Askya memandang datar kearah ariel dkk, sementara para sahabatnya terutama nathan menatap ariel dkk tajam. Askya merasa tak mood untuk belajar dan ia langsung berjalan keluar kelas, namun suara bu alia menghentikan langkahnya.
"Mau kemana kamu kya? Pelajaran belum selesai!," ucap bu alia menatap tajam kearah askya, namun askya tak takut sedikit pun.
"Dengan anda menatap saya seperti itu tak akan pernah membuat saya takut, saya mau kemana bukan urusan anda! Lagian siapa yang menyuruh anda memasukan mereka? Mommy saya? Tak mungkin!," balas askya yang sudah mengubah raut wajah menjadi sosok asli seorang leader RDG.
"Kurang ajar! Siapa kamu, berani bawa bawa nama pemilik yayasan? Dan menyebutnya mommy, apakah orang tuamu tak pernah mengajarkan sopan satun? Hah!" maklum gaes, bu alia itu guru baru dan belum mengetahui seluk beluk sekolah ini.
"Berani sekali anda menghina adik saya, jika anda tak tahu cukup diam! Atau anda mau angkat kaki dari sekolah ini?," ucap arken dengan nada dingin yang sangat menyeramkan, bu alia menatap remeh kearah arken.
"Memangnya siapa dirimu? Berani membuat saya keluar dari sekolah ini!," semua murid kelas sudah menyumpah serapahi bu alia, karna kebodohan bu alia yang tak mengenali putra dan putri keluarga leorand.
"Kami? Putra dan putri dari pasangan Naura xandra dirgantara dan arkan putra leorand!," final, bu alia yang mendengar langsung panas dingin dan merutuki kebodohannya.
Karna mood askya sudah sangat buruk ia memutuskan pergi kemarkas, untuk meluapkan kemarahannya kepada citra, carla, dan juga leo. Nassya yang melihat askya pergi berniat menyusul namun arken mencegahnya.
Askya berjalan kearah mobilnya namun yang membuat moodnya semakin anjlok adalah nathan yang menahannya, tak memperbolehkan askya pergi. Askya berniat melawan namun nathan menggendongnya seperti koala dan membawanya masuk kembali kekelas.
Semua murid yang melihat itu hanya terkekeh, karna itu sudah biasa bagi mereka. Askya menatap nathan malas dan ia langsung mengambil novelnya yang ada dilaci, mengabaikan nathan yang terus menatapnya.
Nathan tersenyum melihat wajah kesal dari askya, ia sangat suka melihat wajah kesal askya karna menurutnya itu sangat lucu.
"Jangan tersenyum, aku nggk suka orang lain melihat senyum mu!," ucap askya yang tak mengalihkan pandangannya dari novel, nathan langsung mengubah raut wajahnya menjadi datar.
Askya tersenyum saat melihat wajah nathan yang berubah menjadi datar dan fokus kepada handphonenya, saat aakya sedang asik dengan novelnya tiba tiba handphonenya berdering.
Askya menyerengit melihat siapa yang menalfon, namanya menunjukan 'lesya BF♡', dan ya askya mengingat sosok sahabat yang menemaninya saat dijerman selain nassya. Askya langsung menerima telfonya.
"Iyaa, kenapa les?,"
"Kenapa kenapa! Gue sama raysa kengen sama lo anjim, gue udah dibandara nih. Jemput gue dong! Gue kangen sama lo dan juga nassya adek gue.,"
"What the fuck! Lo ada dibandara!? Woy lo balik kaga bilang bilang anjim, gue otw!," semua murid terkejut mendengar teriakan askya, begitupun nathan yang reflek melempar Iphone 11 pro miliknya hingga pecah.
"Eh, semprul! Gue kaga budeg. Jadi kaga usah tereak tereak oke!,"
"Nama gue askya bukan semprul, romlah! Oke deh gue otw. Jangan kabor lo!,"
"Astagfirullah, kamu ini berdosa benget!,"
Askya tak memperdulikan suara lesya dan langsung mematikan sambungan telfonnya, setelah itu ia menarik nassya untuk keluar. Nassya hanya pasrah ditarik tarik oleh askya.
Nathan melihat kekasihnya pergi langsung menyusul askya dan nassya, askya melambatkan jalannya saat ekor matanya melihat nathan mengejar dirinya.
