"Mommy yakin ingin mengirim aku bertugas bersama renhart dan bang arken?,"
"Yaa, apakah kamu keberatan?,"
"Tidak! Hanya saja aku memiliki perasaan tak enak,"
"Apapun yang terjadi kau harus melindungi arken, karna musuhmu kali ini mengincar arken!,"
"Aku tahu itu mom, dan aku sudah tau siapa mereka! Bisa dibilang musuh dalam selimut,"
"Yaa, kamu mengetahui itu! Jadi gunakan kelebihanmu untuk menolong orang yang kamu sayangi!, dan rebut kembali kepercayaan daddy dan kedua abangmu! Jangan seperti mommy yang lemah!,"
"Mommynya kya gak lemah! Mommynya kya itu superhiro!," beginilah askya jika sudah mendengar kata 'lemah' dari mulut mommynya, ia akan berubah menjadi manja.
Nara tersenyum melihat tingkah putri bungsunya yang manja kepadanya, karna askya sangat jarang menunjukan sikap manjannya kepada orang lain.
"Iyaa Queen, yaudah yuk kebawah makan malam,"ajak nara, namun askya menggelengkan kepalanya dan masih stay mengampit lengan nara.
"Nggk mau, dibawah ada uler cobra!," balas askya ngawur, sebenarnya tidak ngawur yang ia maksud uler cibra itu adalah carla.
Entah apa rencana mommynya mengizinkan carla untuk tinggal dimansion yang jelas jelas milik mommynya. Nara terkekeh mendengar balasan askya.
"Ayo, nggk apa apa! Kamu belum makan dari pagi, jangan kamu kira mommy gatau!," ucap nara, askya nyengir lalu mengangguk mengikuti langkah nara.
Askya pov.
"Huh ... Jujur gue males lihat neih uler cobra dimansion! Gue bingung apa rencana mommy," batin askya.
Saat gue sama mommy sampai dimaja makan, tatapan tak bersahabat diberikan oleh arken, arkan, arlan, dan carla. Dan tatapan ramah dari sahabat mommy gue.
Gue tak menghiraukan itu, dan gue berjalan kearah nassya, Qella, Kak Asky, dan Reyna yang duduk dimeja yang terpisah.
Dimansion mommy meja makan memang dipisah, untuk wanita sendiri dan pria sendiri. Namun tidak dengan mommy sama yang lain karna mereka kan udah nikah.
"Dari mana aja sih mom? ko lama bett!," ucap abang gue arken, gue mah cuma cuek bebek aja males lihat mukanya uler cobra.
Askya pov of.
"Dari mana aja sih mom? Kok lama bett!," ucap arken, yang tak ditanggapi oleh nara dan askya yang hanya cuek karna sangat malas melihay wajah carla.
Merasa terabaikan arken langsung diam menundukkan kepalanya, sebenarnya ia tak benci kepada askya namun ia dipaksa oleh arkan.
Karna sudah lengkap mereka langsung makan malam tanpa ada yang berbicara, karna itu sudah menjadi aturan dari nara. Apabila ada yang melanggar mereka akan disuruh jaga mension selama 1 minggu non stop.
Namun sepertinya arlan melupakan hal itu, ia mengajak bicara carla dengan ramah. Bahkan askya tak pernah diajak bicara seramah itu oleh arlan.
"Tente carla mau nambah?," tanya arlan ramah, dan dibalas gelengang kepala oleh carla. Nara yang mendengar itu langsung menatap tajam arlan.
"Arlan, besok kamu jaga mansion nonstop! Mommy tambah 1 bulan, ingat mommy tidak perduli dengan penyakitmu!," ucap nara dengan nada dingin nan menusuk, bahkan yang lain terkejut mendengar suara nara yang berubah seperti dulu.
Masalah penyakit arlan memang memiliki penyakit lambung dan asma, dan itu kapan saja bisa kambuh.
"Kamu gila!? Kamu tau kan penyakit arlan!? Kapan saja bisa kambuh nara!," serkas arkan menatap nara tak perduli.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasi*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)