13 : Askya

19.4K 1.3K 17
                                        

Akhirnya askya sampai dinegara yang ia tuju, dan akan ia tinggali untuk sementara. Untuk menghindar dari mommy dan para sahabatnya.

Askya langsung memasuki mobil dan langsung melajukannya menuju mansion yang akan ia tempati, dan tak membutuhkan waktu lama askya sudah sampai dimansion miliknya.

Saat memasuki mansion semua maid yang ada didalam langsung menunduk hormat dan menyapa askya.

"Welcome miss kya!," ucap kepala maid, dan askya hanya mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya.

Karna ia begitu lelah, saat sampai dikamarnya yang bernuasa drak dan hitam askya menghembuskan nafas panjang lalu berjalan menuju kasur. Dan merebahkan badannya tak lama kemudian ia tertidur sangking lelahnya.

Sementara diindonesia.

Asky sedang duduk dimeja makan bersama dengan sahabatnya yang lain, sedari tadi asky, arlan, arken mencoba menghubungi askya namun tak bisa.

"Mom, mom tau kan kemana kya?,"tanya arken kepada nara, dan nara mengangguk.

"Yaa, mom tau dia ada diparis!,"balas nara dengan nada santai.

"Bukan itu mom, kenapa askya tak bisa dihubungin? Dan kenapa dia gak bisa dilaca,"tanya arlan heran, dan itu diangguki oleh yang lain.

"Sayang, kemana sih askya? Kenapa dia hilang gitu aja?,"ucap arkan berusaha bertanya kepada nara.

"Oh ayolah, dia akan baik baik saja! Dan untuk sementara dia tinggal diparis, untuk alasan mom tidak tahu!,"balas nara, dan langsung berjalan keluar mansion tujuannya sekarang adalah markas.

Nara memang tahu askya berada diparis, tapi ia tak mengetahui mengapa askya tiba tiba pergi dan menghindar darinya.

Nara melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, walau sudah memiliki anak itu tak menghalangi nara untuk melakukan hal itu.

Tak membutuhkan waktu lama nara sudah sampai dimarkas, dan langsung mencari marvin.

"Mar, tolong kau hubungi harry!,"titah nara, dan marvin mengangguk lalu menjalankan perintah nara.

"Ini nar!,"seru marvin, dan nara mengangguk lalu mengambil ponsel milik marvin.

"Halo bang!,"

"Iyaa, ada apa princes?,"

"Apakah kau yang menyembunyikan identitas kya?,"

"Ahh, itu iya memang aku yang melakukannya. Askya yang meminta!,"

"Ohh baiklah, apakah kau tau dimana dia tinggal?."

"Masalah itu aku tak tau princes, karna ia juga tak memberi tahunya. Btw bukannya kau bisa melacaknya?,"

"Ah baiklah kalau seperti itu, iyaa aku bisa hanya saja malas!,"

"Kau tak berubah!,"

" iyaa bang, yaudah bya!,"

"Bye!,"

Setelah memutuskan panggilan telfonnya nara langsung memberikan ponsel itu kepada marvin, dan nara langsung pergi untuk kembali kemansion.

Nara melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, tak memperdulikan sumpah serapah pengendara lain.

Tak membutuhkna waktu lama nara sudah sampai dimansion miliknya, dan langsung masuk tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dan itu membuat arkan dan yang lainnya heran dengan tingkah nara.

"Tante nara kenapa? Ko pulang pulang kaya badmood gitu!,"ucap Qella dan itu diangguki oleh yang lain juga.

"Mana gua tau!."balas lili, dan langsung melanjutakan memainkan handphonenya.

"Rin, kapan lo lahiran?,"tanya claudia sambil mengelus perut besar naurin.

"Kemungkinan minggu dep- akhh!," belum sempat naurin menyelesaikan kata katanya tiba tiba ia merintih kesakitan. Hal itu membuat claudia dan yang lainnya panik.

"Air ketubannya pecah, cepet bawa naurin kerumah sakit! Gua panggil nara dulu,"seru caca, dan langsung berlari menuju kamar nara.

Yang lain langsung membawa naurin kerumah sakit, dan caca langsung menggedor gedor pintu kamar nara.

"Nar, ayo keluar! Naurin mau melahirkan!,"teriak caca, sambil menggedor gedor pintu kamar nara, dan nara yang mendengar itu langsung berlari kearah luar.

"Kenapa tereak tereak! Ayo langsung kerumah sakit!,"seru nara, dan langsung menarik caca. Sementara caca hanya pasrah ditarik seperti itu oleh nara.

Nara langsung masuk kemobil disusul oleh caca, dan nara melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata dan caca hanya bisa mengumpat didalam hati.

Tak membutuhkan waktu lama nara sudah sampai dirumah sakit dan langsung berlari menuju ruang persalinan, caca hanya bisa mengejar nara dari belakang.

Saat sampai diruang persalinan, nata langsung menghampiri arkan suaminya.

"Huh huh! Bagaiman kondisi naurin?,"tanya nara terengah engah kepada arkan, dan arkan berusaha menenangkan nara.

"Naurin sedang berjuang didalam, dan kita doakan semoga lancar!,"balas arkan mengelus punggung nara agar sedikit lebih tenang.

Nara hanya mengangguk dan menunggu naurin dengan perasaan cemas, sampai sampai ia lupa mengabari kedua orang tua mereka.

Nara sedari tadi mondar mandir didepan ruang persalinan dan akhirnya nara dan yang lainnya mendengar suara tangisan bayi.

'Oekk oekk eokk'

'Oekk oekk oekk'

Dan ternyata bukan sekali suara tangisan bayi tersebut, suara tangisannya terdengar dua kali. Itu berarti naurin melahirkan dua bayi kembar.

##

Kemarin naurin sudah dipindahkan keruang VVIP 01, dan nara selalu mendangpingi naurin apapun yang naurin butuhkan nara lah yang bangkit duluan.

Arka sebagai suami seperti tak ada artinya, karna nara lah yang selalu siaga disaat naurin butuh sesuatu.

"Siyalan lu thor_-," - arka.

"Biyarin, wlekk!,"  - author.

Abaikan yang diatas.

"Jadi siapa nama bayi kembar ini?,"tanya laurent.

"Sasya putri leorand dan Rasya Xander putra leorand!," balas naurin dan juga arka bersamaan.

"Siapa kak dan siapa adik?,"tanya caca.

"Rasya adalah kakak, dan sasya adalah adik!," balas naurin. Dan semuanya mengangguk paham.







Tbc.

Oke gan segitu dulu yha

Jan lupa divote,coment,and follow akun author yha.

See you and
Next time:)

She Is My Queen Askya [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang