbalik, mereka semua berbalik dan langsung menatap wajah dingin askya.
"Kenapa berhenti?lanjutkan, dan akan kukirim kalian kemars!," ucap askya, dan saat itu juga barang barangnya datang. Askya menyuruh bodyguardnya untuk membawa dengan hati hati novel yang ada didalam lemari kaca itu.
"Hati hati membawanya, kalau sampai pecah kepala kalian akan kujadikan pajangan dimarkas!," ucap askya dengan nada dingin, para bodyguard itu mengangguk dengan takut.
"Apakah kau ingin membuat perpustakaan nak?." tanya claudia, askya berbalik menatap calaudia.
"Meybe, karna diapart masih ada sekitar 5 lemari! Dan yang dibawa baru 3 lemari," balas askya, semuanya melongo tak percaya.
"Lo gila ky? Astaga percis tante nara! Pencinta novel," ucap saskia tak percaya, askya hanya menghedikan bahunya acuh.
"Nass, dimana lesya dan raysa?," tanya askya yang tak melihat kehadiran lesya dan raysa.
"Kita disini Queen!," teriak kedua gadis itu dari arah dapur, askya berjalan dengan santai kearah dapur.
Ia terkejut melihat wajah lesya dan raysa yang penuh dengan tepung, askya terkekeh melihat wajah lesya dan raysa yang begitu lucu menurutnya.
"Lo ngapain ketawa? Apa yang lucu?," tanya lesya menatap heran kearah askya, askya menunjuk wajah lesya dan raysa.
Lesya dan raysa saling berpandangan seketika tawa mereka pecah saat melihat wajah satu sama lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasy*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)