61 : Askya

13.8K 1K 37
                                        

Askya saat ini sedang berada di Italy karna ada urusan, ia tak sendiri karna ia datang bersama dengan Satya dan Angel. Askya terus mendengus karna sudah lebih dari 30 menit Client yang ia tunggu tak datang-datang.

Karna ia sangat kesal, ia berniat meninggalkan Caffe tsb namun tiba-tiba Client itu datang dan memohon maaf kepada Askya karna terlambat.

"Maaf Miss, maaf saya terlambat! Tadi ada kendala dijalan," ucap laki-laki itu, yang tak lain adalah Client Askya. Askya menatap dingin kearah Clientnya itu.

"Lain kali disiplin akan waktu, saya sudah menunggu anda selama tiga puluh menit disini!," ucap Askya lalu duduk kembali ditempat duduknya, Client itu tampak mengeluarkan sebuah berkas lalu memberikannya kepada Askya.

Askya tersenyum miring saat mengetahu isi berkas tersebut yang berisi surat pemindahan Ask's Company kepada Imanuel Gilbert, Askya menandatangani surat tsb namun bukan dengan tanda tangan Aslinya, ia menggunakan tanda tangan milik Liora yang sudah ia salin.

Askya menyerahkan berkas tsb lalu tersenyum simpul, Imanuel tampak sangat bahagia tanpa tahu dirinya sudah dibodohi oleh Askya, setelah itu Askya pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Cih, mudah sekali membodohi dirimu Miss Kya! Akhirnya aku akan mendapatkan perusahaan ini," gumam Imanuel yang tampaknya sangat senang, Askya belum pergi ia hanya berjalan kearah sekertarisnya yang berada di pojokan.

"Bagaimana selanjutnya Miss?," tanya Xandra, sekertaris Askya.

"Kita ikuti dulu permainan mereka, saat mereka datang kekantor dan berbicara sudah berpindah tangan kemereka. Iyakan saja, sampai pada saatnya saya yang turun tangan!," balas Askya sambil memperhatikan Imanuel dari jauh, Askya terkekeh sinis saat melihat wajah senang Imanuel.

"Dan ya, terus kirim berkas-berkas yang perlu saya tanda tangani. Beri tahu kepada yang lain juga! Saya pergi," ucap Askya lalu beranjak dari duduknya.

"Baik Miss!," balas Xandra, Askya berjalan keluar dari Caffe dan memasuki mobilnya.

Sekarang tujuan Askya adalah markas, ia perlu melacak keberadaan ibu dari Liora dan ibu kandung Abra karna itu sangat penting untuk menyempurnakan rencananya.

Saat sampai dimarkas ia sudah disambut dengan omelan Angel yang sedari tadi mencarinya.

"Lo dari mana dah? Gue nyariin lo dari tadi!," omel Angel karna kesal kepada Askya, Askya hanya diam dan berjalan menuju ruang komputer yang masih diikuti oleh Angel.

Askya memulai melacak keberadaan ibu kandung Abra terlebih dahulu, dan pas sekali ibu kandung Abra ada d Italy Askya menyalin semua data dari ibu kandung Abra setelah itu mencari tahu ibu dari Liora.

Setelah dapat ia menyalin semua data-data yang ia perlukan dan sekarang ia ingin mencari keberadaan ibu kandung Abra yang lokasinya lumayan dekat dari mansionnya.

"Kak, ikut kya yuk!," ucap Askya menatap Angel yang sepertinya masih kesal kepadanya.

"Kemana?," tanya Angel ketus, Askya tak menjawab ia langsung menarik Angel karna terlalu banyak bertanya.

***

Askya menatap bangunan yang cukup mewah yang berjarak tak jauh dari mansion yang ia tempati saat ke Italy, Askya berjalan memasuki pekarangan rumah besar ini karna memang rumah ini tak dijaga oleh security.

Tok tok tok.

Askya mengetuk pintu rumah tsb dan tak lama kemudian keluar seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik, wanita itu menatap heran kearah Askya karna menurutnya Askya sangat asing.

She Is My Queen Askya [END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang