"Lo kuliah lagi Ky?," tanya Vannesa, Askya mengangguk sambil membereskan barang barangnya.
"Lo mau kuliah dimana Ky? Ko pake beberes barang," tanya Qella menatap heran kearah Askya yang sibuk membereskan barang.
"Kenapa lo pada banyak tanya sih? Gue mau kuliah diUniversitas Indonesia, malas jauh jauh!," ucap Askya yang mulai kesal karna ditanya terus menerus.
"Yah, gue kira lo bakal kuliah diluar negri! Mana kita udah keterima diUniversitas yang ada dijerman. Eh, lo nya malas kuliah diindo," ucap Reyna lesuh, sementara Askya hanya menghedikan bahu acuh.
"Nat, Kenapa muka lo lesuh gitu? Baban hidup lo serasa banyak bett!" tegur Renhart, Nathan hanya menggelengkan kepala lalu menghampiri Askya.
"Kenapa? Hm?" tanya Askya yang menyadari tatapan lesuh dari Nathan.
"Mami sama papi ngirim aku keBelanda! Aku disuruh kuliah disana," ucap Nathan lesuh, Askya tersenyum lalu memeluk tubuh kekasihnya itu.
"Terima saja, aku tahu cita-citamu menjadi dokter! Kejarlah cita-citamu!" ucap Askya meski berat merelakan Nathan yang harus pergi keBelanda.
Nathan diam tak membalas ia sangat nyaman didalam pelukan Askya yang mungkin tak akan ia rasakan lagi jika ia sudah di Belanda, Askya kuliah di Indonesia bersama dengan Asky, dan Arken. Sedangkan Arlan memilih kuliah di Spanyol.
Sementara Nara dan orang tua yang lainnya sudah melepaskan anak anak mereka walau begitu mereka masih mengawasi mereka, dan sekarang Nara dan yang lain memilih tinggal di Inggris.
Askya melepaskan pelukannya dari Nathan lalu kembali mengemasi barang barangnya, karna ia memilih tinggal diapart yang lokasinya tak jauh dari kampus yang akan menjadi sekolah barunya.
"Kapan kalian berangkat?" tanya Asky menatap para sahabatnya.
"Besok, kalian bisa ngantar nggk?" balas Reyna, Asky dan Arken mengangguk sedangkan Askya menggelengkan kepalanya karna besok dirinya sudah mulai masuk kuliah.
"Kenapa lo nggk bisa ikut ky?" tanya Vian kecewa, Askya tak menanggapi ia hanya diam lalu pergi begitu saja.
Askya melajukan mobilnya menuju aprt miliknya, saat ditengah perjalanan mata Askya tak sengaja melihat seorang lelaki sedang dikroyok oleh beberapa preman. Askya menggentikan mobilnya lalu dengan santai berjalan kearah orang tsb.
Disana banyak orang yang melihat namun tak ada satupun yang menolong lelaki itu, karna mereka takut dengan preman itu. Askya menarik baju preman itu dan langsung membogemnya.
Bugh.
Bugh.
"Preman kek gini aja kalian takut? Ini nyawa orang taruhannya, kalian bego atau gimana?" ucap Askya menatap orang orang sekitar yang hanya menonton, karna Askya lengah salah satu dari preman itu menendang perut Askya dan menyebabkan Askya tersungkur.
"Lo cuma bocah, nggk usah sok jadi pahlawan kesiangan lo!" bentak preman itu, Askya meringin merasakan sakit dibagian perutnya namun sesaat kemudian sakitnya sudah mulai mereda.
Askya bangkit menatap dingin semua preman itu, dan salah satu preman tak sengaja melihat kalung yang digunakan oleh askya. Yaitu, kalung berbandul mawar hitam.
Yaa, RGD sudah resmi diganti menjadi Black Rose. Bahkan berita ini sudah menyebar keseluruh penjuru dunia.
Preman yang melihat kalung itu langsung keringat dingin, dan wajahnya memucat Askya menatap lehernya dan ternyata kalungnya keluar dan Askya sudah tersenyum miring menatap preman preman itu.
Askya maju lalu melempar pisau lipat kearah ketua preman itu, dan ketua preman itu langsung jatuh semua anak buahnya langsung lari terbirit birit sambil menyeret ketua mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
She Is My Queen Askya [END]
Fantasy*TAMAT* *SEBELUMNYA TERIMA KASIH BAGI KALIAN YANG SUDAH MENSUPORT KARYA SAYA SAMPAI TITIK INI:) Rank: 2 :icegirl// [26.8,2020]💙 1 :penerus//[26,8,2020]💛 2 :duniagelap//[26.8.2020]💜 2 :mafiagirl//[26.8.2020]🖤 4 ;malaikatkematian//[26.8.2020]💚 As...
![She Is My Queen Askya [END]](https://img.wattpad.com/cover/228868121-64-k197422.jpg)