***
"Aaa ... Askya gue kangen sumpah! Lo juga nass," pekik dua orang gadia, saat melihat kehadiran askya dan nassya begitupun nathan yang hanya memasang wajah datar.
Dua orang gadis itu adalah Arlesya Putri Ardisson dan Raysa Ratujulia mereka adalah sahabat dari askya saat dijerman, dan mereka juga yang menemani askya saat membangun perusahaan dari nol hingga sesukses ini.
"Siapa tuh? Kenalin dong!," ucap raysa menggoda askya, sebenarnya raysa dan lesya sudah mengetahui siapa lelaki itu. Hanya saja mereka ingin menggoda askya.
"Lo kalau mau ngegoda gue itu nggk mempan, btw kesekolah gue yuk?," ajak askya kepada kedua sahabatnya ini, lesya dan raysa mengangguk lalu mengikuti langkah nassya, askya, dan juga nathan.
Mobil milik askya melaju dengan kecepatan diatas rata rata, mobil milik nathan hanya mengikuti dari belakang. Nathan mendengus kesal melihat pacarnya ugal ugalan dijalan.
Sekitar 20 menit mobil askya dan nathan sudah sampai diN'sIHS, karna ini jam istirahat jadi banyak siswa siswi yang berlalu lalang disekitar parkiran. Askya dan nassya langsung keluar dari mobilnya diikuti oleh lesya dan juga raysa, nathan langsung menghampiri askya.
Semua siswa siswi menatap aneh kearah 2 gadis yang baru saja keluar dari mobil milik askya, mereka berdua nampak begitu asing.
'Buset, sapa tu coy? Mulus benar!,'
'Gue rasa itu sahabatnya sih askya dan nassya deh, lihat tuh mereka nempel banget!,'
'Anjritt, cantik bett sih! 11 12 sama askya!,'
'Iyaa, sama sama dingin, datar, cantik pulak!,'
'Yaampun lihat deh yang pake baju bitu cute banget!,'
'Yang pake baju ijo juga cute!,'
Masih banyak lagi komentar yang diberikan oleh siswa siswi, namun komentar yang askya dengan positif semua tak ada yang negatif. Askya mengajak lesya dan juga raysa berjalan kearah kantin melalu parkiran, namun matanya melihat jessika sedang dibully oleh salah satu siswi yang bisa dibilang Queen of bullyng.
Askya berjalan kearah jessika membantu jessika berdiri, setelah merasa jessika aman bersama nassya. Askya langsung menatap tajam orang yang membully sahabatnya.
"Mau lo apa sih? Masih untung nggk diDO sama mommy gue! Mau gue patahin tangan lo?, kenapa lo ganggu jessika?,"ucapan askya membuat reta dkk terdiam, mereka akui! Mereka juga takut kepada askya.
"Dia itu nggk pantas berteman apalagi bersahabat sama lo, dia itu jalang! Dia itu kotor.," bentak reta didepan wajah askya, askya mengelap kasar wajahnya. Lalu menatap tajam kearah reta.
"Gue tahu itu, bahkan gue tahu kehidupan lo! Lo juga seorang jalang yang bekerja diClub milik gue. Jadi jangan sok suci! Dia pantas berteman dengan gue, karna dia membuktikan bahwa dirinya bisa berubah menjadi lebih baik, ingat itu!," bentak askya, dan sekarang kondisi parkiran sudah dipenuhi oleh semua siswa siswi yang menonton kejadian itu.
"Jangan sok tahu, jangan mentang mentang lo orang kaya bisa menindas orang yang jauh lebih rendah!," ucap reta dengan dramanya agar dikasihani oleh seluruh warga sekolah.
"Cih, menindas bukan cara mainku Reta pasmewari! Lo mau tahu cara main gue? Pake ini enak kali ya!," ucap askya mengeluarkan pistol dari balik bajunya namun nathan menahannya, askya mendengus kesal menatap nathan.
"Ck, terserahmu! Kali ini lo bebas, besok besok lo akan tahu akibatnya!,"
Tbc.
Oke, sorry kemaren author nggk update! Karna kuota habis:)
Mau tahu kelanjutannya? Jangan lupa divote,coment, and follow akun author.
See you♡.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasy*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)